On The Way ke Sintesa

Hari ini, hatiku terasa di penuhi dengan berbagai macam perasaan, senang, semangat dan juga sedih meninggalkan keluarga dan kampung halaman tercinta. Terasa sedih memang namun ini sudah menjadi jalan dan takdir hidup ku. Dengan niat hijrah untuk menuju yang lebih baik.

pexels-photo (1)
pexels.com

PERSIAPAN SEGALANYA

Hari senin tanggal 08 Agustus 2016 tepat jam 04.30 pagi, saya bangun untuk bersiap-siap berangkat solat subuh berjamaah ke mesjid. Mata terasa begitu berat sekali untuk di buka badan terasa lemas dan malas (mungkin akan terasa nikmat jika kembali menarik selimut dan tidur) jawab dalam hati saya .

subuh10
syahida.com

Karena solat adalah kewajiban dan juga besar pahalanya apabila solat berjamah, walaupun dalam keadaan masih mengantuk saya lawan rasa malas dan godaan kemudian pergi kemesjid. Tentu nanti di pesantren Sintesa bangun subuh dan solat berjamaah akan menjadi rutinitas dilakukan setiap hari.

Dua rakaat telah saya laksanakan kemudian saya pulang dan kembali tidur ada baiknya jika tidak tidur setelah subuh, ya mungkin sudah jadi kebiasaan saya setelah solat subuh kembali tidur.

MEMPERSIAPKAN PERLENGKAPAN 

Kemudian  jam tujuh saya di bangunkan oleh ibu saya untuk sarapan dan bersiap siap mempersiapkan perbekalan karena akan berangkat ke jawa timur untuk pesantren di sintesa. Begitu pun dengan orang tua dan kakak saya yang akan ikut mengantarkan ke stasiun kiaracondong.

pexels-photo-57750
pexels.com

Sebenarnya agak ragu juga ketika saya di terima di sintesa dan berangkat ke jawa timur, karena sebelumnya saya sudah bekerja di salah satu perusahaan di purwakarta.

Karena dalam hati saya sudah niat ingin mempernaiki diri dan ingin sekali mondok juga belajar blogging di sintesa rasa ragu itupun saya coba hilangkan karena saya pernah mendengar dari seorang ustadz bahwa apabila kita meninggalkan sesuatu untuk yang lebih baik dan halal akan allah ganti sesuatu tersebut dengan yang lebih baik pula.

Akhirnya dengan semangat membara, keputusan saya sudah bulat, langsung mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.

Tak terasa waktu pun sudah siang sekitar jam sebelas, perbekalan sudah siap dan segala peralatan nya seperti tas, laptop dan juga semangat, semangat menjadi yang lebih baik sudah mantap. Kemudian azan dzuhur berkumandang saya pun bergegas untuk bersiap solat ke masjid.

Kemudian setelah solat dzukur saya mampir dulu ke rumah saudara dan tetangga untuk pamitan dan minta doa. Sedih juga meninggalkan kampung halaman tercinta untuk mondok di jawa timur. Sebenarnya ada juga niat saya kenapa pergi mondok ke pesantren sintesa tidak yang dekat sama rumah saja.

SINTESA
sintesa.net

ALASAN SAYA MONDOK DI PESANTREN SINTESA

Mungkin karena di sintesa selain mondok juga di ajarkan bisnis online, saya juga bercita cita ingin berjualan online atau bisnis online dengan itu saya dapat mengajak saudara, teman, maupun saudara yang masih menganggur untuk kerja paruh waktu dengan saya, ya intinya ingin meningkatkan ekonomi di kampung.

Karena dengan niat ingin berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik itu pun yang menjadi alasan saya untuk mondok di pesantren Sintesa. Saya yang tadinya main laptop hanya untuk main game saja entar kalau sudah lulus bisa berbisnis online, dan bisa menjadi penghasilan juga dari menggunakan laptop.

Segala keperluan untuk mondok sudah siap, orang tua dan kakak sudah siap juga kemudian kami pun berangkat ke stasiun plered menuju stasiun kiaracondong.

PERJALANAN KA
blog.reservasi.com

Alhamdulilah kami pun sampai dengan selamat di stasiun kiaracondong sekitar jam empat sore. Kemudian mencari tempat duduk untuk menunggu kereta yang akan berangkat jam delapan malam.

MENUNGGU KEBERANGKATAN KERETA JAM 8 MALAM

Kemudian kami cari tempat duduk untuk menunggu keberangkatan kereta jam 8 malam.

advent-1577139_1280
pixabay.com

Akhirnya waktu sudah magrib dan saya pun sholat bersama ayah dan solat isa juga. Setelah solat saya bersiap siap untuk naik kereta dan mengemasi barang barang agar tidak ada yang ketinggalan.

Masyaallah baru pamit dan meninggalkan keluarga satu tahun aja sedihnya luar biasa, bagaimana kalau ditinggal untuk selamanya. Mau bagaimana lagi itu sudah menjadi keputusan saya, kemudian saya pun pergi menuju kereta tujuan madiun sendiri karena keluarga cuma nganter sampai stasiun kiaracondong saja.

Setelah masuk kereta saya pun mencari tempat duduk sesuai dengan no dari tiketnya . Meskipun saya berangkat di hari senin ternyata banyak juga yang naik kereta. Kemudian saya kemas kemas barang dan menyimpannya di atas kursi kereta, duduk tenang dan menunggu tiba si stasiun madiun kira kira selama 12 jam.

man-person-people-train
pexels.com

 

 

1 thought on “On The Way ke Sintesa

Leave a Comment