Apa Syarat Dari Suatu Rancangan Penelitian?

Apa Syarat Dari Suatu Rancangan Penelitian
jelaskan mengenai syarat rancangan penelitian yang baik! 1. tentukan terlebih dahulu judul penelitianmu2. cantunkan latar belakang mengenai alasan kamu mengadakan penelitian tersebut.3. Tentukan tujuan penelitianmu.4. cantunkan rumusan masalah,hipotesis, dan batasan masalah 5. lalu, sertakan cara kerja dalam rancangan penelitianmu

Syarat rancangan penelitian: 1.sistematis (tersusun dgn urutan secara logis.2.konsisten (terdapat kesesuain antar unsur).3.operasuonal (dapat menjelaskan suatu penelitian)

: jelaskan mengenai syarat rancangan penelitian yang baik!

Rancangan penelitian meliputi apa saja?

Rancangan penelitian merupakan rencana menyeluruh dari penelitian mencakup hal-hal yang akan dilakukan peneliti mulai dari membuat hipotesis dan implikasinya secara operasional sampai pada analisa akhir, data yang selanjutnya disimpulkan dan diberikan saran.

Apa saja syarat dalam penelitian sosial?

Apa Syarat Dari Suatu Rancangan Penelitian Pengertian Penelitian Sosial Berikut beberapa pendapat mengenai definisi penelitian yang dikemukakan oleh para ahli:

  1. Menurut Suharjo Sukanto, penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang dilandaskan pada analisis dan kontruksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis, dan konsisten yang bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu manifestasi hasrat manusia untuk mengetahui apa yang sedang di hadapinya.
  2. Menurut Marzuki, penelitian merupakan usaha untuk menumukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.

suatu metode analisis situasi dan merumuskan berbagai masalah sosial dengan maksud untuk menemukan aspek-aspek yang baru, memahami sebab beserta interelasinya, mengoreksi, mengadakan verifikasi dan memperluas pengetahuan yang semuanya sangat diperlukan bagi pengembangan teori-teori dan tindakan-tindakan praktis. Ciri-ciri penelitian sosial

  1. Sistematis artinya bahasan tersusun secara teratur, berurutan menurut sistem.
  2. Logis artinya sesuai dengan logika, masuk akal, benar menurut penalaran.
  3. Empiris artinya diperoleh dari pengalaman, penemuan, pengamatan.
  4. Metodis artinya berdasarkan metode yang kebenarannya diakui oleh penalaran.
  5. Umum artinya menggeneralisasi, meliputi keseluruhan tidak menyangkut yang khusus saja.
  6. Akumulatif artinya bertambah terus, makin berkembang, dinamis.

Jenis-jenis Penelitian Sosial:

Berdasarkan Hasil yang diperoleh

  • Penelitian Dasar
  • Penelitian Terapan
  • Penelitian Evaluasi

2.Berdasarkan bidang yang diteliti

  • Penelitian sosial
  • Penelitian Eksakta

3.Berdasarkan tempat Penelitian

  • Penelitian Lapangan
  • Penelitian kepustakaan
  • Penelitian Laboratorium

4.Berdasarkan teknik atau metode yang di gunakan

  • Peelitian survei
  • Penelitian histori
  • Penelitian eksperiment

5.Berdasarkan keilmiahannya

  • Penelitian Ilmiah
  • Penelitian Non-Ilmiah

6.Berdasarkan Spesialisasi ilmu garapannya

  • Penelitian Bisnis
  • Penelitian Komunikasi
  • Penelitian Ekonomi
  • Penelitian Pertanian
  • Penelitian Hukum

Berdasarkan tujuan penelitiannya:

  • Penelitian eksploratif : menggali secara luas tentang sebab-sebab atau hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu.
  • Penelitian development : mengembangkan dan meningkatkan mutu dengan percobaan dan penyempurnaan.
  • Penelitian verifikatif : mengecek kebenaran hasil penelitian lain.
  • Penelitian korelatif : menemukan ada tidaknya hubungan antara dua variabel atau lebih.
  • Penelitian komparatif : membandingkanpersamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang diteliti.

Berdasarkan kedalaman penelitiannya:

  • Penelitian eksploratif : bermaksud mengumpulkan lebih banyak informasi tentang suatu permasalahan tertentu, yang sangat sedikit sekali terdapat informasi mengenai permasalahan tersebut.
  • Penelitian deskriptif : memberikan gambaran suatu gejala sosial tertentu dan sudah ada informasi mengenai gejala sosial tersebut namun belum memadai. Contoh: Anton melakukan penelitian tentang ciri-ciri kehidupan sosial masyarakat suku Toraja di Sulawesi Selatan. Dalam penelitiannya ia menjelaskan tentang ciri-ciri sosial dan budaya masyarakat tersebut.
  • Penelitian eksplanatif : yang menjelaskan hubungan antara suatu gejala sosial dengan gejala sosial lain.
  • Penelitian tindakan adalah penelitian yang berorientasi pada penerapan tindakan dengan tujuan peningkatan mutu atau pemecahan masalah pada suatu kelompok subyek yang diteliti dan mengamati tingkat keberhasilan atau akibat tindakannya, untuk kemudian diberikan tindakan lanjutan yang bersifat penyempurnaan tindakan atau penyesuaian dengan kondisi dan situasi sehingga diperoleh hasil yang lebih baik.

Syarat-Syarat dalam Penelitian Sosial

  • Sistematis, dimana penelitian dilaksanakan secara berpola.
  • Terencana, ada unsur kesengajaan dan telah ditentukan langkah-langkahnya.
  • Skeptis, selalu memilik rasa ingin tahu yang tinggi.
  • Analitis, menganalisa setiap pernyataan dalam sebuah data.
  • Kritis, berpikir berdasarkan logika dan data.
  • Jujur
  • Terbuka
  • Konsisten, artinya terdaapt kesesuaian diantara unsur-unsru tersebut.
  • Operasional, artinya dapat menjelaskan bagaimana penelitian itu dilaksanakan.
  • Isi-isi dalam Rancangan Penelitian adalah:
You might be interested:  Siapakah Lembaga Yang Pertama Kali Mengesahkan Rancangan Uud 1945?

Latar belakang masalah. – Rumusan masalah penelitian. – Tujuan dan manfaat penelitian. – Tinjauan kepustakaan. – Batasan konsep. – Metodologi penelitian. – Menentukan Topik Penelitian Manfaat Rancangan Penelitian Sosial Manfaat rancangan penelitian sosial antara lain :

  1. Rancangan penelitian memberi pegangan yang jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitian.
  2. Rancangan penelitian menentikan batas-batas peneltian yang berhubungan dengan tujuan penelitian.
  3. Rancangan penelitian memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan kesulitan-kesuliatan yang akan dihadapi saat penelitian.

Isi Rancangan Penelitian Isi rancangan penelitian atau proposal penelitian adalah :

Latar belakang masalah.

Pada bagian ini diuraikan tentang dasar-dasar argumen yang melatarbelakangi masalah yang sedang dibahas. Sehingga uraian yang btertuang pada bagian latar belakang masalah berhubungan dengan alasan secara umum suatu masalah yang sedang diangkat.2.Rumusan masalah penelitian.

Rumusan masalah merupakan himpunan langkah yang akan digunakan dalam membahas suatu masalah. Biasanya uraian kalimat berupa kalimat tanya. Suatu penelitian perlu ada rumusan masalah agar peneliti lebih mudah cakupan materi dan langkah yang akan digunakan dalam memecahkan suatu masalah. Contoh rumusan masalah : “Apakah kebiasaan merokok di kalangan siswa berpengaruh terhadap tingkat kriminalitas siswa ? 3.Tujuan dan manfaat penelitian.

Tujuan dan manfaat penelitian merupakan uraian tentang harapan penulis tentang suatu masalah yang dibahas. Sedangkan manfaat penelitian berisi tentang uraian nilai guna penelitian itu baik bagi peneliti maupun orang lain.4.Tinjauan kepustakaan. Tinjauan pustaka berisi tentang peneltian-penelitian terdahulu yang berhubungan dengan masalah yang sedang dibahas.5.Hipotesis.

Metode penelitian ilmu sosiologi

a. Merumuskan masalah Kita membutuhkan suatu masalah yang bermanfaat untuk diteliti yang dapat diselidiki melalui metode ilmiah b. Meninjau kepustakaan Yaitu survei atas semua penelitian yang telah dilakukan mengenai masalah yang akan diteliti.c. Merumuskan hiptesis Yaitu mengembangkan lebih dari satu masalah yang akan diteliti d.

  1. Merencanakan desain penelitian Menguraikan apa yang perlu ditelaah, data apa yang perlu dicari, di mana, bagaimana mengumpulkan, mengolah dan menganalisisnya.e.
  2. Mengumpulkan data Mengumpulkan data sesuai dengan desain peneltian.
  3. Data ini akan sering diperlukan untuk mengubah desain guna mengatasi kesulitan yang tidak terduga.f.

Menganalisis data Membuat klasifikasi tabel dan memperbandingkan data, melaksanakan berbagai pengujian dan perhitungan yang diperlukan untuk menemukan hasil.g. Menarik kesimpulan Apakah hipotesis awal dapat diterima atau ditolak? Apakah hasilnya tidak meyakinkan ? Apakah penelitian itu menambah wawasan kita ? Apakah implikasinya terhadap teori sosiologi ? Soal-soal dan saran-saran apa saja yang diberikan untuk penelitian selanjutnya.h.

Apa syarat syarat suatu penelitian disebut sebagai penelitian ilmiah Sebutkan dan jelaskan?

Sebutkan syarat syarat penelitian ilmiah! Mengikuti konsep ilmiah, artinya mengikuti cara-cara yang telah ditentukan, yaitu prinsip-prinsip ilmiah, seperti berdasarkan fakta yang sebenarnya, menggunakan analisis, menggunakan hipotesis, menggunakan ukuran yang obektif, dan meng gunakan teknik kuantifikasi.Sistematis, artinya dilaksanakan menurut pola tertentu.

  • Terencana, artinya dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan, atau pelaksanaannya bukan secara kebetulan.
  • Persyaratan Penelitian Ilmiah Sebuah penelitian dikatakan baik atau penelitian yang ilmiah apabila memenuhi beberapa persyaratan, yaitu sebagai berikut: Mengikuti konsep ilmiah, artinya mengikuti cara-cara yang telah ditentukan, yaitu prinsip-prinsip ilmiah, seperti berdasarkan fakta yang sebenarnya, menggunakan analisis, menggunakan hipotesis, menggunakan ukuran yang obektif, dan meng gunakan teknik kuantifikasi.

Sistematis, artinya dilaksanakan menurut pola tertentu. Terencana, artinya dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan, atau pelaksanaannya bukan secara kebetulan. : Sebutkan syarat syarat penelitian ilmiah!

Apa persyaratan dalam melakukan penelitian kualitatif?

Format untuk sitasi: Heryana, A. (2018). Syarat dan Karakteristik Data/Informasi dalam Penelitian Kualitatif, Dalam https://adeheryana.home.blog/2019/01/05/syarat-karakteristik-data-informasi-dalam-penelitian-kualitatif/ Pada artikel tentang data dalam penelitian kualitatif, sudah dijelaskan pengertian dan fungsi dari data.

Selanjutnya dalam artikel ini akan dijelaskan bagaimana persyaratan dan karakteristik dari data dalam penelitian kualitatif. Syarat Data dalam Penelitian Kualitatif Seperti halnya penelitian kuantitatif, maka data pada penelitian kualitatif juga sebaiknya memiliki atau minimal mendekati empat syarat, yaitu Akurasi, Presisi, Validitas Eksternal, dan Validitas Internal.

Namun demikian terdapat perbedaan perlakuan terhadap data yang tidak memenuhi akurasi, presisi dan validitas. Pada penelitian kualitatif data yang tidak valid dan reliabel tetap diperlakukan untuk analisis lebih lanjut. Sementara pada penelitian kuantitatif, data yang tidak valid & reliabel dihilangkan atau diperbaiki instrumen pengumpulan datanya.

Jika pada penelitian kuantitatif untuk memastikan terpenuhinya karakteristik dan syarat data harus dilakukan uji validitas & reliabilitas sebelum data dikumpulkan, berbeda halnya dengan penelitian kualitatif. Pada penelitian kualitatitif uji validitas & reliabilitas (beberapa penulis menyebutnya dengan “uji kredibilitas data”) dilakukan saat data dikumpulkan, dengan sebuah tools yang disebut Triangulasi.

Triangulasi data merupakan salah satu cara yang dilakukan dalam menguji validitas data. Ada beberapa metode triangulasi diantaranya: triangulasi sumber, metode, teori, dan waktu. Umumnya yang dipakai adalah triangulasi sumber dan metode. Triangulasi metode adalah dengan melakukan konfirmasi antara data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam (data wawancara) dengan data yang diperoleh dari hasil pengamatan (data observasi) dan/atau data yang diperoleh dari studi/telaah dokumen (data sekunder).

Dengan demikian dalam penelitian kualitatif jika terdapat ketidaksesuaian karakteristik dan syarat data tidak berarti data tersebut diabaikan (tidak seperti penelitian kuantitatif), namun dilakukan triangulasi data dengan menanyakan kepada informan lain untuk mengkonfirmasi data/informasi yang didapat.

Akurasi adalah karakteristik data yang menyatakan bahwa data atau informasi yang telah dikumpulkan setidaknya mendekati kondisi yang ada baik secara empiris maupun teoritis. Misalnya saat peneliti hendak mengetahui perilaku pekerja pelaksana dalam implementasi Sistem Manajemen K3 maka secara garis besar informasi yang diperoleh menggambarkan perilaku sebagai pelaksanan K3 misalnya mematuhi peraturan, menggunakan APD, mematuhi SOP.

You might be interested:  Rancangan Yang Tersusun Di Pikiran Dan Kemudian Menimbulkan?

Jika hasil wawancara menunjukkan bahwa perilaku pekerja pelaksanan ini cenderung bertindak layaknya level supervisor/ manajerial misalnya membuat kebijakan Untuk memastikan akurasi data (sekali lagi, dalam penelitian kualitatif data yang tidak akurat tetap digunakan sepanjang berasal dari informan terpilih) maka peneliti dapat melakukan triangulasi kepada informan lain baik yang setaraf atau satu level di atasnya misalnya pimpinan dari pekerja tersebut.

Presisi adalah karakteristik data yang menyatakan bahwa konsistensi dan stabilitas data/informasi yang telah dikumpulkan sama atau mendekati dengan sumber data yang ada. Sifat ini mengandung pengertian bahwa jika dilakukan pengumpulan data kembali kepada informan yang sama, hasilnya kurang lebih sama.

  1. Dalam praktiknya nyaris tidak pernah diperoleh data penelitian kualitatif yang memiliki presisi antar informan.
  2. Misalnya peneliti menanyakan persepsi informan tentang budaya keselamatan pasien di RS kepada beberapa karyawan, jawabannya hampir dipastikan berbeda-beda secara kontekstual.
  3. Untuk menilai presisi, peneliti menanyakan kepada informan lain yang misalnya kepada pelayanan RS atau kepala K3 RS.

Validitas Eksternal adalah karakteristik data/informasi yang menyatakan bahwa “data/informasi yang diperoleh dari informan cenderung memiliki kesamaan dengan lingkungan sekitar”. Meskipun penelitian kualitatif tidak bertujuan untuk melakukan generalisasi terhadap populasi, namun ketidaksesuain informasi antara informan dengan lingkungan sekitarnya (misalnya masyarakat) harus mendapat perhatian peneliti.

  1. Etidaksesuaian ini dalam penelitian kualitatif tetap diakui sebagai informasi yang penting dalam penelitian.
  2. Misalnya: peneliti ingin mengetahui sikap penduduk desa terhadap pembangunan pabrik nuklir.
  3. Studi awal menunjukkan kecenderungan masyarakat menolak pembangunan pabrik tersebut.
  4. Namun dalam sesi wawancara mendalam diperoleh bahwa salah satu informan menyambut baik rencana pembangunan nuklir di desanya.

Sikap informan ini tentu saja bertentangan dengan sebagian besar masyarakat. Dalam penelitian kualitatif, hal ini merupakan temuan informasi yang “berharga” meskipun bertentangan dengan pandangan masyarakat. Validitas Internal adalah karakteristik data yang menyatakan bahwa data diperoleh dengan sumberdaya yang memenuhi standar meliputi petugas, alat, dan metodologi.

  • Dalam penelitian kualitatif peran peneliti menjadi titik sentral dalam kualitas pengumpulan data sehingga dikatakan bahwa “peneliti merupakan instrumen penelitian”.
  • Meskipun penelitian kualitatif membutuhkan sumberdaya lain seperti alat perekam suara/gambar, dan metode pengumpulan data (wawancara mendalam, FGD, dsb), akan tetapi penggunaannya membutuhkan campur tangan peneliti yang sangat besar.

Penggunaan kata “sebaiknya” menunjukkan syarat tersebut dalam penelitian kualitatif tidak mutlak diterapkan Jenis triangulasi dalam penelitian kualitatif: triangulasi data, sumber, teori, waktu, dan metode. Karakteristik Data Penelitian Kualitatif Karakteristik utama data penelitian kualitatif adalah berbentuk narasi/kata-kata, suara/gambar, dan dokumentasi.

  • Dengan demikian data/informasi dalam penelitian kualitatif memiliki karakteristik sebagai berikut: subyektif, tidak representatif, tidak memperhatikan kesalahan baku, dan mengutamakan kontekstual.
  • Data penelitian kualitatif memiliki karakteristik sub yektif karena data/informasi dikumpulkan dari informan yang jumlah dan pemilihannya tidak dilakukan secara acak/random.
You might be interested:  Bagaimana Cara Membuat Rancangan Produk Kerajinan Bahan Limbah Lunak?

Informan dalam penelitian kualitatif dihitung dan dipilih berdasarkan keinginan peneliti berdasarkan permasalahan penelitian yang diambil. Dengan demikian subyektivitas informasi tidak terhindarkan. Namun subyektivitas tersebut dalam penelitian kualitatif sangat dibutuhkan karena tujuan dari penelitian tersebut adalah mencari atau mendapat informasi yang mendalam terhadap suatu kondisi/fenomena.

  1. Pertanyaan pada pedoman wawancara mendalam didesain tidak terstruktur dan sedemikian rupa sehingga peneliti mendapat informasi yang mendalam dari satu subyek.
  2. Arakter data/informasi tidak representatif menunjukkan bahwa penelitian kualitatif tidak bertujuan mencari generalisasi terhadap populasi seperti halnya penelitian kuantitatif.

Sama seperti karakter di atas hal ini disebabkan penentuan jumlah dan pemilihan informan bersifat non-random. Hasil dari penelitian kualitatif tidak bermaksud menggambarkan secara umum kondisi suatu masyarakat berdasarkan informan terpilih, melainkan peneliti mendapat jawaban terhadap satu kondisi pada sebagian orang.

  • Diharapkan masyarakat luas memetik pelajaran dari jawaban fenomena yang terjadi.
  • Misalnya: studi kasus tentang penerapan pelayanan kesehatan kerja di sebuah perusahaan di wilayah Jakarta Barat.
  • Hasil studi tidak melakukan generalisasi bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan kerja di seluruh perusahaan di Jakarta Barat sesuai dengan informasi yang didapat.

Hasil studi yang diperoleh adalah kondisi dan situasi secara mendalam tentang implementasi pelayanan kerja di sebuah perusahaan, dan diharapkan perusahaan lain di wilayah Jakarta Barat mendapatkan informasi atau pelajaran jika ingin menerapkannya. Penelitian kualitatif tidak memperhatikankesalahan baku dari data/informasi yang diperoleh, karena penelitian ini tidak melakukan uji hipotesis untuk membuktikan dugaan peneliti berdasarkan teori yang ada.

Rancangan langkah-langkah penelitian?

Rancangan penelitian terdiri dari langkah – langkah berikut: Menentukan masalah yang akan diteliti Studi pendahuluan Merumuskan masalah Merumuskan anggapan dasar Memilih pendekatan Menentukan jenis dan sumber data.

Mengapa kita harus membuat rancangan penelitian?

Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti hendaknya membuat rancangan penelitian terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan agar penelitian dapat berjalan dengan baik. Rancangan penelitianbiasanya berisi tentang susunan data penelitian, biasanya dihasilkan dan dikumpulkan melalui instrumen pengumpulan data, observasi maupun dokumentasi.

  1. Manfaat menyusun rancangan penelitian adalahdapat berfungsi sebagai batas sebuah penelitian.
  2. Ini berhubungan dengan tujuan penelitian.
  3. Apabila tujuan penelitian tidak dirumuskan dengan jelas, maka penelitian yang akan dilakukan tidak akan menemukan pangkal atau ujungnya.
  4. Jadi, jawaban yang tepat adalah C – Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti hendaknya membuat rancangan penelitian terlebih dahulu.

Hal ini dikarenakan agar penelitian dapat berjalan dengan baik. Rancangan penelitian biasanya berisi tentang susunan data penelitian, biasanya dihasilkan dan dikumpulkan melalui instrumen pengumpulan data, observasi maupun dokumentasi. Manfaat menyusun rancangan penelitian adalah dapat berfungsi sebagai batas sebuah penelitian.

Mengapa seorang peneliti perlu membuat rancangan penelitian terlebih dahulu?

Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti hendaknya membuat rancangan penelitian terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan agar penelitian dapat berjalan dengan baik. Rancangan penelitianbiasanya berisi tentang susunan data penelitian, biasanya dihasilkan dan dikumpulkan melalui instrumen pengumpulan data, observasi maupun dokumentasi.

Manfaat menyusun rancangan penelitian adalahdapat berfungsi sebagai batas sebuah penelitian. Ini berhubungan dengan tujuan penelitian. Apabila tujuan penelitian tidak dirumuskan dengan jelas, maka penelitian yang akan dilakukan tidak akan menemukan pangkal atau ujungnya. Jadi, jawaban yang tepat adalah C – Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti hendaknya membuat rancangan penelitian terlebih dahulu.

Hal ini dikarenakan agar penelitian dapat berjalan dengan baik. Rancangan penelitian biasanya berisi tentang susunan data penelitian, biasanya dihasilkan dan dikumpulkan melalui instrumen pengumpulan data, observasi maupun dokumentasi. Manfaat menyusun rancangan penelitian adalah dapat berfungsi sebagai batas sebuah penelitian.