Prisai tradisional Kalimantan Barat

5 Senjata Tradisional Kalimantan Barat dan Penjelasannya

Senjata tradisional Kalimantan Barat – Dalam artikel kali ini masih akan membahas mengenai senjata tradisional yang pada artikel sebelumnya kita sudah membahas senjata tradisional asal Kalimantan Tengah. Untuk kali ini kita akan membahas senjata tradisional dari Kalimantan Barat.

Walaupun sama-sama dari Kalimantan, ternyata senjata tradisional dari masing-masing Kalimantan tidak semuanya sama. Untuk itu, langsung saja disimak pembahasan lengkapnya dibawah ini.

1. Senjata Tradisional Kalimantan Barat – Sipet / Sumpit

Sipet Kalimantan Barat
Sumber : 3.bp.blogspot.com

Sipet atau sumpitan ini terbuat dari batang kayu yang keras berdiameter 2-3 cm dengan panjang kira-kira 1.5 m – 2.5 m dan bagian tengahnya dilubangi dengan diameter lubang sekitar ¼ – ¾ cm yang berfungsi sebagai laras untuk meluncurkan dan menembakan anak sumpit atau disebut ‘damek’.

‘Damek’ sendiri terbuat dari bambu yang ujungnya diberi racun atau bisa dari getah pohon ipuh atau pohon Iren yang mereka sebut ‘Ipu’. Konon bisa / racun tersebut sangat mematikan dan belum ada penawarnya.

Menurut cerita tetek tatum (cerita turun-temurun), ipuh atau racun dari anak sumpit ini dapat melumpuhkan seekor beruang dan harimau dalam waktu kurang lebih 10 menit dengan tingkat akurasi tembak mencapai jarak 200 meter ketika berburu oleh suku Dayak pedalaman. Wow.

2. Senjata Tradisional Kalimantan Barat – Lonjo / Tombak

Lonjo atau Tombak Kalimantan
Sumber : hwww.indonesiakaya.com

Tombak merupakan senjata tradisional yang biasa dipakai untuk berburu dan juga berperang oleh tentara-tentara nusantara karena pada waktu itu kurangnya bahan besi untuk membuat pedang. Bagian tombak yang terdiri dari tongkat sebagai pegangannya dan kelapa tombak atau mata yang tajam yang diperkeras dan dibuat runcing dengan bahan lain.

3. Senjata Tradisional Kalimantan Barat – Perisai / Telawang

Prisai Kalimantan Barat
Sumber :
4.bp.blogspot.com

Perisai atau telawang terbuat dari bahan kayu, kulit binatang atau tempurung kura-kura. Memiliki ukuran panjang 1-2 meter dan lebar 30-50 cm. Untuk dibagian luar atau bagian depan dibuat sebuah ukiran atau lukisan yang memiliki makna tertentu. Dan bagian dalam atau belakang terdapat sebuah tempat pegangan.

Perisai yang memiliki fungsi sebagai penahan dari segala kerusakan dan serangan dari lawan seperti pedan dan anak panah ini biasanya didampingkan oleh senjata lain semisal pedang, gada ataupun tombak.

4. Senjata Tradisional Kalimantan Barat – Mandau

Mandau Kalimantan Barat
Sumber :
4.bp.blogspot.com

Mandau mempunyai nama asli yaitu “Mandau Ambang Birang Bitang Pono Ajun Kajau” selalu dirawat oleh pemiliknya dengan baik karena dianggap kramat. Batu-batuan yang sering dipakai sebagai bahan dasarnya yaitu ; Batu Mujat, Batu Sanaman Mantikei, dan Batu Montalat.

Mandau merupakan senjata tradisional asli Kalimantan dan juga merupakan senjata turun-temurun yang dianggap sebagai senjata keramat dan mempunyai nilai religius. Bentuknya yang panjang dan terdapat sebuah ukiran dari emas, perak, dan tembaga, juga dihiasi dengan bulu burung bahkan rambut manusia.

5. Senjata Tradisional Kalimantan Barat Dohong / Duhung

Senjata Tradisional Duhung
Sumber : 1.bp.blogspot.com

Dohong merupakan senjata tradisional yang mirip keris akan tetapi memiliki ukuran lebih besar dan tajam sebelah menyebelah. Atas atau hulunya terbuat dari tanduk dan sarungnya terbuat dari kayu.

Dohong sebagai senjata yang digunakan oleh masyarakat Kalimanta untuk berburu dan bercocok tanam ini hanya boleh digunakan oleh Raja-raja atau kepala suku tersebut. Dohong atau duhung ini konon merupakan senjata tertua suku Dayak.

Demikianlah pembahasan singkat, padat dan jelas mengenai senjata tradisional Kalimantan Barat yang mudah-mudahan menambah wawasan kita. Semoga bermanfaat dan agar lebih bermanfaat kamu bisa like dan share ke teman-teman yang lain ya.

Leave a Comment