selalu kompak

In Memoriam

last post
tapsbugler.com

Kali ini saya akan memposting  artikel yang terakhir seputar pengalaman pribadi saya. Untuk selanjutnya saya akan memposting artikel yang unik dan bermanfaat, jadi untuk semuanya stay on terus ya di Disiniaja.net.

Once Upon  a Time

Kita mundur lagi ke belakang sekitar 10 tahun yang lalu, ini ketika saya dan teman saya di kampung yang dulunya kita getol mengaji, dari mulai ngaji subuh, dzuhur dan magrib kami selalu hadir di majlis ta’limdan masjid.

mengenang masa lalu
www.syracusenewtimes.com

Saking getol dan kompaknya, kami saling menjemput ke masing-masing rumah kami agar semua ikut mengaji, dan itu dilakukan setiap hari setiap subuh. Ada masih tidur kami bangunkan dan kami tunggu agar berangkat bersama-sam ke pengajian.

Masa Kecil Terindah

Pokoknya itu adalah masa terindah dalam hidup saya karena serasa bahwa kita saudara sendiri, seiman dan seislam, masyaAllah.  Kalau saja jaman itu bisa diputar kembali, ingin rasanya merakan kembali kekompakan kami dalam hal kebaikan tadi.

masa kecil terindah
literainterest.blogspot.com

Tak hanya di luar pengajian, di dalam pengajian pun kami selalu kompak dan seru pastinya. Kami merekomendasikan kepada guru kami agar siapa aja diantara kami tidak hadir atau tidak shalat lima waktu maka ganjarannya harus di cepret di telapak tangan (kalau bahasa Indonesianya itu dipukul) pake sapu lidi tapi cuman 1 batang kok gak semuanya. Haha

Berbeda dengan jaman sekarang, mental kami lebih kuat. Kenapa ? lihat saja kasus-kasus sekarang cuman gara-gara dibentak, dimarahi sama gurunya, lapor orang tua, lapor polisi, masyaAllah. Untuk kami, dimarahi, dicepret­ itu sudah biasa karena itu sebagai pembelajaran bagi kami.

selalu kompak
pexels.com

Seusai ngaji subuh kami semua sering ke warung makan nasi uduk bareng-bareng kalau untuk hari libur kami kerja bakti membersihkan majlis ta’lim, karena dulu kita masih terbilang anak-anak tak jarang saat membersihkan majlis sambil main sorodotan. Haha, yang penting kan bersihnya.

Satu Persatu Berguguran

Waktu kian berlalu tentu kami tidak akan jadi anak-anak terus ada saatnya jadi ABG juga kan. Ketika kamu mulai menginjak SMP satu persatu teman kami berkurang, tak tahu kenapa entah salah pergaulan atau apa semenjak disitu kami jadi jarang mengaji lagi dan sejak saat itu ada masalah antara pimpinan guru kami. Yang dulunya satu majlis ta’lim sekarang menjadi dua majlis ta’lim yang berbeda.

akibat pergaulan
pexels.com

MasyaAllah pergaulan memang sangat berpengaruh terhadap kita, sangat disayangkan sekali yang dulunya kami rajin ngaji, sekarang pada lupa diri. Bahkan beberapa teman saya ini pernah nyoba yang haram. Astagfirullah.

Tidak ada yang perlu disalahkan do’akan saja mereka, karena kita tidak tahu,mungkin yang buruk itu lebih baik dari kita.

Tetap Bersyukur Dan Saling Mendoakan

Untuk saya, alhamdulilah bertahan sampai kelas 3 SMP, setelah masuk SMK saya agak jarang ngaji ke majlis, berhenti juga deh akhirnya. Ngajinya tetap cuman ganti tempat aja, jadi di rumah. Karena di rumah ada ustadz lho, itu di tv banyak channel-channel islam.

saling mendoakan
celoteh4ti.wordpress.com

Tapi untuk alhamdulilah tidak terbawa arus pergaulan yang rusak, saya lebih suka bergaul dengan orang pinter dan agak alim biar kebawa baik juga. Melihat teman saya yang pergaulannya rusak, ya sekarang kerasanya, karena pergaulan tersebut sekolahnya gak bener, sifat dan akhlaknya juga ya begitulah.

Sekarang pasti terasa perasaan menyesal, ya mau gimana lagi nasi sudah menjadi bubur. Insyaf aja insyaf karena rahmat Allah itu luas kan. Jangan merasa bahwa kita itu sendiri, berdoa kepada Allah inyaAllah dikabulkan, asalkan jangan memakan atau minum yang haram karena akan tertolak do’a kita.

terus menuntut ilmu
pexels.com

Karena menuntut ilmu itu gak ada batasnya selama nafas masih ditenggorokan menuntu ilmu adalah kewajiban bagi seorang muslim.

 

Leave a Comment