Di Bawah Ini Yang Merupakan Tujuan Rancangan Produk?

Di Bawah Ini Yang Merupakan Tujuan Rancangan Produk
Pengertian Desain Produk berdasarkan Tujuan dan Fungsinya – Pengertian desain produk menurut Ulrich & Eppinger (2008, hlm.190) adalah layanan profesional dalam menciptakan dan mengembangkan konsep beserta spesifikasinya yang mengoptimalkan fungsi, nilai, dan tampilan produk hingga ke sistemnya agar produk lebih menguntungkan bagi konsumen maupun produsen.

Utility (Kegunaan) : Produk yang digunakan harus aman dan mudah pada saat digunakan. Appearance (Tampilan) : Tampilan produk harus unik dan indah agar menjadi produk yang menarik. Easy to maintenance (Kemudahan pemeliharaan) : Rancangan produk tidak hanya sebatas untuk penggunaannya saja, namun harus dirancang agar mudah untuk dirawat dan diperbaiki juga. Low cost (Biaya Rendah) : Produk yang dirancang harus dapat diproduksi dengan biaya yang rendah agar dapat bersaing. Communication (Komunikasi) : Desain produk harus dapat mengomunikasikan filosofi dan misi perusahaan atau perancang kepada

Apa saja tujuan pembuatan desain produk dalam suatu bisnis?

1. Utility (Kegunaan) – Maksud dari utility ini yaitu kegunaan dari produk itu sendiri. Dimana produk yang akan Kamu produksi untuk kemudian digunakan harus aman dan mudah. Sehingga konsumen tidak akan mengalami kesulitan atau bahkan membahayakan mereka saat penggunaannya.

Apa keuntungan dan kerugian dari pembuatan prototype dalam pengembangan suatu produk?

Keuntungan dan kerugian prototype – Di Bawah Ini Yang Merupakan Tujuan Rancangan Produk Seperti halnya metode-metode pengembangan lain, prototype juga memiliki keuntungan dan kerugiannya sendiri (Sumber: Pexels) Meski bersifat dasar sebagai contoh pemodelan produk, prototype memiliki keuntungan dan kerugiannya sendiri. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor seperti sumber daya manusia, waktu, dan tentu biaya yang digunakan dalam pembuatan prototype,

You might be interested:  Jelaskan Apa Saja Yang Harus Diperhatikan Dalam Membuat Rancangan Bahan?
Keuntungan Prototype Kerugian Prototype
Adanya prototype memunculkan skema komunikasi antara klien dan produsen Klien dapat serta-merta melakukan kritik maupun meminta pengembangan yang terlampau jauh dari acuan para pengembang terkait kualitas produk atau klien terlalu banyak ikut campur
Pengembangan produk atau sistem yang akan lebih efisien dan hemat waktu Memungkinkan adanya potensi konflik atau friksi antara kemauan klien terhadap pengembang dengan mengacu pada prototype yang sudah ada
Klien dapat berkontribusi aktif dalam proses pengembangan produk melalui acuan prototype yang sudah dipresentasikan Pengembang terlalu terpaku pada prototype sehingga memungkinkan adanya kondisi lalai terhadap proses pengembangan kualitas atau bisa menganggap prototype sebagai produk jadi
Penerapan keinginan klien dan pengembang/produsen dapat lebih mudah diimplementasikan dalam capaian produk (demonstrasi prototype produk) Cukup memakan banyak biaya karena diperlukan budget yang cukup besar untuk membuat prototype di awal proyek

Apa tujuan pengembangan produk baru?

b. Faktor Penghambat – Menurut Kotler dan Keller (2008), terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab terhambatnya proses pengembangan produk, yaitu:

  1. Kekurangan gagasan mengenai produk baru yang penting dibidang tertentu, Mungkin hanya ditemukan sedikit cara untuk memperbaiki beberapa produk dasar (seperti baja, deterjen).
  2. Pasar yang terbagi-bagi karena persaingan yang ketat, Perusahaan harus mengarahkan produk baru mereka ke segmen pasar yang lebih kecil, hal ini berarti penjualan dan laba yang lebih rendah untuk tiap produk.
  3. Kendala sosial dan pemerintah, Produk baru harus memenuhi beberapa kriteria seperti keamanan konsumen dan keseimbangan lingkungan.
  4. Mahalnya proses pengembangan produk baru, Suatu perusahaan pada umumnya harus menciptakan berbagai gagasan tentang produk baru untuk menemukan hanya satu produk yang layak dikembangkan. Selanjutnya, perusahaan sering menghadapi biaya litbang, manufaktur, dan pemasaran yang tinggi.
  5. Kekurangan modal, Beberapa perusahaan yang memiliki gagasan-gagasan yang baik tidak dapat mengumpulkan dana yang diperlukan untuk melakukan riset dan meluncurkan produk baru.
  6. Waktu pengembangan yang lebih singkat, Perusahaan-perusahaan yang tidak dapat mengembangkan produk-produk baru secara cepat akan berada di pihak yang tidak memiliki keunggulan. Perusahaan-perusahaan harus belajar bagaimana mempersingkat waktu pengembangan dengan menggunakan teknik perancangan yang dibantu komputer dan teknik manufaktur, mitra strategis, pengujian konsep awal, dan perencanaan pemasaran tingkat tinggi. Perusahaan yang waspada akan menggunakan pengembangan produk baru serentak, dimana kelompok lintas-fungsional bekerja sama untuk mendorong produk baru melalui pengembangan dan menuju pasar.
  7. Siklus hidup produk yang lebih singkat, Ketika suatu produk yang baru berhasil, pesaing dengan cepat meniru.
You might be interested:  Rancangan Dasar Negara Pancasila Yang Terdapat Dalam Piagam Jakarta?

Bagaimana produsen bisa meningkatkan nilai suatu produk?

Tahapan Proses Pengembangan Produk – Pengembangan produk baru bukan merupakan hal yang mudah bagi perusahaan yang menjalankannya. Proses pengembangan produk untuk setiap perusahaan juga berbeda, tergantung produk serta tingkat kompleksitasnya, dan umumnya kegiatan-kegiatan ini lebih membutuhkan daya analisis intelektual dan manajemen organisasi.

Perusahaan harus menyadari bahwa dalam pelaksanaan pengembangan produk, kemungkinan perusahaan mengadakan perubahan-perubahan ciri-ciri khusus produk, meningkatkan mutu produk, menambah tipe produk, dan mengubah ukuran produk untuk memuaskan pasar. Pada saat perusahaan mengalami kemunduran dan menghadapi persaingan yang cukup tinggi, maka kebijaksanaan produk khususnya pengembangan produk merupakan salah satu alternatif jika kebijaksanaan non produk seperti promosi, penentu harga serta saluran distribusi tidak memberikan hasil yang memuaskan untuk dapat menjamin kesinambungan produk di pasar.

Menurut Simamora (2000), terdapat delapan tahap yang harus dilalui dalam pengembangan produk baru, yaitu: Di Bawah Ini Yang Merupakan Tujuan Rancangan Produk