tata cara menyembelih hewan kurban

Tata Cara Menyembelih Unta Beserta Adab-adab Yang Harus Diperhatikan Dalam Menyembelih

Cara menyembelih unta – Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah. Sejatinya kita harus tau dahulu ilmu, sebelum melakukan sesuatu. Selain akan memudahkan kita dalam melakukan sesuatu tersebut dan juga akan mendapatkan hasil yang terbaik.Apalagi hal-hal yang menyangkut tentang syari’at agama.

Kita harus tau dan wajib mengetahui tentang ilmunya. Karena ketika kita melakukan sesuatu yang berhubungan dengan agama atau suatu amalan dan perbuatan, tanpa tahu ilmunya maka perbuatan tersebut akan tertolak.

Dalam hal ini saya akan memposting tata cara menyembelih hewan sesuai sunnah. Sangat disayangkan apabila kita tidak tahu tentang ilmu menyembelih sesuai syari’at walaupun orang lain yang melakukan, kita bisa menanyakan dan tahu si penjagal yang akan menyembelih hewan kurban kita.

Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Yang Sesuai Dengan Sunnah

Tata cara menyembelih ada dua cara :

1.  Dengan  Cara Nahr (نحر)

Yaitu cara menyembelih hewan dengan melukai bagian pangkal leher (tempat kalung). Cara ini hanya untuk cara menyembelih unta.

tentang menyembelih unta
via@pexels.com

Banyak hadits yang menjelaskan bagaimana cara menyembelih unta, diantaranya;

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat menyembelih unta dengan posisi kaki kiri depan diikat dan berdiri dengan tiga kaki. (HR. Abu Daud dan disahihkan Al-Albani).

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, menjelaskan ayat di atas, (untanya) berdiri dengan tiga kaki, sedangkan satu kaki kiri depan diikat. ( Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Haj: 36)

Lebih jelasnya bisa kalian lihat video tata cara menyembelih unta dengan cara nahr.

2. Dengan Cara Dzabh (ذبح)

Yaitu cara menyembelih hewan kurban dengan melukai bagian ujung leher (leher paling atas). Cara ini seperti cara umum menyembelih yang sering kita lihat di tempat kita, seperti menyembelih kambing, sapi, ayam dan lain sebagainya. Mungkin kita semua sudah tau dan sudah lumrah dengan cara dzabh ini, karena cara  dzabh inilah yang kita praktikkan dalam menyembelih hewan di tempat kita.

Kali ini kita akan membahas tata cara Dzabh, karena cara Dzabh ini adalah cara menyembelih yang umum dipraktikkan di tempat kita.

 

Adab-Adab Yang Perlu Di Perhatikan

Sebelum kita mengeksekusi hewan yang akan disembelih, mari kita lihat adab-adab dalam menyembelih itu sendiri supaya cara menyembelih hewan kurban kita sesuai sunnah dan tentunya diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

1. Yang Menyembelih Hendaknya Shohibul Kurban Sendiri

Jika dia mau dan mampu, lebih baik oleh yang berkurban itu sendiri. Apabila tidak mampu, bisa diwakilkan oleh orang lain, dan yang berkurban disyari’atkan ikut menyaksikan.

2. Menggunakan Pisau Yang Paling Tajam Dan Disembelih Dengan Cepat

Semakin pisau itu tajam, maka semakin baik dan untuk meringankan apa yang dialami hewan kurban. Berdasarkan hadits dari Syaddad bin Aus radhiallahu ‘anhu. Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

pisau yang tajam untuk menyembelih
via@pexels.com

3. Tidak Mengasah Pisau Di Depan Hewan Yang Akan Disembelih

Hewan juga punya perasaan kan, kita juga harus berbuat baik (ihsan) kepada hewan. Salah satunya dengan tidak mengasah pisau dihadapan hewan tersebut. Apalagi kalau lihat pisau yang mengkilap sangat tajam, karena akan menyebabkan hewan tersebut ketakutan sebelum disembelih.  Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma,

mengahasah untuk nyembelih unta
pexels.com

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seseorang yang meletakan kakinya di leher kambing, kemudian dia menajamkan pisaunya, sementara binatang itu melihatnya. Kemudian beliau bersabda yang artinya; “Mengapa engkau tidak menajamkannya sebelum ini ?! Apakah engkau ingin mematikannya sebanyak dua kali ?! (HR. Ath-Thabrani dengan sanad sahih).

4. Menghadapkan Hewan Ke Arah Kiblat

Hewan yang hendak disembelih dihadapkan ke kiblat pada posisi tempat organ akan disembelih (lehernya) bukan wajahnya. Karena itulah arah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. (Mausu’ah Fiqhiyah Kuwaitiyah, 21 : 196).

Jadi lebih tepatnya apabila ingin menghadapkan hewan ke arah kiblat dengan cara memposisikan kepala hewan ke arah Selatan, kakinya di Barat dan lehernya menghadap ke Barat.

5. Membaringkan Hewan Ke Sebelah Kiri Dan Memegang Pisau Dengan Tangan Kanan

Imam An-Nawawi mengatakan; terdapat beberapa hadits yang menjelaskan tentang membaringkan hewan (tidak disembelih dengan berdiri, pen.) kaum muslimin dan Para ulama sepakat dengan hal ini, bahwa cara membaringkan hewan yang benar yaitu dengan membaringkannya ke arah kiri.

cara menyembelih unta
via@www.aktual.com

Karena ini akan memudahkan penyembelih untuk memotong hewan dengan tangan kanan dan memegang lehernya dengan tangan kiri.(Mausu’ah Fiqhiyah Kuwaitiyah, 21 : 197).

Syeikh Ibnu Utsaimin juga mengatakan, “Hewan yang hendak disembelih dibaringkan ke sebelah kiri, sehingga memudahkan bagi orang yang akan menyembelih. Karena yang menyembelih akan memotong dengan tangan kanan, dan hewannya dibaringkan di lambung kiri. (Syahrul Mumthi’,  7 : 442)

6. Menginjakan Kaki Di Leher Hewan

Berdasarkan dalam hadits dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

cara mengijakan kaki
via@canva.com

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkurban dengan dua ekor domba. Aku melihat beliau meletakan kaki di leher hewan tersebut, kemudian membaca basmalah. (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Bacaan Ketika Akan Menyembelih

Ketika hendak menyembelih, diwajibkan membaca basmalah. Sebagaimana Allah berfirman,

baca bismillah saat menyembelih
via@canva.com

Janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. (QS. Al An’am : 121).

8. Dianjurkan Mengucapkan Tasmiyah (Basmalah Dan Takbir)

Jadi salah satu cara menyembelih hewan kurban yang Rasulullah ajarkan adalah ketika akan menyembelih disyari’atkan membaca “Bismillahi wallahu akbar“.

Berdasarkan hadits dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyembelih dua ekor domba bertanduk, kemudian beliau sembelih dengan tangannya, dan membaca basmalah beserta takbir. ( HR. Bukhari dan Muslim).

9. Ketika Akan Menyembelih Dianjurkan Menyebut Nama Orang Yang Berkurban Hewan ( Shohibul Kurban) Tersebut.

Ini bukan wajib ya, bacaan takbir dan menyebut nama yang berkurban hukumnya sunnah, sehingga kurban tetap sah meskipun tidak membaca takbir dan menyebut nama yang berkurban hewan tersebut.

Tetapi bagusnya kita membaca takbir dan nama yang berkurban, agar kita mendapat pahala sunnahnya, karena Rasul yang telah mencontohkan. InsyaAllah.

menyembelih unta
Disiniaja.Net

Setelah membaca tasmiyah, kemudian diikuti bacaan;

hadza minka wa laka. Atau hadza minka wa laka ‘anni atau ‘an fulan (disebtukan nama yang berkurban). Jika orang lain yang menyembelihnya berdo’a kepada Allah agar kurbannya diterima, dengan do’a, “Allahumma taqabbal minni atau min fulan (disebutkan nama yang berkurban/shohibul kurban).” (HR. Abu Dawud, no. 2795)

10. Pastikan Saluran Pernafasan Seperti Tenggorokan, Kerongkongan, Dua Urat Leher Telah Terpotong

syariat menyembelih
Disiniaja.Net

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “selama mengalirkan darah dan telah disebut nama Allah maka makanlah. Asal tidak menggunakan gigi dan kuku. ” (HR. Bukhari dan Muslim).

11. Tidak Boleh Mematahkan Leher Sebelum Hewan Tersebut Benar-Benar Mati

Tunggulah beberapa menit saja sebelum hewan tersebut benar-benar mati, karena apabila kita langsung mematahkan lehernya, ataupun menguliti sebelum hewan tersebut mati, akan menambah rasa sakit hewan kurban tersebut. Karena kita disyari’atkan untuk berbuat baik kepada hewan.

saat menyembelih hewan
via@metroterkini.com

Menurut para ulama, perbuatan seperti ini hukumnya dibenci. Dinyatakan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, “para ulama menegaskan makruh memutus kepala ketika menyembelih dengan sengaja.

Untuk fiqih Maliki, Khalil bin Ishaq mengatakan dalam Mukhtasar-nya, “Diantara yang makruh adalah secara sengaja memutus kepala”. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 93893).

Akan tetapi pendapat yang kuat bahwa hewan yang putus kepalanya ketika disembelih hukumnya halal. Adalah Imam Syafi’i mengatakan, ” Jika ada orang menyembelih, kemudian memutus kepalanya maka status sembelihannya adalah sah.” ( Al-Hawi Al-Kabir, 15 : 224).

Itulah bahasan mengenai cara menyembelih unta beserta adab-adabnya yang harus diperhatikan dalam menyembelih. Jika artikel ini menurut kamu bermanfaat bagi kaum muslimin yang lainnya, jangan lupa di-share ya. Karena gak bakalan jika kita membagikan sebuah ilmu yang baik, malah jika orang lain mempraktekkannya kamu yang membagikan mendapat pahala.

Wallahu a’lam.

Sumber : Konsultasisyariah.com

Leave a Comment