3 Senjata Tradisional Jawa Barat Warisan Prabu Siliwangi

Senjata Tradisional Jawa Barat – Senjata tradisional pada zaman dulu memang sangat dibutuhkan, selain sebagai senjata untuk melindungi diri dari musuh, juga berfungsi sebagai senjata untuk berburu dan mempertahanka hidup. Karena zaman belum se-maju zaman sekarang, untuk bertempur pun para pahlawan Indonesia menggunakan senjata tradisional sebagai alat tempur mereka.

Dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai senjata tradisional yang berasal dari Jawa Barat.

Baca Juga :

4 Senjata Tradisional Jawa Timur | Celurit Yang Melegenda

Sejarah, Pembuatan, dan Jenis Senjata Tradisional Jawa Tengah

7 Senjata Tradisional Bali Beserta Sejarah dan Penjelasannya

Senjatara tradisional yang khas dari Jawa Barat sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Senjata tradisional yang umumnya digunakan sebagai senjata untuk berburu, berladang dan mempertahankan diri dari musuh, saat  ini senjata tradisional lebih berfungsi sebagai suatu identitas bangsa yang menjadi kekayaan budaya.

Tidak hanya itu saja, beberapa senjata tradisional juga mempunyai falsafah yang tersirat dibalik fisiknya yaitu sebagi senjata / perkakas. Nah, salah satu senjata tradisional Jawa Barat yang paling dikenal yaitu kujang. Karena menjadi sebuah simbol daerah khas Jawa Barat. Lalu apa sajakah senjata tradisional selain kujang yang khas dari Jawa Barat, simak pembahasannya berikut ini.

1. Senjata Tradisional Jawa Barat – Kujang

Kujang Jawa Barat
Sumber : 2.bp.blogspot.com

Kujang merupakan senjata tradisiona dan simbol khas daerah Jawa Barat ini mempunyai bentuk yang sangat unik. Memiliki panjang 20-25 cm, terbuat dari bahan besi, baja serta bahan pamor (baja putih yang terdapat pada bilah keris).

Kujang pertama kali dibuat pada abad ke 8 dan 9, akan tetapi ada beberapa pihak yang menyatakan bahwa kemungkinan senjata tradisional kujang ini telah digunakan sebelum itu, yang mendasarkan pada kemungkinan teoritis terhada dari bentuk kujang itu sendiri.

Senjata kujang ini menggambarkan ketajaman dan daya kritis di dalam kehidupan. Selain itu, kujang ini juga merupakan sebuah senjata yang melambangkan keberanian dan kekuatan dalam melindungi kebenaran. Kujang menjadi sebuah ciri khas baik dalam senjata, hiasan, alat pertanian ataupun sebagai cindera mata.

Karena kujang memiliki beberapa varian bentuk dan ragamnya, kujang dibedakan menjadi beberapa macam, diantaranya;

  • Kujang Ciung (kujang yang bentuknya seperti burung ciung)
  • Kujang Jago (kujang yang bentuknya seperti ayam jago)
  • Kujang Kuntul (kujang yang bentuknya seperti burung kuntul)
  • Kujang Bangkong (kujang yang bentuknya seperti bangkokng (kodok))
  • Kujang Naga (kujang yang bentuknya seperti ular naga)
  • Kujang Badak (kujang yang mempunyai bentuk seperti badak);dan
  • Kudi (perkakas yang bentuknya seperti kujang tetapi agak kurus).

Kemudian jika dilihat dari fungsinya, kujang dapat dibedakan juga menjadi beberapa macam, diantaranya;

  • Kujang sebagai pusaka (melambangkan keagungan dari seorang raja ataupun pejabat kerajaan)
  • Kujang sebagai pakarang (kujang yang berfungsi sebagai senjat perang)
  • Kujang sebagai pengarak (kujang sebagai alat upacara);dan
  • Kujang pamangkas (kujang yang berfungsi sebagai alat / perkakas dalam pertanian, menebang tanaman dan nyacara).

Bagian-bagian dari kujang (kujang yang tergolong lengkap), yaitu:

Bagian-bagian senjata kujang
Bagian-bagian Kujang Jawa Barat
  • Papatuk kujang atau congo, adalah bagian ujung yang runcing dan digunakan untuk menoreh atau mengcungkil.
  • Eluk kujang atau siih, adalah lekukan-lekukan pada bagian badan kujang yang fungsinya untuk mencabik-cabik tubuh musuh.
  • Waruga kujang adalah badan/tubuh pada wilayah kujang.
  • Mata kujang adalah lubang-lubang kecil yang terdapat pada waruga kujang yang jumlahnya bervariasi, 5 sampai 9 lubang. Tetapi ada juga kujang yang tidak mempunyai mata (tidak berlubang) yaitu kujang buta.
  • Tonggong kujang, adalah sisi tajam pada bagian punggung kujang.
  • Tadah kujang, adalah lengkungan kecil di bagian bawah perut kujang.
  • Paksi kujang, yaitu bagian ekor kujang yang berbentuk lancip.
  • Selut kujang, adalah ring atau cincin yang dipasang di ujung gagang kujang.
  • Combong kujang, adalah lubang yang terdapat di bagian gagang kujang.
  • Ganja atau landaian kujang adalah sudut runcing yang mengarah ke ujung kujang.
  • Kowak atau sarung kujang, adalah sarung kujang yang terbuat dari kayu samida dan mempunyai wangi khas serta dapat menambah daya magis pada kujang; dan
  • Pamor pada kujang berbentuk garis-garis (sulangkar) dan bintik-bintik (tutul) yang sudah tergambar pada waruga kujang. Fungsi dari sulangkar dan tutul selain menambah nilai artistik juga berfungsi untuk menyimpan racun.

2.  Senjata Tradisional Jawa Barat – Baliung

Senjata tradisional Baliung
Sumber : kaneron.files.wordpress.com

Baliung atau kampak merupakan senjata tradisional yang digunakan untuk menebang pohon besar dan sebagai salah satu perkakas untuk membangun rumah. Gagangnya terbuat dari kayu yang agak panjang yaitu sekitar 30-35 cm.

Tenaga yang digunakan ketika menggunakan baliung ini membutuhkan tenaga yang besar dari pada bedog, karena pada bagian pangkal, baliung terbuat dari besi baja yang lebih besar dan tebal.

3. Senjata Tradisional Jawa Barat – Bedog

Senjata Bedog jawa barat
Sumber : 2.bp.blogspot.com

Senjata tradisional selanjutnya yaitu bedog. Bedog merupakan senjata tradisional berupa pisau yang berukuran lebih besar (golok) yang fungsinya sebagai pemotong (tuktak-teukteuk), menebang pohon (nuar), menebang kayu, menyembelih dan memotong hewan juga sebagai peralatan untuk bekerja di kebun.

  • Bedog secara umum dibedakan menjadi beberapa jenis bedog yang didasarkan pada fungsinya, antara lain:
  • Bedog gagaplok yang berfungsi untuk menyabit atau memotong di kebun.
  • Bedog pameuncitan digunakan untuk menyembelih hewan.
  • Bedog pamoroan yaitu bedog yang digunakan untuk berburu.
  • Bedog jonggol /hambalan digunakan untuk mengupasa kelapa.
  • Bedog pamugeulan berfungsi untuk menebang poho-pohon.
  • Bedog sotogayot (nyisit awi pibilikeun) berfungsi untuk memotong bilah bambu atau material lainnya.

Bedog juga memiliki varian ukuran. Ada yang berukuran panjang 30-40 cm. ada juga yang berukuran panjang kurang dari 30 cm. bagian-bagian bedog antara lain :

  • Perah ( gagang bedog)
  • Wilah (bilah) yaitu bagian utama dari bedog yang terbuat dari bahan besi dan baja. Wilah ini biasanya terdiri dari bagian buntuk paksi (pangkal bedog yang ditancapkan pada gagang.
  • Beuteung (bagian tajam bedog).
  • Tonggong bedog (bagian tumpul pada bedog).
  • Ujung wilah (congo); dan
  • Serangka bedog (sarung bedog).

Selain dari 3 senjata tradisional Jawa Barat di atas, masih banyak lagi beberapa senjata tradisional yang digunakan oleh masyarakat sunda Jawa Barat ini. sebagaimana yang sudah tercatat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian : senjata sang Prabu ialah; pedang, pamuk, golok, abet (pecut), peso teundeut dan keris.

Sementara senjata orang tani yaitu: kujang, baliung, kored, patik, dan pisau sadap. Dan senjata sang pendeta ialah: peso raut, kala katri, peso dangdang, pakisi dan pangot.

Demikian pembahasan lengkap mengenai senjata tradisional Jawa Barat yang semoga bisa menambah pengetahuan. Mudah-mudahan bermanfaat, jangan lupa untuk like, share dan komen. Terimaksih telah berkunjung. Hatur nuhun…

2 thoughts on “3 Senjata Tradisional Jawa Barat Warisan Prabu Siliwangi

  1. wuih keren nih senjatanya jd pengen punya semuanya 😀 tapi pas liat kantong lagi tipis jd nyimak aja ya gan 🙂 salam kenal saya dari Bagitau.id

Leave a Comment