Sidang Bpupki Yang Kedua Memiliki Agenda Khusus Yaitu Mempersiapkan Rancangan?

Sidang Bpupki Yang Kedua Memiliki Agenda Khusus Yaitu Mempersiapkan Rancangan
Agenda Sidang BPUPKI Kedua – Setelah diadakan masa reses selama satu bulan lebih, sidang BPUPKI kedua dilaksanakan tanggal 10-17 Juli 1945. Sidang Kedua BPUPKI membahas tentang beberapa hal, di antaranya:

  • Rancangan undang-undang dasar
  • Bentuk negara, wilayah negara, dan kewarganegaraan
  • Susunan pemerintahan, unitarisme, dan federalisme

Baca juga: Alasan Jepang Membentuk BPUPKI Untuk membahas agenda dari sidang kedua BPUPKI tersebut, maka dibentuk tiga panitia, yakni:

  • Panitia Perancang UUD yang diketuai Soekarno
  • Panitia Pembelaan Tanah Air dipimpin Abikusno Cokrosuroyo
  • Panitia Ekonomi dan Keuangan dipimpin Mohammad Hatta

Hasil sidang BPUPKI kedua adalah disetujuinya Undang-Undang Dasar (UUD) Negara pada 16 Juli 1945. Isi rancangan UUD adalah sebagai berikut.

  • Pernyataan Indonesia merdeka
  • Pembukaan yang memuat Pancasila
  • Batang tubuh UUD yang tersusun atas pasal-pasal

Dengan tersusunnya rancangan UUD, maka tugas BPUPKI dianggap sudah selesai. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Apa yang menjadi agenda sidang BPUPKI kedua?

Hasil Sidang BPUPKI Kedua, 10-17 Juli 1945 – Sidang BPUPKI kedua menghasilkan rumusan dasar negara dan rancangan UUD. Pada sidang kedua BPUPKI, dibentuk Panitia Perancang UUD. Panitia ini menyetujui Rancangan Preambul, yaitu Piagam Jakarta, yang sudah ditandatangani tanggal 22 Juni 1945.

Panitia ini juga membentuk Panitia Kecil pada tanggal 11 Juli 1945 yang bertugas menyempurnakan dan menyusun kembali rancangan UUD yang sudah disepakati. Pada 13 Juli 1945, Panitia Perancang UUD membahas hasil kerja Panitia Kecil atau Panitia Sembilan. Panitia Perancang UUD dari BPUPKI pada 14 Juli 1945 melaporkan hasil kerja berupa rancangan pernyataan Indonesia merdeka atau Declaration of Independence.

Pernyataan Indonesia merdeka diambil dari tiga alinea pertama Piagam Jakarta. Lalu, dihasilkan juga rancangan pembukaan UUD yang konsepnya diambil dari alinea keempat Piagam Jakarta yang memuat dasar negara. Perbedaannya terletak pada kalimat ‘Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya’ diganti menjadi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.

Perubahan ini disebabkan karena bangsa Indonesia memeluk agama yang beragam. Perumusan dasar negara pun berakhir di sidang BPUPKI kedua. Pada sidang BPUPKI kedua pada 17 Juli 1945, BPUPKI juga menerima hasil kerja 23 anggota Panitia Pembela Tanah Air yang diketuai Abikoesno Tjokrosoejoso dan 23 anggota Panitia Soal Keuangan dan Ekonomi yang diketuai Moh.

Hatta. Setelah sidang BPUPKI kedua, Jepang membubarkan BPUPKI, Sebab, Jepang menganggap bangsa Indonesia terlalu cepat memproklamasikan kemerdekaan. Sebagai gantinya, dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai yang akan bersidang tiga kali pada 18, 19, dan 22 Agustus 1945 setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Apa agenda sidang BPUPKI 1 dan 2?

(Ilustrasi) Ini hasil sidang BPUPKI pertama dan kedua guna menentukan dasar negara. GridKids.id – Apa kamu tahu hasil sidang Badan Penyelidik usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI? BPUPKI merupakan badan yang dibentuk oleh Jepang pada 29 April 1945.

Saat itu, tujuan membentuk BPUPKI ialah mengkaji bentuk dasar negara serta sistem pemerintahan yang tepat untuk Indonesia. BPUPKI sendiri melakukan dua kali sidang untuk membahas sejumlah agenda. Sidang pertama BPUPKI pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 guna merumuskan dasar negara Indonesia. Sedangkan sidang kedua BPUPKI dilakukan pada 10-17 Juli 1945.

Berikut hasil sidang BPUPKI: Sidang Pertama BPUKI (29 Mei – 1 Juni 1945) Pada sidang pertama BPUPKI membahas rumusan dasar negara. Baca Juga: Mengenal Tujuan Pembentukan BPUPKI dalam Meraih Kemerdekaan Indonesia Dalam sidang kali ini ada tiga tokoh yang memberikan pidato yaitu Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir.

  1. Soekarno. Untuk sidang pada 29 Mei 1945 menghasilkan sebuah rumusan lima asas negara dari Prof.
  2. Mohammad Yamin.
  3. Sidang pada 29 Mei 1945 menghasilkan gagasan rumusan 5 asas negara Republik Indonesia dari Mohammad Yamin, berikut: • Peri Kebangsaan • Peri Kemanusiaan • Peri Ketuhanan • Peri Kerakyatan • Kesejahteraan Rakyat Pada sidang 31 Mei 1945 giliran Soepomo yang memberikan gagasannya berkaitan lima prinsip dasar negara, berikut: Baca Juga: Materi PPKN Kelas 7 SMP: Sejarah Pembentukan BPUPKI dan PPKI • Persatuan • Kekeluargaan • Keseimbangan lahir batin • Musyawarah • Keadilan sosial Pada 1 Juni 1945 Ir.

Soekarno menyampaikan gagasannya berkaitan rumusan lima sila dasar negara, berikut: • Kebangsaan Indonesia • Internasionalisme dan peri kemanusiaan • Mufakat atau demokrasi Baca Juga: Mengenal Sejarah dan Sejumlah Tugas BPUPKI, Materi PPKN Kelas 7 SMP • Kesejahteraan sosial • Ketuhanan Yang Maha Esa Sidang Kedua BPUPKI (10-17 Juli 1945) Pixbaay.com (Ilustrasi) Ini hasil sidang BPUPKI pertama dan kedua guna menentukan dasar negara. Sidang kedua BPUPKI membahas tentang rancangan Undang-Undang Dasar (UUD), bentuk negara, wilayah negara, dan kewarganegaraan Indonesia. Berikut hasilnya: • Rencana Hukum Dasar negara Indonesia.

Memutuskan Piagam Jakarta menjadi pembukaan hukum dasar dengan beberapa perubahan. • Frasa “Hukum Dasar” pada alinea keempat diganti menjadi Undang-Undang Dasar. • Kalimat “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat-syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya” diganti menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Baca Juga: Materi PPKN Kelas 7: Daftar Anggota BPUPKI dalam Menyusun Dasar Negara • Lalu, di antara kata permusyawaratan dan perwakilan dalam Undang-Undang Dasar diberi garis miring. – Ayo kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tanggal berapakah sidang kedua BPUPKI dilakukan?

Hasil sidang BPUPKI Kedua – Sekitar 40 hari setelah sidang pertama, BPUPKI menggelar sidang kedua di tempat yang sama seperti sidang pertama. Hasil sidang BPUPKI kedua tanggal 10-17 juli 1945 adalah disetujuinya Undang-Undang Dasar (UUD) Negara pada 16 Juli 1945. Isi rancangan UUD adalah sebagai berikut.

  1. Pernyataan Indonesia merdeka
  2. Pembukaan yang memuat Pancasila
  3. Batang tubuh UUD yang tersusun atas pasal-pasal

Dengan tersusunnya rancangan UUD, maka tugas BPUPKI dianggap sudah selesai. Sidang kedua BPUPKI berakhir tanggal 17 Agustus 1945, yang sekaligus mengakhiri BPUPKI. Setelah itu, BPUPKI melapor kepada Jepang dan dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Referensi :

Moedjianto, G. (1988). Indonesia Abad ke-20. Yogyakarta: Kanisius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Apa yang di rancang oleh BPUPKI?

Sejarah Hasil Sidang BPUPKI Kedua: Agenda dan Rancangan UUD 1945. GridKids.id – Kids, apakah yang kamu ketahui tentang sidang BPUPKI kedua ? Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) adalah sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan balatentara Jepang.

Artikel ini akan membahas mengenai sejarah hasil sidang BPUPKI kedua terkait agenda dan Rancangan UUD 1945. Baca Juga: Mengenal Tentang Sejarah, Tujuan dan Singakatan BPUPKI BPUPKI kembali menggelar sidang resmi untuk kedua kalinya yang dilaksanakan tanggal 10-17 Juli 1945. Sidang kedua BPUPKI dilaksanakan di tempat yang sama helatan sidang pertama, yakni Gedung Chuo Sangi In (kini Gedung Pancasila), Jakarta Pusat.

Berikut ini ulasan mengenai sejarah hasil sidang BPUPKI kedua terkait agenda dan Rancangan UUD 1945. Simak, yuk! Sejarah Hasil Sidang BPUPKI Kedua: Agenda dan Rancangan UUD 1945 Adapun agenda sidang BPUPKI kedua ini membahas mengenai: 1. Rancangan undang-undang dasar.2. Pixabay Sejarah Hasil Sidang BPUPKI Kedua: Agenda dan Rancangan UUD 1945. Baca Juga: Dipimpin KRT Radjiman Wediodiningrat, Ini Hasil Sidang Pertama BPUPKI pada 29 Mei 1945 Disamping itu, sidang BPUPKI kedua juga membicarakan mengenai berbagai pernyataan mengenai Indonesia merdeka, di antaranya terkait: Ekonomi dan keuangan; Pembelaan negara; Pendidikan dan pengajaran Selain itu, terdapat pemembahasan kembali mengenai perihal rumusan Piagam Jakarta yang telah diumumkan sebelumnya.

  1. Dikutip dari Pendidikan Pancasila : Upaya Internalisasi Nilai-nilai Kebangsaan (2019) karya Kasdin Sihotang dan kawan-kawan, dalam Sidang BPUPKI kedua dibuat tiga panitia kecil, yakni: Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (dipimpin Ir.
  2. Sukarno), Panitia Pembelaan Tanah Air (dipimpin Abikusno Cokrosuyoso), Panitia Ekonomi dan Keuangan (dipimpin Moh.
You might be interested:  Bagaimana Cara Melakukan Gerakan Mengoper Setinggi Dada Permainan Bola Basket?

Hatta). Sejarah Hasil Sidang BPUPKI Kedua: Rancangan UUD 1945 Rincian batang tubuh UUD 1945 sidang kedua BPUPKI: 1. Wilayah negara Indonesia adalah sama dengan bekas wilayah Hindia-Belanda dahulu, ditambah dengan Malaya, Borneo Utara (sekarang adalah wilayah Sabah dan wilayah Serawak di negara Malaysia, serta wilayah negara Brunei Darussalam).

  1. Papua, Timor-Portugis (sekarang adalah wilayah negara Timor Leste), dan pulau-pulau di sekitarnya.2.
  2. Bentuk negara Indonesia adalah Negara Kesatuan.3.
  3. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah Republik.4.
  4. Bendera nasional Indonesia adalah Sang Saka Merah Putih.5.
  5. Bahasa nasional Indonesia adalah Bahasa Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Tugas serta Tujuan BPUPKI Bentukan Pemerintah Jepang Nah, itu dia, Kids, sejarah hasil sidang BPUPKI kedua terkait agenda dan Rancangan UUD 1945. Semoga bermanfaat! – Ayo kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Apa saja keputusan hasil sidang PPKI yang kedua?

Hasil Sidang PPKI Kedua 19 Agustus 1945, Indonesia Punya 8 Provinsi Jakarta – Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia () mengadakan sidang tiga kali. Sidang pertama PPKI menghasilkan keputusan untuk mengesahkan UUD 1945 serta memilih presiden dan wakil presiden.

Membagi wilayah Republik Indonesia menjadi 8 provinsi yang dikepalai oleh gubernurMembentuk 12 departemen serta mengangkat menterinyaMengangkat menteri negara dan beberapa pejabat tinggi negara

Sebagai tindak lanjut keputusan pada 19 Agustus 1945, Presiden Soekarno menugaskan Mr. Achmad Soebardjo, Soetardjo Kartakoesoemo, dan Mr. Kasman Singodimedjo membentuk Panitia Kecil. Tugas Panitia Kecil adalah membentuk departemen dan membagi wilayah Republik Indonesia ke 8 provinsi. Berikut pembagiannya:

Provinsi Sumatera, Gubernur Mr. Teuku Muhammad HasanProvinsi Jawa Barat, Gubernur Mas Sutardjo KertohadikusumoProvinsi Jawa Tengah, Gubernur Raden Padji SoerosoProvinsi Jawa Timur, Gubernur R.M.T. Ario SoerjoProvinsi Sunda Kecil, Gubernur I Gusti Ketut PudjaProvinsi Maluku, Gubernur Mr. Johannes LatuharharyProvinsi Sulawesi, Gubernur Dr.G.S.S. Jacob RatulangiProvinsi Borneo, Gubernur Ir.H. Pangeran Muhammad Noor

Sebutkan tanggal pelaksanaan sidang ke II BPUPKI dan apa yang dibahasa dalam sidang tersebut?

Hasil Sidang BPUPKI Pertama dan Kedua, Ketahui Sejarah Pembahasannya – Ragam Bola.com Lukisan Anggota BPUPKI di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Liputan6.com/Mochamad Khadafi) Bola.com, Jakarta – merupakan kependekan dari Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

  • BPUPKI beranggotakan 67 orang, yang terdiri dari 60 orang Indonesia dan tujuh orang Jepang yang bertugas mengawasi.
  • Pembentukan BPUPKI bertujuan untuk saling menguntungkan, baik bagi Indonesia maupun Jepang.
  • Bagi Indonesia, adanya untuk mempelajari dan menyelidiki sesuatu yang berhubungan dengan pembentukan negara Indonesia merdeka atau mengenai tata pemerintahan Indonesia merdeka.
  • Sedangkan bagi Jepang, tujuan dibentuknya untuk menarik simpati rakyat Indonesia agar membantu Jepang dalam perang melawan sekutu dengan cara memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia.

BPUPKI dibubarkan pada 7 Agustus 1945 karena tugas-tugasnya telah selesai dilaksanakan. Selama BPUPKI terbentuk, secara resmi BPUPKI telah melakukan sidang sebanyak dua kali. Sidang pertama dilaksanakan pada 29 Mei-1 Juni 1945. Kemudian sidang kedua dilaksanakan pada 10 Juli-17 Juli 1945.

Dari dua kali sidang tersebut ada beberapa poin yang dirumuskan. Berikut ini hasil sidang pertama dan kedua seperti disadur, dari Dream, Kamis (3/9/2020). Sidang pertama BPUPKI berlangsung pada 29 Mei-1 Juni 1945. Pada sidang pertama BPUPKI tersebut membahas perumusan dasar negara Republik Indonesia. Untuk mendapatkan rumusan dasar negara Republik Indonesia yang tepat, selama masa persidangan pertama BPUPKI ini, agendanya adalah mendengarkan pidato dari tiga orang tokoh utama pergerakan nasional Indonesia.

Ketiga tokoh yang menyampaikan gagasannya mengenai dasar negara Republik Indonesia, ialah Prof. Mohammad Yamin, S.H., Prof. Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Pada sidang 29 Mei 1945, Prof. Mohammad Yamin, S.H., mengemukakan gagasan tentang rumusan lima asas dasar negara Republik Indonesia, yakni:

  1. 1. Peri Kebangsaan
  2. 2. Peri Kemanusiaan
  3. 3. Peri Ketuhanan
  4. 4. Peri Kerakyatan
  5. 5. Kesejahteraan Rakyat

Kemudian pada sidang 31 Mei 1945, Prof. Dr. Soepomo mengemukakan gagasannya mengenai rumusan lima prinsip dasar negara Republik Indonesia, yang dinamakan ‘Dasar Negara Indonesia Merdeka’, yaitu:

  • 1. Persatuan
  • 2. Kekeluargaan
  • 3. Keseimbangan lahir batin
  • 4. Musyawarah
  • 5. Keadilan Sosial
  • Sementara itu, pada sidang 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan gagasan perihal rumusan lima sila dasar negara Republik Indonesia, yang dinamakan ‘Pancasila’, yaitu:
  • 1. Kebangsaan Indonesia
  • 2. Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan
  • 3. Mufakat atau Demokrasi
  • 4. Kesejahteraan Sosial
  • 5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Dari beberapa usulan, milik Ir. Soekarno yang diterima dan diberi nama Pancasila. Rumusan ini kemudian digunakan sebagai fondasi dan ideologi negara Indonesia. Setelah sidang BPUPKI pertama selesai, belum ada kesepakatan mengenai dasar negara Republik Indonesia.

  1. Alhasil, dibentuk kembali panitia sembilan yang bertujuan untuk memastikan dan mendapatkan keputusan dari gagasan sebelumnya mengenai perumusan dasar negara.
  2. Adapun susunan keanggotaan dari “Panitia Sembilan” ini sebagai berikut: 1. Ir.
  3. Soekarno (ketua) 2. Drs.
  4. Mohammad Hatta (wakil ketua) 3. Mr.
  5. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo (Anggota) 4.

Mr. Prof. Mohamman Yamin, S.H. (Anggota)

  1. 5. Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim (Anggota)
  2. 6. Abdoel Kahar Moezakir (Anggota)
  3. 7. Raden Abikusno Tjokrosoejoso (Anggota)
  4. 8. Haji Agus Salim (Anggota)

9. Mr. Alexander Andries Maramis (Anggota) Orang-orang yang tergabung dalam Panitia Sembilan melakukan pertemuan pada 22 Juni 1945. Pada pertemuan tersebut menghasilkan rumusan dasar negara Republik Indonesia yang kemudian dikenal sebagai Piagam Jakarta.

  1. Dalam Piagam Jakarta, dasar negara Republik Indonesia adalah: 1.
  2. Etuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemelukya.2.
  3. Emanusiaan yang adil dan beradab.3.
  4. Persatuan Indonesia.4.
  5. Erakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.5.
  6. Eadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rancangan tersebut diterima, untuk selanjutnya dimatangkan dalam masa persidangan BPUPKI kedua yang dilaksanakan mulai 10 Juli 1945. Sidang BPUPKI yang kedua berlangsung pada 10 Juli 1945 hingga 17 Juli 1945. Agenda sidang BPUPKI kedua adalah pembahasan mengenai rancangan undang-undang dasar (UUD), bentuk negara, pernyataan merdeka, wilayah negara, dan kewarganegaraan Indonesia.

  • Dalam musyawarah tersebut dibentuk panitia perancang undang-undang dasar (UUD) berisi 19 anggota yang diketuai oleh Ir. Soekarno.
  • Tak hanya itu, dalam rapat tersebut juga dibentuk panitia pembelaan tanah air yang diketuai oleh Abikoesno Tjokrosoejoso serta panitia ekonomi dan keuangan yang diketuai Mohammad Hatta.

Pada 11 Juli 1945, panitia perancang UUD membentuk panitia kecil beranggotakan tujuh orang, yang terdiri dari ketua Prof. Dr. Mr. Soepomo dan anggota Mr. Wongsonegoro, Mr. Achmad Soebardjo, Mr.A.A. Maramis, Mr.R.P. Singgih, H. Agus Salim, dan Dr. Soekiman. Sidang kerja panitia perancang UUD dilaksanakan pada 13 Juli 1945.

  1. Pada 14 Juli 1945 diadakan rapat pleno BPUPKI yang menerima laporan dari panitia perancang UUD.
  2. Ada tiga hal pokok yang harus masuk UUD 1945, yakni pernyataan Indonesia merdeka, pembukaan UUD, serta batang tubuh UUD.
  3. Onsep proklamasi kemerdekaan rencananya akan disusun dengan mengambil tiga alenia pertama Piagam Jakarta.
You might be interested:  Bagaimana Cara Melakukan Gerakan Bertolak Dalam Lompat Kelinci?

Sedangkan konsep Undang-Undang Dasar hampir seluruhnya diambil dari alinea keempat Piagam Jakarta. Dengan disepakatinya rancangan undang-undang, maka tugas BPUPKI telah selesai dan sidang kedua ditutup pada 17 Juli 1945. BPUPKI dibubarkan pada 7 Agustus 1945 oleh pemerintah Jepang karena menganggap tugas Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan telah usai.

Sekarang pertanyaan berikut pada saat sidang BPUPKI ke 2 tersebut ada 2 paham utama yg dimiliki para pendiri negara paham apakah itu dan jelaskan masing2 paham itu?

Ada dua paham utama yang dimiliki pendiri negara dalam sidang BPUPKI,yaitu nasionalisme dan Ada dua paham utama yang dimiliki pendiri negara dalam sidang BPUPKI yaitu nasionalisme dan agama perbedaan 2 paham utama tersebut yaitu Paham Agama menawarkan Ketuhanan (Islam) sebagai dasar negara (memakai aturan Al-Ouran dan Al-Hadits), sedangkan Nasionalis menghendaki pemisahan urusan agama dengan negara dan berdasarkan prinsip kebangsaan.

  • Penjelasan: Perbedaan pendapat dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
  • Rapat Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang pertama dibuka pada tanggal 28 Mei 1945, sementara pembahasan baru dimulai pada tanggal 29 Mei Tahun Tahun 1945, dengan dimulainya masa sidang BPUPKI yang Pertama, dari tanggal 29 Mei Tahun 1945 sampai dengan 1 Juni Tahun 1945.

Sesuai permintaan Ketua Sidang Dr. Radjiman Wediodiningrat, dalam sidang pertama ini, para anggota BPUPKI menyampaikan ide ide pemikiran tentang dasar negara yang akan dibentuk nanti. Dalam sidang pertama BPUPKI pada tanggal 29 Mei Tahun 1945, Mr. Muhammad Yamin mengusulkan sebuah konsep dasar negara, dengan mengacu pada sejarah nasional, dan pendapat para pemikir barat.

  • Pada sidang-sidang selanjutnya, beberapa tokoh ulama dan kiai anggota BPUPKI juga sempat melontarkan gagasan mereka tentang keharusan bahwa negara yang akan dibentuk di Nusantara ini memakai aturan yang bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits.
  • Dalam sidang BPUPKI selanjutnya, masih terjadi perdebatan seru akibat perbedaan tajam antara kubu Islam (sejumlah 35 orang anggota) yang menghendaki dasar negara Indonesia berdasarkan Islam, dan kubu sekuler dan non muslim yang tidak menghendaki peran agama (Islam) dalam negara.

Golongan sekuler dan non muslim menginginkan agar Indonesia berdasarkan prinsip kebangsaan. Perdebatan panjang itu tidak terselesaikan sampai tanggal 1 Juni Tahun 1945. Pada tanggal 1 Juni Tahun 1945, Soekarno berpidato kepada para tokoh BPUPKI dari kubu Islam agar mau berkorban dan berkompromi untuk membangun cita-cita Negara Indonesia yang hendak dicapai bersama.

Pelajari Lebih Lanjut: Detail Jawaban: Kelas: SMAMapel: PPKnBab: 4

Kode: 12.4.1 #JadiRangkingSatu : Ada dua paham utama yang dimiliki pendiri negara dalam sidang BPUPKI,yaitu nasionalisme dan

Apakah isi materi pembahasan sidang kedua?

Sidang BPUPKI Kedua Bertujuan untuk Apa? Ini Penjelasannya Jakarta – Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan dua sidang sebelum 17 Agustus 1945. Sidang BPUPKI pertama dilaksanakan tanggal 29 Mei 1945 sampai 1 Juni 1945.

  • Sidang BPUPKI kedua berlangsung tanggal 10-17 Juli 1945.
  • Sidang kedua bertujuan untuk membicarakan bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancangan Undang-Undang Dasar (UUD), ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, pendidikan, dan pengajaran, seperti dikutip dari laman Kebudayaan Kemendikbud, Senin (23/8/2021).

BPUPKI lalu membentuk Panitia Perancang UUD, Panitia Pembelaan Tanah Air, dan Panitia Ekonomi dan Keuangan. Panitia Pembelaan Tanah Air diketuai Abikoesno Tjokrosoejoso, sementara Panitia Ekonomi dan Keuangan diketuai Mohammad Hatta. Ketua Panitia Perancang UUD yaitu Ir.

Soekarno. Panitia Perancang UUD beranggotakan 19 orang. Panitia Perancang UUD membentuk kelompok kecil berisi 7 orang pada 11 Juli 1945. Kelompok kecil ini terdiri dari Prof. Dr. Mr. Soepomo, Mr. Wongsonegoro, Mr. Achmad Soebardjo, Mr.A.A. Maramis, Mr.R.P. Singgih, H. Agus Salim, dan Dr. Soekiman, dengan ketua Prof.

Soepomo. Kelompok kecil Panitia Perancang UUD bertugas khusus merumuskan rancangan UUD. Hasil rumusan rancangan UUD dari kelompok kecil Panitia Perancang UUD disempurnakan secara bahasa oleh Panitia Penghalus Bahasa. Panitia Penghalus Bahasa terdiri dari Husein Djajadiningrat, Agus Salim, dan Prof.

Soepomo, dikutip dari buku IPS Terpadu 2B untuk SMP dan MTS Kelas VIII Semester 2 oleh Y. Sri Pujiastuti, T.D. Haryo Tamtomo, dan N. Suparno. Hasil pembahasan Panitia Perancang UUD yaitu konsep pernyataan kemerdekaan Indonesia, Pembukaan UUD atau preambule, dan Batang Tubuh UUD atau isi. Ketiga konsep ini disampaikan pada sidang BPUPKI tanggal 14 Juli 1945.

Setelah kurang lebih satu jam, ketiga konsep itu lalu diterima oleh sidang BPUPKI. Sidang BPUPKI kedua juga turut membahas bentuk negara. Anggota-anggota berbeda pendapat mengenai bentuk negara. Anggota BPUPKI memperdebatkan pilihan bentuk negara kerajaan (monarki), negara Islam, negara federal, atau negara republik.

  • Lewat pemungutan suara, BPUPKI menyetujui negara republik sebagai bentuk negara Indonesia, dikutip dari buku IPS Terpadu 2B SMP Kelas VIII Semester Kedua oleh Drs.
  • Anwar Kurnia.
  • Sidang BPUPKI kedua juga membahas tentang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Wilayah negara yang diusulkan anggota BPUPKI mencakup seluruh wilayah bekas koloni Hindia Belanda ditambah dengan wilayah Malaya, tetapi tidak mencakup Papua (Irian).

Sejumlah anggota BPUPKI lain mengusulkan wilayah Indonesia mencakup seluruh wilayah bekas koloni Hindia Belanda ditambah Malaya, Borneo Utara, Irian Timur, dan Timor Timur. Melalui musyawarah, BPUPKI menyetujui bahwa wilayah Indonesia yaitu seluruh wilayah Kepulauan Indonesia yang semula jadi wilayah kekuasaan Hindia-Belanda.

Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan karena dianggap telah dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, yaitu menyusun rancangan Undang-Undang Dasar bagi negara Indonesia Merdeka. BPUPKI lalu digantikan dibentuknya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai. Nah, jadi sidang kedua bertujuan untuk membicarakan bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancangan Undang-Undang Dasar (UUD), ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, pendidikan.

Sidang BPUPKI KE 2 DAN PPKI

Semangat belajar ya, detikers! Simak Video ” Asal Usul Hari Lahir Pancasila yang Diperingati Hari Ini ” (twu/nwy) : Sidang BPUPKI Kedua Bertujuan untuk Apa? Ini Penjelasannya

Apa saja yang dibicarakan dalam sidang BPUPKI?

KOMPAS.com – Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang pada 29 April 1945. Tujuan BPUPKI dibentuk adalah untuk mengkaji, mendalami, sekaligus menyelidiki bentuk dasar yang sesuai dengan sistem pemerintahan Indonesia setelah merdeka.

Sejak didirikan, BPUPKI yang merupakan badan persiapan kemerdekaan Indonesia melakukan sidang sebanyak dua kali. Sidang pertama BPUPKI pada tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945. Sidang pertama BPUPKI dipimpin oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat bersama 12 anggotanya. Sidang BPUPKI pertama membahas tentang rumusan dasar negara Indonesia.

Ada tiga tokoh yang memaparkan rumusan dasar negara, yaitu Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno. Baca juga: Alasan Jepang Membentuk BPUPKI

Apa tujuan dibentuknya BPUPKI adalah?

Menyelidiki Rencana Indonesia Merdeka – Tujuan pembentukan BPUPKI lebih lanjut adalah mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting yang berkaitan dengan rencana Indonesia merdeka. Dari puluhan anggota BPUPKI, ada sejumlah anggota yang merupakan orang Jepang.

Etua BPUPKI adalah Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat. BPUPKI memiliki 67 orang anggota yang terdiri dari 60 orang tokoh pergerakan nasional dari berbagai daerah dan aliran serta 7 orang Jepang yang bertindak sebagai pengamat. Anggota BPUPKI dilantik pada 28 Mei 1945 di Gedung Cuo Sangi In di Jalan Pejambon Jakarta.

Terlepas dari tujuan Jepang membentuk, para tokoh Indonesia tetap mengarahkan BPUPKI agar dapat berjalan menyiapkan kemerdekaan Indonesia yang sebenar-benarnya. Simak Video ” Arti Kemerdekaan Bagi Traveler? “Mau Liburan Tanpa Masker” ” (twu/nwy) : Tujuan Jepang Membentuk BPUPKI, Begini Alasannya

Kesepakatan apa yang dihasilkan dalam sidang kedua BPUPKI pada tanggal 10 17 Juli 1945 berhubungan dengan rumusan dasar negara?

Kesepakatan apa yang di hasilkan dalam sidang kedua BPUPKI pada tanggal 10-17 juli 1945 berhubungan

You might be interested:  Apa Yang Dimaksud Dengan Rancangan Penelitian?

Jawaban: Hasil sidang BPUPKI kedua adalah pembahasan mengenai rancangan undang-undang dasar (UUD), bentuk negara, pernyataan merdeka, wilayah negara, dan kewarganegaraan Indonesia. Penjelasan:

: Kesepakatan apa yang di hasilkan dalam sidang kedua BPUPKI pada tanggal 10-17 juli 1945 berhubungan

Pengumuman apa yang disampaikan oleh ketua BPUPKI dalam sidang kedua BPUPKI pada 10 Juli 1945?

pengumuman apa yang disampaikan oleh ketua BPUPKI pada 10 Juli 1945? ​

Jawaban: Hasil inventarisasi usul dan pendapat para anggota BPUPKI.Usaha mencari jalan tengah atas perbedaan pandangan golongan Islam dan golongan nasionalis.Isi sidang ke-2 BPUPKIAgenda Sidang :Rancangan undang-undang dasar.Rancangan bentuk negara, wilayah negara dan kewarganegaraan.Susunan pemerintahan, unitarisme, dan federalismePerbedaan Pendapat

Ketua BPUPKI Radjiman Wediodiningrat meminta anggota untuk memperbaiki rumusan Piagam Jakarta dan undang-undang dasar. Parada Harahap menyatakan setuju dengan rumusan, namun ditambah rasa terima kasih kepada Jepang. Soemitro Kolopaking menyetujui usulan tersebut, dan meminta ada pasal mengenai amandemen undang-undang dasar agar bisa diubah sesuai dengan kebutuhan zaman.

Emudian Liem Koen Hian mempertanyakan status orang Thionghoa yang pada masa kolonial disebut Timur Asing. Sidang lanjutan tanggal 11 Juli 1945 ada perdebatan soal Piagam Jakarta. Johannes Latuharhary keberatan dengan “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Ia mengingatkan ini bisa mengancam penganut agama lain dan adat istiadat.

Pandangan ini diamini oleh Wongsonegoro dan Djajadiningrat. Menanggapi ini, Agus Salim menjamin masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. Kemudian KH Wahid Hasyim mengatakan pemaksaan syariat kepada penganut Islam tak akan terjadi karena ada prinsip permusyawaratan.

Apa agenda sidang pada tanggal 14 Juli 1945?

Penjelasan Sidang Tanggal 14 Juli 1945 oleh BPUPKI – Mengutip buku IPS Terpadu karya Y. Sri Pujiastuti, T.D. Haryo Tamtomo, dan N. Suparno (2007: 5), sidang kedua BPUPKI pada 10-17 Juli 1945 memiliki rencana untuk menentukan tentang rancangan Undang-Undang Dasar.

Panitia perancangan UUD dibentuk dari 7 kelompok yang terdiri dari Prof. Dr. Mr. Soepomo selaku ketua, Mr. Wongsonegoro, Mr. Achmad Soebardjo, Mr.A.A. Maramis, Mr.R.P. Singgih, H. Agus Salim, dan Dr. Soekiman. Sidanf kedua BPUPKI. Sumber: https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/ Pada tanggal 14 Juli 1945, sidang kedua BPUPKI mendapatkan laporan dari panitia perancangan UUD.

Laporan tersebut dilaporkan oleh Ir. Soekarno sebagai pemimpin panitia tersebut, yang isinya bahwa Indonesia menyatakan kemerdekaan, Pembukaan UUD yang berisi tentang Pancasila, dan UUD memiliki batang tubuh. Selain itu panitia tersebut melaporkan hasil rumusan UUD.

Rancangan UUD berisi pasal-pasal yang berjumlah 42 pasal, yang terdapat 5 pasal yang termasuk tentang aturan peralihan dengan keadaan perang, dan terdapat 1 pasal yang berisi tentang aturan tambahan. Sidang kedua BPUPKI dilanjutkan dengan rapat besar pada 15 dan 16 Juli 1945. Pada tanggal 15 Juli 1945 memiliki agenda membahas lanjutan rancangan Undang-Undang Dasar Negara.

Soekarno menyampaikan penjelasan tentang naskah rancangan Undang-Undang Dasar dan mendapat tanggapan Mohammad Hatta. Selanjutnya, Prof. Dr. Soepomo diberi kesempatan menjelaskan naskah rancangan Undang-Undang Dasar. Pada 16 Juli 1945 ketua BPUPKI setuju dangan hasil kerja Panitia Perancangan Undang-Undang Dasar.

Apakah agenda yang dibahas pada sidang masa reses tanggal 22 Juni 1945?

Ini Hasil Sidang Panitia Sembilan Tanggal 22 Juni 1945 dan Sejarahnya Jakarta – Panitia Sembilan merupakan panitia kecil yang dibentuk oleh Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI). Pada tanggal 22 Juni 1945, panitia tersebut melakukan sidang yang menghasilkan keputusan penting.

  • Apa Panitia Sembilan? Diceritakan dalam buku ‘Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas VIII’ oleh Simanjuntak, sebelum memasuki masa istirahat, BPUPKI membentuk Panitia Kecil yang bertugas menampung saran, usulan, dan konsepsi dari anggota BPUPKI.
  • Soekarno ditunjuk sebagai ketuanya dengan Moh Hatta, Sutardjo Kartohadikusumo, Wachid Hasjim, Ki Bagus Hadikusumo, Otto Iskandardinata, Muh Yamin, dan A.A Maramis sebagai anggotanya.

Pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia Kecil mengadakan pertemuan dengan 38 anggota BPUPKI. Dalam pertemuan tersebut, dibentuk pula Panitia Kecil lain yang beranggotakan 9 orang atau yang dikenal dengan Panitia Sembilan. Panitia Sembilan terdiri dari Soekarno, Moh Hatta, Muh Yamin, Ahmad Subardjo, A.A Maramis, Abdulkadir Muzakir, Wachid Hasjim, Agus Salim, dan Abikusno Tjokrosujoso.

Panitia Sembilan dalam sidangnya tanggal 22 Juni 1945 menghasilkan rumusan dasar negara atau pembukaan hukum dasar (Undang-Undang Dasar). Dokumen sidang tersebut kemudian dikenal dengan nama Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. Dikutip dari buku ‘Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan’ oleh Lukman Surya Saputra dkk, nama Piagam Jakarta merupakan usulan dari Muh Yamin.

Sementara itu, Soekarno mengusulkan nama Mukadimah dan Sukiman Wirjosandjojo menyebutnya sebagai Gentlemen’s Agreement,

Apakah isi materi pembahasan sidang kedua?

Sidang BPUPKI Kedua Bertujuan untuk Apa? Ini Penjelasannya Jakarta – Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan dua sidang sebelum 17 Agustus 1945. Sidang BPUPKI pertama dilaksanakan tanggal 29 Mei 1945 sampai 1 Juni 1945.

  1. Sidang BPUPKI kedua berlangsung tanggal 10-17 Juli 1945.
  2. Sidang kedua bertujuan untuk membicarakan bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancangan Undang-Undang Dasar (UUD), ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, pendidikan, dan pengajaran, seperti dikutip dari laman Kebudayaan Kemendikbud, Senin (23/8/2021).

BPUPKI lalu membentuk Panitia Perancang UUD, Panitia Pembelaan Tanah Air, dan Panitia Ekonomi dan Keuangan. Panitia Pembelaan Tanah Air diketuai Abikoesno Tjokrosoejoso, sementara Panitia Ekonomi dan Keuangan diketuai Mohammad Hatta. Ketua Panitia Perancang UUD yaitu Ir.

  1. Soekarno. Panitia Perancang UUD beranggotakan 19 orang.
  2. Panitia Perancang UUD membentuk kelompok kecil berisi 7 orang pada 11 Juli 1945.
  3. Elompok kecil ini terdiri dari Prof. Dr. Mr.
  4. Soepomo, Mr.
  5. Wongsonegoro, Mr.
  6. Achmad Soebardjo, Mr.A.A.
  7. Maramis, Mr.R.P.
  8. Singgih, H.
  9. Agus Salim, dan Dr.
  10. Soekiman, dengan ketua Prof.

Soepomo. Kelompok kecil Panitia Perancang UUD bertugas khusus merumuskan rancangan UUD. Hasil rumusan rancangan UUD dari kelompok kecil Panitia Perancang UUD disempurnakan secara bahasa oleh Panitia Penghalus Bahasa. Panitia Penghalus Bahasa terdiri dari Husein Djajadiningrat, Agus Salim, dan Prof.

Soepomo, dikutip dari buku IPS Terpadu 2B untuk SMP dan MTS Kelas VIII Semester 2 oleh Y. Sri Pujiastuti, T.D. Haryo Tamtomo, dan N. Suparno. Hasil pembahasan Panitia Perancang UUD yaitu konsep pernyataan kemerdekaan Indonesia, Pembukaan UUD atau preambule, dan Batang Tubuh UUD atau isi. Ketiga konsep ini disampaikan pada sidang BPUPKI tanggal 14 Juli 1945.

Setelah kurang lebih satu jam, ketiga konsep itu lalu diterima oleh sidang BPUPKI. Sidang BPUPKI kedua juga turut membahas bentuk negara. Anggota-anggota berbeda pendapat mengenai bentuk negara. Anggota BPUPKI memperdebatkan pilihan bentuk negara kerajaan (monarki), negara Islam, negara federal, atau negara republik.

Lewat pemungutan suara, BPUPKI menyetujui negara republik sebagai bentuk negara Indonesia, dikutip dari buku IPS Terpadu 2B SMP Kelas VIII Semester Kedua oleh Drs. Anwar Kurnia. Sidang BPUPKI kedua juga membahas tentang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wilayah negara yang diusulkan anggota BPUPKI mencakup seluruh wilayah bekas koloni Hindia Belanda ditambah dengan wilayah Malaya, tetapi tidak mencakup Papua (Irian).

Sejumlah anggota BPUPKI lain mengusulkan wilayah Indonesia mencakup seluruh wilayah bekas koloni Hindia Belanda ditambah Malaya, Borneo Utara, Irian Timur, dan Timor Timur. Melalui musyawarah, BPUPKI menyetujui bahwa wilayah Indonesia yaitu seluruh wilayah Kepulauan Indonesia yang semula jadi wilayah kekuasaan Hindia-Belanda.

  • Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan karena dianggap telah dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, yaitu menyusun rancangan Undang-Undang Dasar bagi negara Indonesia Merdeka.
  • BPUPKI lalu digantikan dibentuknya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai.
  • Nah, jadi sidang kedua bertujuan untuk membicarakan bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancangan Undang-Undang Dasar (UUD), ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, pendidikan.

Semangat belajar ya, detikers! Simak Video ” Asal Usul Hari Lahir Pancasila yang Diperingati Hari Ini ” (twu/nwy) : Sidang BPUPKI Kedua Bertujuan untuk Apa? Ini Penjelasannya