Cara Menyusun Rancangan Pembelajaran Yang Baik?

Cara Menyusun Rancangan Pembelajaran Yang Baik
7. Merencanakan Proses Evaluasi dan Pengembangan – Dalam menyusun perencanaan pembelajaran, bagian yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah merencanakan proses evaluasi dan pengembangan setelah kegiatan belajar mengajar berlangsung. Dari kegiatan evaluasi, kita bisa melihat sejauh mana keberhasilan proses pembelajaran yang telah dilakukan mampu mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirancang di awal.

Selain itu, dari proses evaluasi tersebut, kita juga bisa mengadakan perbaikan atau pengembangan untuk kegiatan belajar mengajar mendatang. Nah itulah tadi 7 langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun perencanaan pembelajaran. Semoga apa yang disampaikan di atas bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi kita semua.

Semangat mengajar ya bapak dan ibu guru sekalian. Mengajar jangan sampai asal-asalan! : Langkah-Langkah Menyusun Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran yang baik seperti apa?

Abstrak Tulisan ini berupaya untuk mendeskripsikan fungsi dan kriteria perencanaan pembelajaran yang baik. Fungsi perencanaan pembelajaran adalah sebagai pedoman kegiatan guru dalam mengajar dan pedoman bagi siswa dalam kegiatan belajar yang telah disusun secara sistematis dan sistemik.

Kriteria perencanaan pembelajaran yang baik adalah harus mempermudah tercapainya tujuan perencanaan pembelajaran, harus dibuat oleh orang-orang yang benar memahami tujuan perencanaan pembelajaran dan harus merupakan forecasting. Fungsi dan kriteria perencanaan pembelajaran sangat penting untuk dipahami oleh seorang guru, agar dapat membuat perencanaan pembelajaran yang baik dan tepat dalam proses pembelajaran.

Kata Kunci : Fungsi, dan kriteria pembelajaran A. Pendahuluan Perencanaan pembelajaran merupakan fakor penting dalam suatu proses pembelajaran. Keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat ditentukan oleh rencana yang telah dibuat oleh seorang guru, oleh karena itu komponen-komponen dalam perencanaan pembelajaran harus disusun atau dikembangkan secara sistematis dan sistemik.

Dalam membuat perencanaan pembelajaran seorang guru harus berorientasi pada kurikulum yang sedang berlaku. Dengan merencanakan terlebih dahulu apa yang hendak kita ajarkan kepada para siswa, kita sudah mempunyai tujuan baik yaitu mengharapkan adanya proses belajar-mengajar yang berjalan secara terarah, jelas tujuannya, demi memperoleh hasil pembelajaran yang maksimal.

Dalam tulisan ini akan disajikan pengertian perencanaan, fungsi perencanaan, dan kriteria perencanaan pembelajaran yang baik.B. Pengertian Perencanaan Pembelajaran Perencanaan pembelajaran adalah suatu kegiatan merumuskan tujuan apa yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran, cara apa yang akan dipakai untuk menilai pencapaian tujuan tersebut, materi dan bahan apa yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikannya, serta alat atau media apa yang akan diperlukan,C.

  1. Definisi Perencanaan Dalam bahasa Inggris, perencanaan dikenal dengan istilah planning yang artinya serangkaian kegiatan yang akan dilakukan di masa yang akan datang.
  2. Selain plan dikenal juga istilah design yang berarti perencanaan.
  3. Ada juga yang mmengartikan design adalah persiapan.
  4. Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan tersebut, dan mengembangkan rencana organisasi.

Dalam suatu perencanan berisi perumusan dari tindakan-tindakan yang dianggap perlu untuk mencapai hasil yang diinginkan sesuai dengn maksud dan tujuan yang telah ditetapkan.D. Definisi pembelajaran Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh para guru dalam membimbing, membantu, dan mengarahkan pesrta didik untuk memiliki pengalaman belajar.

Dengan kata lain pembelajaran adalah suatu cara untuk mempersiapkan pengalaman belajar bagi peserta didik. Dalam proses pembelajaran yang sering disebut juga sebagai kegiatan belajar mengajar, guru melakukan kegiatan yang mmembawa anak kea rah tujuan tertentu. Sedangkan siswa melakukan kegiatan yang telah disediakan oleh guru yaitu kegiatan belajar yang terarah pada tujuan yang akan dicapai.E.

cara membuat rancangan pembelajaran atau skenario pembelajaran

Definisi Perencanaan Pembelajaran Perencanaan pembelajaran merupakan suatu proses yang telah dipersiapkan secara sistematis dalam suatu pembelajaran yang akan disalurkan bersama peserta didik. Konsep perencanaan pembelajaran dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, yaitu : 1.

  • Perencanaan pembelajaran sebagai teknologi adalah suatu perencanaan yang mendorong penggunan teknik-teknik yang dapat menghubungkan tingkah laku kognitif dan teori konstruktif terhadap problem pembelajaran.2.
  • Perencanaan pembelajaran sebagai sistem adalah sebuah susunan dari sumber-sumber dan prosedur-prosedur untuk menggerakkan pembelajaran.3.

Perencanaan pembelajaran sebagai sebuah disiplin adalah cabang pengetahuan yang memperhatikan hasil-hasil penelitian dari teori tentang strategi pembelajaran dan impliksinya.4. Dengan mengacu pada berbagai sudut pandang di atas, maka perencanaan pembelajaran harus sesuai dengan konsep pendidikan dan pembelajaran yang dianut dalam kurikulum.F.

Fungsi Perencanaan Pembelajaran 1. Menurut Kostelnik secara spesifik fungsi perencanaan pembelajaran tersebut diantaranya adalah sebagai berikut: 2. Mengorganisir pembelajaran yaitu proses mengelola seluruh aspek yang terkait dengan pembelajaran agar tertata secara teratur, logis dan sistematis untuk memudahkan melakukan proses dan pencapaian hasil pembelajaran secara efektif dan efesien.3.

Berpikir lebih kreatif untuk mengembangkan apa yang harus dilakukan siswa; yaitu melalui perencanaan, proses pembelajaran dapat dirancang secara kreatif, inovatif. Dengan demikian proses pembelajaran tidak dikesankan sebagai suatu proses yang monoton atau terjadi sebagai suatu rutinitas.4.

You might be interested:  Bagaimana Posisi Awal Tubuh Ketika Melakukan Gerakan Meliukkan Badan?

Menetapkan sarana dan fasilitas untuk mendukung pembelajaran; melalui perencanaan, sarana dan fasilitas pendukung yang diperlukan akan mudah diidentifikasi dan bagaimana menelolanya sehingga sarana dan fasilitas yang dibutuhkan dapat terpenuhi untuk menunjang terjadinya proses pembelajaran yang lebih efektif.5.

Merancang program untuk mengakomodasi kebutuhan siswa secara lebih spesifik; yaitu melalui perencanaa, hal-hal penting yang terkait dengan kebutuhan, karakteristik, dan potensi yang dimiliki siswa akan teridentifikasi dan merencanakan tindakan yang dianggap tepat untuk meresponnya.

  1. Terdapat juga beberapa fungsi yang dikemukakan oleh Oemar Hamalik bahwa pada garis besarnya perencanaan pembeljaran berfungsi berikut: 1.
  2. Memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pembelajaran yang dilakukan untuk mencapai tujuan itu.2.
  3. Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pembelajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan.3.

Menambah keyakinan guru atas nilai-nilai pembelajaraan yang diberikan dan prosedur yang digunakan.4. Membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan siswa, minat-minat siswa dan mendorong motivasi belajar.5. Mengurangi kegiataan yang bersifat trial dan error dalam mengajar dengan adanya organisasi yang baik dan metode yang tepat.6.

Membantu guru memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang up-todate pada siswa, Demikian maka dapat disimpulkan bahwa fungsi dari perencanaan adalah mengorganisasikan dan mengakomodasikan kebutuhan siswa secara spesifik, membantu guru dalam memetakan tujuan yang hendak dicapai, dan membantu guru dalam mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar.G.

Kriteria Perencanaan Pembelajaran yang baik Adapun kriteria perencanaan pembelajaran yang baik adalah sebagai berikut : Terarah pada pencapaian tertentu. Karena setiap perencanaan yang dilakukan harus mengacu pada tujuan tertentu. Dilakukan oleh orang yang mampu membuat rencana dan memahami tujuan yang akan dicapai dalam suatu pembelajaran.

Jelas. Perencanaan yang dibuat harus benar-benar dilaksanakan, Oleh karena itu perencanaan harus dibuat secara detail dan rinci, agar tidak kesulitan dalam mencerna. Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Perencanaan merupakan suatu proses dimana terdapat perumusan dari tindakan-tindakan yang dianggap perlu untuk mencapai hasil yang diinginkan sesuai dengn maksud dan tujuan yang telah ditetapkan.

Pembelajaran sebagai sistem yang bertujuan harus direncanakan oleh guru berdasarkan pada kurikulum yang berlaku. Perencanaan pembelajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran, merumuskan materi pelajran yang harus dipeljari, meruuskan sumber belajar atau media pembelajaran yang akan digunakan.

  1. Fungsi perencanaan sebagai pedoman kegiatan guru dalam mengajar dan pedoman siswa dalam kegiatan belajar yang disusun secara sistematis.
  2. Riteria perencanaan pembelajaran yang baik adalah terarah sesuai tujuan yang ingin dicapai, dilakukan oleh guru yang paham perencanaan tersebut dan harus dibuat secara jelas.

R. Ibrahim, Perencanaan Pengajaran, (Dirjen Dikti 1993),2 Ahmad Rohani, Pengelolaan Kelas, (Jakarta Rineka Cipta, 2004),67 Hanun Asroha, Perencanaan Pembelajaran (Jakarta: Bumi Aksara,2008), 5 A Madjid, Perencanaan Pembelajaran, 17 Hamali, O., Perencanaan Pengajaran berdasarkan pendekatan sistem, Martiana, 1987 By : Rifa

Langkah-langkah dalam membuat perencanaan?

Perencanaan (planning) merupakan kegiatan menetapkan atau menentukan suatu cara bertindak sebelum tindakan itu sendiri diaplikasikan atau dilaksanakan. Berikut 7 tahap dalam perencanaan: Merumuskan tujuan Menetapkan tujuan Melakukan analisa kesempatan Melakukan analisa sumber daya Identifikasi dan pengembangan alternatif Implementasi strategi Pelaksanaan keputusan – Perencanaan (planning) merupakan kegiatan menetapkan atau menentukan suatu cara bertindak sebelum tindakan itu sendiri diaplikasikan atau dilaksanakan.

Merumuskan tujuan Menetapkan tujuan Melakukan analisa kesempatan Melakukan analisa sumber daya Identifikasi dan pengembangan alternatif Implementasi strategi Pelaksanaan keputusan

Langkah pertama dalam membuat suatu rencana adalah?

Dalam membuat sesuatu rencana pertama -tama kita harus menetapkan tugas dan tujuan. Sesuatu rencana tidak dapat diformulir, sebelum ditetapkan terlebih dahulu apa yang menjadi tugas dan apa yang menjadi tujuan.

Apa yang dimaksud dengan rancangan pembelajaran?

Pentingnya Rancangan Pembelajaran Dalam Sebuah Refleksi Depoedu.com – Rancangan pembelajaran merupakan “kompas” penunjuk arah bagi guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Tentu dalam merancang ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan dan harus disiapkan sehingga melalui rancangannya seorang guru bisa memastikan seluruh proses pembelajaran bisa efektif dan efisien.

Pengajaran tanpa sebuah rancangan yang baik maka bisa berakibat fatal dalam pembentukan pemahaman dalam diri anak didik. Efek dari sebuah rancangan bisa diibaratkan dalam mendirikan sebuah bangunan. Dalam mendirikan bangunan yang kokoh rancangan yang dibuat harus matang karena bila tidak maka bangunan itu akan mudah roboh, begitu pula dalam pengajaran tanpa sebuah rancangan yang baik maka proses pembelajaran yang dilalui tidak akan membuat siswa menjadi lebih kuat untuk tumbuh ke tahap selanjutnya.

Sehingga bila ditimbang akibatnya mana yang lebih berbahaya membangun bangunan tanpa rancangan atau mengajar tanpa sebuah rancangan ? Membangun tanpa rancangan, bagunan itu yang akan roboh dan bangunan adalah benda mati akan tetapi pengajaran tanpa rancangan yang baik maka kualitas manusia menjadi pertaruhan.

You might be interested:  Bagaimana Sikap Akhir Melakukan Gerakan Lompat Kangkang?

Dalam pengajaran manusia yang dibangun. Sekolah Stella Maris adalah salah satu sekolah yang concern terhadap konten rancangan pembelajaran. Pembelajaran yang diharapkan dapat memuat adanya 5 M yang terdiri dari mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Dalam tahap mengamati, proses bisa dilakukan dengan observasi pada suatu obyek secara nyata untuk memperoleh suatu data.

Data yang diperoleh bisa menstimulasi rasa ingin tahu pada diri anak sehingga bisa menjadi landasan pemikiran kriitis untuk masuk pada tahap menanya. Tahap menanya adalah tahap yang bisa menjadi tahap eksplorasi pengetahuan terhadap suatu obyek yang sedang diamati.

Di samping itu dalam tahap menaya ada proses pembentukan sikap berani bertanya dan siap mendapatkan respon secara verbal baik dari guru atau siswa lainnya. Dalam dialog bertanya sebenarnya ada satu hal lagi yang muncul dalam diri siswa yaitu mereka mempunyai argument, baik saat mengajukan pertanyaan, menjawab sebuah pertanyaan atau merespon sebuah jawaban dari pertanyaan.

Tahap selanjutnya adalah mencoba. Tahap ini adalah bagian dari proses menginternalisasi sebuah pengetahuan yang didapatkan baik dari informasi guru atau dari data yang diperoleh melalui observasi sehingga berharap pembelajaran menjadi semakin bermakna.

  1. Tahap ke-4 adalah tahap menalar, dalam tahap ini anak diarahkan untuk bisa mengaitkan dari berbagai informasi sehingga anak mempunyai dasar dalam membuat kesimpulan.
  2. Tahap terakhir adalah mengkomunikasikan.
  3. Tahap ini anak bisa mempresentasikan dari sebuah hasil pembelajaran yang dialaminya.
  4. Terkait penajaman 5 M dalam pembelajaran, lingkungan yang menjadi tema pembelajaran di Kelas I di creat dengan melakukan pembelajaran di luar kelas yaitu dengan uji coba pembibitan sayuran dengan media polybag,

Rancangan ini menghasilkan pengalaman tersendiri bagi siswa karena melalui proses pembibitan muncul pertanyaan yang sangat kritis dari anak “kapan kira kira benih ini tumbuh ?” Pertanyaan ini rasanya sederhana tetapi jawaban dari guru akan menjadi dasar pembuktian sebuah proses percobaan yang mereka lakukan, sehingga mereka bisa menghubungkan dengan data yang akan mereka peroleh melalui observasi.

Sekitar 10 hari kemudian anak melakukan observasi benih yang mereka tanam di polybag masing masing. Setiap polybag sudah diberi nama sesuai pemiliknya. Dalam tahap ini ada respon yang sangat beragam “hore benihku jadi tanaman” tapi ada siswa yang mengamati tanamannya kemudian membandingkan dengan tanaman milik temannya.

Secara spontan anak itu menyampaikan kepada guru “mengapa bibitku hanya sedikit yang tumbuh tidak seperti milik temanku ?” Sekilas itu terdengar sebagai sebuah keluhan, tetapi bila dilihat lebih dalam keluhan itu sebenarnya sebuah pertanyaan yang diajukan berdasarkan data – data yang ia peroleh.

  1. Guru pun akhirnya mengurai penyebab mengapa ada yang tumbuh dengan baik dan ada yang tidak.
  2. Pengalaman ini menjadi sebuah proses konstruksi pemahaman yang baik tentang menanam sayur.
  3. Akhir dari pembelajaran ini siswa mengkomunikasikan tanamannya masing – masing terkait proses penanaman, jenis tanaman, manfaat tanaman dan mengkategorikan tanaman subur atau tidak subur.

Melalui percobaan, mengobservasi, menghubungkan data dan menanya akan membangun pengetahuan anak menjadi semakin kuat dan utuh. Proses yang bermakna ini terjadi tentu diawali sebuah rancangan pembelajaran yang baik dengan tujuan pembelajaran yang jelas.

7 Apa saja yang menjadi faktor utama dan komponen dalam pemilihan metode pembelajaran?

Faktor – faktor Pemilihan Metode Pembelajaran diantaranya, meliputi: tujuan pembelajaran, bahan/materi pembelajaran, sumber belajar, warga belajar, sarana/fasilitas belajar, waktu pembelajaran dan besar-kecilnya kelompok.

Mengapa kita harus membuat perencanaan pembelajaran?

Alasan pentingnya rencana pembelajaran selanjutnya adalah untuk menghemat waktu dan tenaga dari guru. Guru tidak perlu bingung untuk memikirkan model, metode, dan sumber belajar yang sekiranya nanti akan digunakan oleh siswa.

Apa saja syarat perencanaan yang baik?

Syarat-syarat perencanaan adalah sebagai berikut. Memiliki tujuan yang jelas. Bersifat sederhana (simple), dalam arti tidak muluk-muluk sehingga tidak terlalu sulit dalam pelaksanaannya. Memuat analisis-analisis terhadap pekerjaan yang dikerjakan. Bersifat fleksibel, dalam arti dapat berubah sesuai perkembangan yang ada.

  • Memiliki keseimbangan, yaitu keselarasan tanggung jawab dan tujuan tiap bagian dalam perusahaaan dengan tujuan akhir perusahaan yang telah ditetapkan.
  • Memiliki kesan bahwa segala sesuatu itu telah tersedia serta dapat digunakan secara efektif dan berdaya guna.
  • Dengan demikian, ada enam syarat yang harus dipenuhi dalam perencanaan.

– Syarat-syarat perencanaan adalah sebagai berikut.

Memiliki tujuan yang jelas. Bersifat sederhana (simple), dalam arti tidak muluk-muluk sehingga tidak terlalu sulit dalam pelaksanaannya. Memuat analisis-analisis terhadap pekerjaan yang dikerjakan. Bersifat fleksibel, dalam arti dapat berubah sesuai perkembangan yang ada. Memiliki keseimbangan, yaitu keselarasan tanggung jawab dan tujuan tiap bagian dalam perusahaaan dengan tujuan akhir perusahaan yang telah ditetapkan. Memiliki kesan bahwa segala sesuatu itu telah tersedia serta dapat digunakan secara efektif dan berdaya guna.

Dengan demikian, ada enam syarat yang harus dipenuhi dalam perencanaan.

You might be interested:  Bagaimana Posisi Akhir Ketika Melakukan Gerakan Roll Depan?

Bagaimana pentingnya perencanaan agar proses pembelajaran berjalan efektif?

Dalam dunia pendidikan tentunya ada dimana proses pembelajaran,ada pendidik dan peserta didik selain itu berhubungan dengan adanya komunikasi antara keduanya timbal balik dan respon interaksi yang saling berhubungan.Pendidikan sebagai sebuah kegiatan dan proses aktivitas yang disengaja merupakan gejala masyarakat ketika sudah mulai disadari pentingnya upaya untuk membentuk, mengarahkan, dan mengatur manusia sebagaimana dicita-citakan masyarakat.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevasi dan efesiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global Pembelajaran merupakan kegiatan inti dalam proses pendidikan, karena melalui kegiatan belajar ini diharapkan dapat dicapai tujuan pendidikan dalam bentuk terjadinya perubahan tingkah laku dalam diri siswa, juga menjadi harapan semua pihak agar setiap siswa mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Proses pembelajaran terjadi karena ada tujuan yang hendak dicapai. Akan tetapi banyak seorang guru gagal dalam pembelajaran, seperti banyak siswa yang tidak mencapai tujuan yang diharapkan. Perencanaan yang baik, setidaknya dapat mengantisipasi atau meminimalisir permasalahan- permasalahan yang nantinya akan muncul, sehingga pembelajaran berjalan normal dan keberhasilan pembelajaran tercapai.Perencanaan dapat membuat pembelajaran berlangsung secara sistematis Proses pembelajaran tidak berlangsung seadanya, akan tetapi berlangsung secara terarah dan terorganisir.

  1. Dengan demikian guru dapat menggunakan waktu secara efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran dan keberhasilan pembelajaran.
  2. Hal tersebut dapat berlangsung melalui perencanaan pembelajaran yang baik.
  3. Dengan mempersiapakan secara lebih matang dan siap untuk proses pembelajaran yang akan diajarkan oleh pendidik kepada peserta didik atau guru kepada murid maka sikap optimisme guru akan lebih tinggi dan siap tentunya, materi-materi yang akan diajarkan tentunya lebih mengusai dibandingkan dengan yang belum menyiapkan segala sesuatunya untuk perencanaan pembelajaran,Dengan adanya rencana maka segalanya menjadi lebih tersusun dengan lebih rapi,

Susunan yang lebih rapi membuat semuanya secara sistematis. Pembelajaran yang sistematis memudahkan belajar. Sistematis ini penting untuk lebih baik lagi. Kumpulan kumpulan data yang di gunakan untuk menarik kesimpulan dari beberapa informasi yang ada. Data ini di susun sesuai dengan rencana pembelajaran yang baik dan aman untuk kedepan, Guru lebih mempunyai planning dan tujuan terarah jelas,pedoman susunannya dan hal lainnya.Bila tidak membuat perencanaan pembelajaran tentunya akan lebih sulit untuk melakukan proses pembelajaran,belajar dan megajar, dimana akan terasa bingung step by stepnya dan tujuannnya tidak terarah.

Banyak pro dan kontra terhadap perencanaan pembelajaran sebelum melakukan mengajar ada beberapa pendidik yang memberikan pendapatnya,ada yang melakukan perencanaan secara matang,detail dan terperinci sebelum melakukan proses mengajar dengan peserta didik,ada pula yang mengabaikan perencanaan pembelajaran,tidak membuat planning dan tujuan pembelajaran sehingga mengakibatkan pembelajaran tidak optimal dan juga tidak efektif.

Dengan lebih baik menggunakan perencanaan terlebih dahulu secara sitematis,Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Beri Komentar Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Mengapa seorang guru harus mampu menyusun perencanaan pembelajaran dengan baik?

Alasan pentingnya rencana pembelajaran selanjutnya adalah untuk menghemat waktu dan tenaga dari guru. Guru tidak perlu bingung untuk memikirkan model, metode, dan sumber belajar yang sekiranya nanti akan digunakan oleh siswa.

Bagaimana peran perencanaan pembelajaran dalam sebuah pembelajaran?

Peranan Perencanaan Pembelajaran 1, Acuan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran agar Slebih terarah dan berjalan efien dan efektif.2. Sebagai landasan pokok bagi guru dan siswa dalam mencapai kompetensi dasar dan indikator yang ditetapkan.

Bagaimana peran perencanaan dalam proses pembelajaran?

Manfaat Perencanaan Pembelajaran – Perencanaan pembelajaran memainkan peran penting dalam memandu guru untuk melaksanakan tugas sebagai pendidik dalam melayani kebutuhan belajar siswanya. Perencanaan pembelajaran juga dimaksudkan sebagai langkah awal sebelum proses pembelajaran berlangsung. Terdapat beberapa manfaat perencanaan pembelajaran dalam proses belajar mengajar yaitu:

Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan. Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan. Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid. Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja. Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja. Untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat, dan biaya. (Majid, 2007: 22)

Sumber Bacaan Majid, Abdul.2007. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru, Bandung: PT Remaja Rosdakarya Hernawan, H A dkk. (2007). Belajar dan Pembelajaran, Bandung : Upi Press Jumhana, Nana & Sukirman. (2008). Perencanaan Pembelajaran,