Contoh sap

Contoh SAP (Lengkap) dengan Pengertian dan Tahap Penyusunannya

Contoh sap – Dalam kesempatan kali ini, akan saya buat artikel mengenai satuan acara penyuluhan / pembelajaran (SAP) untuk mahasiswa ataupun bagi siapapun yang membutuhkannya. Dengan dibuatnya artikel ini, diharapkan dapat membantu menyelesaikan suatu pekerjaan (tugas) ataupun masalah dalam sebuah kelompok ataupun masyarakat dengan sangat baik.

Untuk itu, sebelum membahas lebih dalam lagi, kita ketahui terlebih dahulu mengenai pengertian, cara membuat, tahap-tahap pembuatan, hingga contoh sap yang akan dibahas secara lengkap.

Contoh sap

Pengertian  SAP

Merupakan kegiatan penyuluhan kesehatan, ataupun topik lainnya yang sedang gencar dilakukan upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan bisa mencegah penyakit yang menular ataupun berbahaya.

Dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesehatan, maupun promosi kesehatan, perlu dibuat dan disusun SAP (Satuan Acara Penyuluhan) agar mempermudah perencanaan kegiatan yang akan dilakukan oleh penyuluh dan juga berfungsi sebagai acuan bagaimana acara tersebut dapat berjalan dengan baik. Selain itu SAP juga dapat berfungsi untuk mempermudah dalam pelaksanaan kegiatan acara yang akan dilaksanakan.

SAP Adalah?

SAP adalah seperangkat acara penyuluhan yang akan diselenggarakan dengan mempersiapkan topik yang akan dibahas, menentukan tempat sebagai media penyampaian, sasaran yang menjadi sebuah permasalahan (sebuah kelompok ataupun masyarakat).

Menentukan pemateri yang sudah faham dan mengetahui akan mempermasalahan yang akan dibahas, dan menentukan konsep acara supaya bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana.

Kepanjangan SAP

Kepanjangan SAP yaitu Satuan Acara Penyuluhan, atau dalam perusahaan Sistem Aplication and Produk, atau untuk perkuliahan SAP yaitu Sistem Acara Perkuliahan, tapi yang akan dibahas dalam artikel yaitu mengenai SAP = Satuan Acara Penyuluhan, dan perkuliahan beserta dengan contoh sap.

Tahap-Tahap Penyusunan  SAP ( Satuan Acara Penyuluhan )

Tahan Penyusunan SAP

Kegiatan penyuluhan merupakan tahap yang dilakukan oleh penyuluh ataupun pemateri dan peserta penyuluhan, masyarakat atau sebuah kelompok untuk mengetahui perkembangan kesehatan di lingkungan mereka. Materi penyuluhan yang akan disampaikan tersebut, dibatasi oleh pokok bahasan dan subpokok bahasan yang terdapat pada suatu SAP.

Tahap kegiatan terdiri atas tahap pendahuluan (introduction), tahap penyajian (presentation), dan tahap penutup (test and follow up). Berikut ini akan jabarkan secara singkat pengertian dari masing-masing tahap tersebut.

1. Tahap Pendahuluan

Tahap pendahuluan yaitu tahap awal atau tahap persiapan sebelum memasuki penyajian materi yang akan disuluhkan. Pada tahap ini, penyuluh menjelaskan secara singkat tentang materi yang akan diajarkan dan disampaikan dalam pertemuan tersebut, mengenai manfaat materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Hubungan materi dengan pengetahuan yang telah diketahui masyarakat, serta tujuan yang harus bisa dicapai oleh masyarakat pada akhir pertemuan.

Pada tahap ini dimaksudkan untuk mempersiapkan mental masyarakat supaya memerhatikan materi secara seksama dan sungguh-sungguh selama tahap penyajian. Tahap pendahuluan ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 10 menit atau 5% dari waktu penyuluhan.

2. Tahap Penyajian

Tahap penyajian yaitu tahap penyampaian materi atau kegiatan belajar mengajar yang utama dalam suatu pengajaran. Di dalamnya tercakup bagian-bagian sebagai berikut.

  1. Uraian (explanation), baik dalam bentuk verbal ataupun nonverbal seperti pada penggunaan grafik, gambar, model, benda sebenarnya (realita), dan demonstrasi gerak.
  2. Contoh dan non-contoh yang praktis serta dapat diterima, konkret dari uraian konsep.
  3. Latihan secara langsung merupakan praktik bagi masyarakat yang bagus untuk menerapkan konsep abstrak yang sedang dipelajari dalam bentuk kegiatan fisik. Sebagian besar (80-90%) dari waktu kegiatan penyuluhan digunakan dalam tahap penyajian ini.

3. Tahap Penutup

Tahap penutup yaitu tahap akhir dari suatu penyuluhan. Tahap ini meliputi 3 kegiatan, yaitu sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan tes hasil penyuluhan untuk dijawab atau dikerjakan oleh peserta penyuluhan.

Seringkali tes tersebut dilakukan secara tidak formal dan tidak tertulis, tetapi disampaikan secara lisan untuk dijawab atau dikerjakan oleh peserta penyuluhan yang ditunjuk sebagai contoh/sampel. Akan tetapi tes tersebut bisa juga dijawab atau dikerjakan oleh semua peserta didik dan dalam hal ini berarti akan menyita banyak waktu pengajaran.

  1. Umpan balik dari para peserta penyuluhan yang berupa informasi atau hasil tes.
  2. Tindak lanjut yang berupa petunjuk mengenai apa yang harus dilaksanakan atau dipelajari peserta penyuluhan selanjutnya, baik untuk memperdalam materi yang telah disampaikan dan dipelajari dalam pertemuan tersebut ataupun untuk mempersiapkan diri dari berbagai wabah penyakit yang menular di lingkungan masyarakat sekitar.

Dalam tahap penutup ini hanya membutuhkan waktu sekitar 10-20 menit saja dari pengajaran.

Dari uraian mengenai kegiatan penyuluhan tersebut, tampak bahwa di dalamnya terdapat komponen metode penyuluhan. Untuk menjelaskan suatu konsep yang abstrak , penyuluhan bisa menggunakan metode ceramah dalam penyampaian, sedangkan untuk memberikan contoh/sampel dalam bentuk kegiatan fisik, penyuluhan bisa menggunakan metode demonstrasi.

Itulah sebabnya, mengapa sebagian orang tidak mempraktekkan istilah metode penyuluhan ketika mereka sudah menggunakan istilah kegiatan penyuluhan.

  1. Media Dan Alat Penyuluhan

Media merupakan sarana yang digunakan untuk memberikan materi penyuluhan supaya dapat dilihat, dibaca, ataupun didengar oleh para peserta penyuluhan. Jenis media yang sering digunakan dalam pengajaran yaitu buku atau bahan cetak, foto, papan tulis, boneka simulasi, transparansi, ataupun proyektor (over head proyektor-OHP).

Di samping itu, kadang-kadang pemateri menggunakan slide pretsentasi dan proyektor LCD (LCD projector) serta kaset video dan pemutarnya (video set). Fungsi dari media tersebut supaya saat menyalurkan materi pengajaran kepada peserta penyuluhan dapat diterima secara cepat.

Alat penyuluhan merupakan benda yang digunakan dalam proses penyuluhan sehingga memungkinkan terjadinya suatu kegiatan penyuluhan. Contoh alat penyuluhan seperti; papan tulis, penggaris , alat-alat olah raga yang digunakan dalam pendidikan jasmani, serta kalkulator sebagai alat menghitung.

Benda-benda tersebut tidak sepenuhnya dimaksudkan untuk menyalurkan materi penyuluhan, tetapi untuk memudahkan penyuluhan dalam menyampaikan materi.

4. Evaluasi Dan Referensi

Evaluasi merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur hasil belajar peserta penyuluhan, setelah diberikan materi dalam penyuluhan. Alat ukur tersebut bisa berbentuk:

  1. Karangan (essay test)
  2. Tes objektif. Yang bertujuan instruksional dalam kawasan kognitif
  3. Tes kinerja (performance test). Yang bertujuan instruksional, dan mengandung kawasan psikomotor.

Cara pelaksanaan dapat berbentuk lisan ataupu tulisan untuk kawasan kognitif dan bentuk kerja (praktikum) bagi kawasan psikomotor.

Referensi merupakan buku atau bahan yang dijadikan sebuah acuan saat menyajikan materi dalam SAP.

Tujuan Dan Belajar SAP

Tujuan disusunnya satuan acara penyuluhan ( SAP ) ini, untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat dengan menggunakan metode penyusunan topik, tempat, pemateri, dan menentukan konsep dalam penyampaian supaya materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Sedangkan tujuan penyusunan SAP untuk mahasiswa yakni dapat menghasilkan lulusan dengan kompetensi tinggi yang sesuai dengan akademik, sehingga proses pembelajaran berjalan dengan lancar sesuai dengan akademik. Jadi sangat penting untuk belajar sap dengan upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.

Contoh SAP Diare


contoh dok diare
Disiniaja.Net

Download dokumen lengkapnya disini : Contoh SAP Diare.doxs

Latar Belakang

Diare masih merupakan masalah yang sering dialami dalam kesehatan masyarakat di negara berkembang. Di Indonesia sendiri, diare merupakan penyebab utama dari morbiditas dan mortalitas pada anak balita.

Menurut WHO, diare sudah membunuh 2 juta anak di dunia setiap tahunnya. Sedangkan di Indonesia sendiri menurut Surkesnas (2001) diare merupakan salah satu penyebab kematian kedua terbesar pada anak dan balita.

Berdasarkan data-data di atas, tidak bisa dipungkiri bahwa diare masih menjadi permasalahan dalam masyarakat khususnya keluarga di Indonesia hingga terkadang diare dianggap sebagai hal yang sepele. Padahal kalau tidak ditangani dengan cepat dan tepat diare akan mengancam nyawa bagi penderitanya.

Keluarga sebagai unit terkecil dari suatu masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam menanggulangi penyakit diare ini. Jika ada salah satu anggota keluarga yang terkena penyakit diare, maka dari keluarga tersebut yang harus memberikan pertolongan pertama kepada penderita.

Kurangnya informasi tentang cara pencegahan dan menanggulangi penyakit diare, serta kebersihan lingkungan ataupun makanan yang dikonsumsi, dan gaya hidup yang kurang bersih menjadi salah satu faktor penyebab penyakit diare.

Namun tidak semua keluarga paham dan yang mau melakukan perannya untuk menanggulangi penyakit diare ini dengan berbagai alasan, salah satunya ialah kurangnya informasi mengenai diare, juga cara penanganan pada penyakit ini.

Oleh karena itu, disusunnya satuan acara penyuluhan ini guna memberikan  informasi kepada masyarakat, khususnya untuk keluarga yang nantinya diharapkan bisa menambah pengetahuan keluarga terhadap penanganan penyakit diare. Sehingga keluarga mampu mengaplikasikan informasi yang telah didapat untuk mencegah terjadinya penyakit diare di keluarga.

Contoh SAP Hipertensi


SAP hipertensi
Disiniaja.Net

Download dokumen lengkapnya disini : Contoh SAP Hipertensi.doxs

Latar Belakang

Hipertensi yang merupakan tekanan darah tinggi, bersifat abnormal dan diukur setidaknya pada tiga kesempatan yang berbeda. Umumnya seseorang yang dikatakan Hipertensi yaitu jika tekanan darah seseorang lebih dari 140/90.

Jika tidak segera ditangani dengan baik, hipertensi dapat merupakan sebuah gejala meningkatnya darah yang dapat berpengaruh pada organ lain, seperti stroke untuk otak. Jika masyarakat umumnya tidak mengetahui informasi ini, bisa menjadi tingkat kematian lebih cepat.

Untuk itu perlunya disusun satuan acara penyuluhan untuk memberikan informasi kepada masyarakat ataupu sebuah kelompok, yang membahas tentang penyakit hipertensi secara mendetail memberitahu masyarakat bagaimana menangani penyakit hipertensi ini.

Contoh SAP Kebidanan


dokumen sap kebidanan
Disiniaja.Net

Download dokumen lengkapnya disini : Contoh SAP Kebidanan.doxs

Latar Belakang

Jadi isi materi dalam satuan acara penyuluhan kebidanan (kehamilan trimester 3) ini yaitu menjelaskan bagaimana periode pertumbuhan janin di dalam kandungan dalam rentang waktu sekitar 28-42 minggu. Dalam periode ini janin seorang ibu sedang dalam tahap penyempurnaan, dan akan semakin bertambah besar dan semakin besar hingga memenuhi seluruh rongga rahim.

Untuk itu hal-hal yang perlu diperhatikan dalam masa ini yaitu peningkatan berat badan dan tekanan darah si ibu, juga rasa ketidaknyaman dan aktifitas seksual. Sangat penting sekali disusunnya satuan acara penyuluhan ini, sebagai informasi kebada para ibu hamil.

Contoh SAP Asi Eksklusif


contoh latar belakang ASI Eksklusif
Disiniaja.Net

Download dokumen lengkapnya disini : Contoh SAP ASI Eksklusif.doxs

Latar Belakang

Mendapatkan ASI  atau Air Susu Ibu merupakan proses pemenuhan hak pertama yang harus diterima oleh seorang bayi yang baru lahir. Akan tetapi pada kenyataannya, hak dasar anak ini banyak yang belum terpenuhi.

Penyebabnya juga beragam, misalnya karena ASI ibu yang belum atau tidak keluar, kondisi ibu yang tidak memungkinkan untuk menyusui satu jam setelah melahirkan, maka bayi diberi susu formula sebagai pengganti ASI.

Alasan tersebut sering terjadi dan digunakan untuk tidak memberikan ASI ketika bayi baru lahir, sehingga mengakibatkan bayi tersebut tidak terpenuhi haknya. Hal ini juga banyak terjadi oleh anak lainnya di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Ketika hak pertama tidak diberikan atau tidak terpenuhi maka selanjutnya bisa berdampak pada pertumbuha anak yang tidak optimal.

Konvensi Hak Anak menyebutkan bahwa setiap anak itu mempunyai hak untuk hidup dan tumbuh berkembang secara optimal. Bayi yang diberikan ASI setelah satu jam dilahirkan, akan lebih terjamin ketahanan dan kelangsungan hidupnya.

Untuk mendukung hal itu, setiap perempuan juga mempunyai hak memperoleh pengetahuan dan dukungan yang mereka butuhkan dalam memberikan ASI kepada bayinya terutama ASI eksklusif, yaitu pemberian ASI saja pada bayi hingga usia 6 bulan.

Contoh Satuan Acara Perkuliahan


Contoh Satuan Acara Perkuliahan
Disiniaja.Net

Download dokumen lengkapnya disini : Contoh SAP Satuan Acara Perkuliahan.doxs

Masalah hipertensi ini bisa lebih buruk jika dibiarkan, karena bisa mempengaruhi pada orga-organ yang lain. Pasien tersebut bisa terkena stroke untuk otak.

Untuk itu perlu disusun satuan acara penyuluhan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat ataupu sebuah kelompok, supaya bisa menangani secara langsung penyakit hipertensi ini.

Contoh SAP Keperawatan

SAP Keperawatan
Disiniaja.Net

Download dokumen lengkapnya disini : Contoh SAP Keperawatan.doxs

Latar Belakang

Tuberkulosis yaitu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kuman batang tanhan asam ini bisa merupakan organisme patogen ataupun saprofit. Ada beberapa mikrobakteria patogen , tetapi hanya strain bovin dan human saja yang patogenik terhadap manusia. Basil tuberkel ini berukuran 0,3 x 2 hingga 4 μm, ukuran ini lebih kecil dari satu sel darah merah.

Tuberkulosis yang masih merupakan penyakit infeksi saluran napas ini yang paling sering di Indonesia. Keterlambatan dalam melakukan diagnosa dan ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan, akan mempunyai dampak yang besar karena pasien Tuberkulosis ini dapat menularkan penyakitnya pada lingkungan,sehingga jumlah penderita semakin bertambah.

Disusunnya satuan acara penyuluhan ini, diharapkan memberikan infomasi kepada masyarakan dan para keluarga sekitar, untuk segera melakukan diagnosa terhadap pasien yang sudah terkena bakteri tuberculosis (TBC), supaya tidak menular kepada masyarakat sekitar.

Contoh SAP KB (Keluarga Berencana)


SAP KB lengkap
Disiniaja.Net

Download dokumen lengkapnya disini : Contoh SAP KB.doxs

Latar Belakang

Sebelum menggelar KB ( keluarga berencana ), masyarakat sekitar diharapkan harus tahu terlebih dahulu mengenai bagaimana dampak dan manfaat menggunakan KB. Supaya tidak terjadi apapun kepada keluarga tersebut.

Dengan disusunnya satuan acara penyuluhan (SAP) ini, diharapkan bisa membantu menambah wawasan kepada masyarakat, terutama kepada remaja yang belum menikah, untuk memikirkan rencana setelah menikah. Seperti menggunakan KB atau tidak.

Karena ketika menggunakan KB, terdapat banyak manfaat dan tujuan khusus yang akan dirasakan oleh keluarga tersebut, tetapi tidak semua masyarakat tahu akan hal ini, jadi alangkah baiknya jika materi ini dibahas kepada masyarakat untuk terciptanya keluarga yang diinginkan.

Contoh SAP Kesehatan

Contoh SAP Kesehatan
Disiniaja.Net

Download dokumen lengkapnya disini : Contoh SAP Kesehatan Penyakit Asam Urat.doxs

Latar Belakang

Penyakit Asam Urat sekarang ini memang sudah menjadi sebuah penyakit yang sering kali di alami dan diderita oleh orang-orang yang berusia sekitar 30 tahun keatas. Akan tetapi jangan dianggap sepele penyakit ini. Karena asam urat penyakit yang ringan, tetapi jika lagi meradang, sungguh tidak bisa terbayangkan rasa sakit yang akan dirasakan oleh para penderitanya.

Penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana gejala, cara penanganan, ataupun obat yang bisa memberikan dan mengurangi rasa sakit ataupun mengurangi para penderita penyakit asam urat ini. Untuk itu disusunnya satuan acara penyuluhan ini diharapkan bisa mengurangi jumlah penderita penyakit asam urat.

Contoh SAP Imunisasi


Contoh SAP Imunisasi

Download dokumen lengkapnya disini : Contoh SAP Imunisasi.doxs

Latar Belakang

Berdasarkan data yang dimiliki oleh polindes di Dusun Magetan, presentase ibu yang mempunyai bayi dan balita di tahun 2016 mengalami peningkatan dari tahun-tahun  sebelumnya yaitu sebesar 25 %. Setelah dilakukannya survey ternyata penyebab utamanya yaitu kurangnya pengetahuan ibu mengenai manfaat imunisasi dan ketepatan dalam pemberian imunisasi.

Jadi itulah pembahasan lengkap mengenai pengertian, penyusunan dan contoh sap secara singkat dan lengkap. Semoga bermanfaat. Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara klik share dan komen ya. Terimakasih.

Leave a Comment