Buatlah Rancangan Pembelajaran Yang Menerapkan Strategi Metakognitif?

Buatlah Rancangan Pembelajaran Yang Menerapkan Strategi Metakognitif
Penerapan Metakognitif dalam Pembelajaran

  • 1. Persiapan dan rencana pembelajaran Komponen ini berisi rumusan tujuan pembelajaran yang tertulis di dalam RPP.
  • 2. Pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran Setiap siswa tentu bisa mengukur kemampuan dirinya sendiri dalam proses pembelajaran.
  • 3. Penggunaan strategi dan pemantauan
  • 4. Pengaturan berbagai strategi pembelajaran
  • 5. Evaluasi atas strategi yang digunakan dalam pembelajaran

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan strategi metakognitif?

Strategi pembelajaran metakognitif yang digunakan meliputi langkah perencanaan (planning) yakni menyusun rencana sebelum melakukan pembela- jaran, memantau (monitoring) yakni memantau pemahaman yang mereka miliki, dan mengevaluasi (evaluating) pemikiran mereka setelah selesai me- lakukan pembelajaran (Fogarty, 1994).

Apa itu metakognitif dalam RPP?

Strategi Metakognitif dalam Pembelajaran: Apa, Kenapa, dan Bagaimana? Strategi metakognitif merupakan istilah yang bagi banyak orang adalah istilah yang tidak asing. Namun banyak juga yang tidak familiar dengan istilah ini, bahkan bagi sejumlah guru, padahal bisa jadi mereka telah lama menerapkannya di ruang kelas dalam pengajarannya, hanya saja belum mengenal istilahnya saja.

Ulasan singkat dan sederhana ini mencoba membahas apa itu strategi metakognitif, mengapa hal ini penting untuk dipahami dan diterapkan, dan bagaimana cara melatih strategi metakognitif kepada peserta didik di kelas. Tulisan ini diupayakan agar mudah dipahami serta dapat memberikan penyadaran bagi pembaca tentang mengapa hal ini krusial, dan dapat diterapkan secara praktis di ruang kelas.

Secara konsep, istilah metakognisi mengacu pada kemampuan seseorang untuk memikirkan tentang cara berpikir ( thinking about thinking ). Cross dan Paris (1988) mendefinisikan metakognisi sebagai pengetahuan dan kontrol yang dimiliki seseorang terhadap cara berpikirnya atau aktivitas belajarnya.

Dalam arti lain, metakognisi adalah kemampuan pembelajar (learner) dalam merencanakan, mengontrol, mengevaluasi, dan merefleksi cara belajarnya sehingga menemukan strategi yang efektif untuk belajar secara mandiri dan mampu memformulasikan tujuan dan langkah-langkah yang akan diambil untuk pembelajaran lebih lanjut.

Seorang pembelajar dengan kemampuan metakognitif yang baik akan dapat memprediksi sejauh mana mereka dapat memahami apa yang mereka pelajari dan apa yang harus dilakukan agar pembelajaran mereka lebih efektif. Dengan pemaparan makna metakognisi tersebut di atas, maka apa yang dimaksud dengan strategi metakognitif adalah strategi atau langkah-langkah dalam melatih seseorang untuk membiasakan belajar dengan mengedepankan metakognisi.

Strategi metakognitif melatih seseorang dalam belajar dengan mengedepankan Higher Order Thinking Skills dalam skema pembelajaran reflektif. Contoh sederhana di mana siswa dianggap mampu menggunakan strategi pembelajaran metakognitif adalah sebagai berikut: siswa A dan B diminta untuk menyusun sebuah teks naratif dalam bahasa Inggris.

Siswa A kesulitan untuk memulai teksnya sementara siswa B mulai menulis dengan menerapkan struktur dan fitur kebahasaan teks naratif secara sistematis sebagaimana yang telah dipelajari. Siswa A kemudian mencoba merefleksikan kembali teks-teks narasi berupa legenda-legenda populer, cerita-cerita yang pernah dia dengar dan lainnya kemudian mengaitkannya dengan struktur teks yang pernah diajarkan di kelas.

Tidak hanya sampai disitu, siswa A menemukan bahwa cara yang lebih efektif dalam memahami teks naratif adalah dengan mengidentifikasi teks-teks sejenis lainnya dan menjadikannya sebagai model teks yang dapat ia ikuti sebagai pedoman penulisannya. Lebih lanjut, siswa A berpikir bahwa masing-masing teks memiliki kompleksitas perbendaharaan kata yang berbeda sehingga dia memutuskan untuk mencari teks naratif sejenis misalnya legenda-legenda nusantara yang memiliki kesamaan fitur.

Contoh di atas menunjukkan siswa A telah mampu menggunakan strategi metakognitif dalam pembelajaran di mana dia mampu mengidentifikasi kesulitannya, menemukan pemecahan masalah, merefleksi dan mengevaluasi, menyusun road map pembelajaran yang akan dijalankan dapat menyusun teks naratif.

You might be interested:  Bagaimana Cara Melakukan Gerakan Melempar Bola Besar Ke Depan?

Dalam lingkup pembelajaran di sekolah, strategi metakognitif sangatlah penting untuk diterapkan. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa mengajar strategi metakognitif mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan hasil yang positif (National Research Council, 1999). Anak yang sejak dini dilatih menggunakan strategi metakognitif menunjukkan hasil yang positif pada hasil belajar dan adaptabilitas mereka baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Selain itu, menerapkan strategi metakognitif dapat menjadikan seseorang menjadi pembelajar mandiri dan pembelajar sepanjang hayat. Strategi metakognitif mampu melatih pembelajar untuk mentransfer atau mengaplikasikan apa yang telah dipelajari pada konteks yang berbeda.

Dengan strategi metakognitif, seseorang menjadi mampu mengukur keterbatasannya, apa yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah yang ia hadapi, kemudian menyusun strategi belajar yang sesuai dengan gaya belajarnya secara mandiri sehingga hasil belajarnya dapat berakselerasi bahkan mampu melampaui hasil mereka yang hanya berlandaskan pada strategi kognitif seperti menghafal, memonic, dan seterusnya.

Sebagai guru yang konsisten melatih strategi metakognitif pada siswa, kita tidak akan mendengar siswa berkata ‘ Saya tidak mengerti’ akan tetapi lebih pada ‘ Mengapa tidak mengerti dan bagaimana cara agar saya mengerti.’ Penjelasan di atas terdengar klise, naif, dan normatif.

Bahkan mungkin banyak yang bersikap skeptis dan menganggap melatih strategi metakognitif sangat sulit diterapkan di kelas dengan kondisi lingkungan belajar dan sederet permasalahan pendidikan kita di Indonesia. Padahal pada kenyataannya, melatih strategi metakognitif dapat dilakukan dengan langkah langkah sederhana.

Pada intinya adalah membiasakan pembelajaran yang fokus pada pemecahan masalah, berorientasi proses, dan pembelajaran reflektif. Mengapa pembelajaran reflektif? Karena pembelajaran reflektif merupakan level tertinggi dalam strategi metakognitif (Perkins, 1992).

Langkah langkah sederhana yang bisa dilakukan di antaranya sebagai berikut.1. Pre-assessment (Self Assessment) Guru menulis beberapa pertanyaan terkait materi sebelumnya, meminta siswa untuk menuliskan pada selembar kertas tanpa menulis nama. Pertanyaan terkait tentang topik, kendala, tantangan, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Guru meminta siswa untuk mendiskusikan mengapa kendala muncul, pemecahan masalahnya, dan apa yang akan dilakukan jika berada pada situasi yang sama.

2. Jurnal Refleksi Setiap akhir pembelajaran, siswa diminta menulis refleksi singkat dengan pertanyaan-pertanyaan panduan seperti apa yang sudah dipelajari, apa yang belum dimengerti, mengapa tidak dipahami, apa yang perlu dilakukan untuk selanjutnya, bagaimana perasaannya ketika mempelajari materi tersebut, dan seterusnya.3. Model KWL

You might be interested:  Bagaimana Cara Melakukan Gerakan Sikap Lilin?

KWL singkatan dari ( Know, Want, Learned atau What do you know? What do you want to learn? What have you learned? ). Langkah-langkahnya adalah pada awal pembelajaran siswa diminta membuat tabel yang berisi 3 kolom yang berisi ‘Apa yang diketahui’ (Know), ‘Apa yang ingin dipelajari’ (Want), ‘Apa yang telah dipelajari’ (Learned).

  • Di awal pembelajaran siswa mengisi kolom Know dan Want.
  • Selanjutnya, pada akhir pembelajaran, meminta siswa untuk merefleksikan apa yang sudah dipelajari di kolom ‘Apa yang sudah dipelajari’ (Learned).3.
  • Perangkat Organisasional Berangkat organisasional di sini dapat berupa cek list, rubrik, atau peta konsep.

Siswa diminta mengisi refleksi berupa cek list, rubrik, atau peta konsep terkait refleksi pembelajaran.4. Thinking Aloud Disela-sela pembelajaran, guru dapat secara Periodik menanyakan kepada siswa tentang apa yang telah diketahui atau dipelajari, jika siswa kebingungan, tanyakan apa yang tidak dipahami dan mengapa.

  1. Minta mereka memecahkan masalahnya sendiri disesuaikan dengan pengalaman masing masing.5.
  2. Model Pembelajaran Eksplisit Model pembelajaran eksplisit dapat berupa langkah langkah atau siklus pembelajaran (teaching and learning cycle) yang secara eksplisit diajarkan kepada siswa.
  3. Sebagai contoh, dalam pembelajaran bahasa Inggris berbasis teks, model pembelajaran yang biasa digunakan diantaranya Building knowledge of Field, Text Modelling, Joint Construction, Independent Construction, dan Linking related text di mana masing masing tahapan secara eksplisit diajarkan kepada siswa.

Dengan model eksplisit seperti ini, siswa dapat dengan mudah memanfaatkan panduan siklus pembelajaran apabila menemukan kendala dalam pembelajaran atau menjadi road map dalam pembelajaran. Langkah langkah di atas hanyalah beberapa dari sekian banyak cara melatih strategi metakognitif dalam pembelajaran.

  • Namun, dari keseluruhan langkah langkah yang ada, saya dapat menyimpulkan bahwa pembiasaan pembelajaran reflektif dan kritis dalam arti selalu mengaitkan dengan pengalaman siswa adalah inti dari strategi metakognitif.
  • Apabila prinsip prinsip dan langkah langkah pembelajaran metakognitif diterapkan secara konsisten, besar kemungkinan siswa akan terlatih secara mandiri dalam menerapkan strategi pembelajaran metakognitif.

Selamat mencoba. * Artikel ini ditulis oleh Rif Anuddin, guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Janapria, Lombok Tengah, NTB. Referensi Cross, D.R., & Paris, S.G. (1988). Developmental and instructional analyses of children’s metacognition and reading comprehension.

Apa itu metakognisi dan contohnya?

Apa Itu Metakognisi?

“Oh mengapa saya memilih pilihan ini?” “Eh, apa benar jawaban yang saya berikan?” “Apa pertanyaan saya masuk akal?”

Pernahkah kita mempertanyakan pikiran kita sendiri? jika ya, maka proses metakognisi kita tengah berjalan dengan baik. Metakognisi adalah proses mengamati dan mengendalikan aktivitas kognitif yang berlangsung dalam kepala kita sendiri. Dengan kata lain berpikir tentang berpikir.

  1. Seperti adegan dalam sinetron murahan di mana ketika seorang meninggal arwahnya seolah keluar dari tubuhnya dan melihat dirinya sedang tergeletak di atas aspal.
  2. Urang lebih demikianlah visual dalam proses metakognisi.
  3. Metakognisi adalah bagian dari proses berpikir kritis.
  4. Ita mencoba mempertanyakan cara berpikir kita, kebenaran logika dari cara berpikir kita dan kelurusan proses berpikir kita.
You might be interested:  Yang Berhak Membuat Rancangan Uu Adalah?

Tokoh yang cukup berperan dalam munculnya istilah metakognisi adalah, seorang psikolog pendidikan asal Amerika. Ia menyatakan bahwa metakognisi terdiri atas dua hal, yaitu: pengetahuan metakognitif dan pengalaman kognitif. Pengetahuan metakognitif merujuk pada pengetahuan umum tentang bagaimana manusia mempelajari sesuatu dan menyerap informasi. Photo by on Sementara itu, pengalaman metakognitif merujuk kepada strategi seseorang untuk mengendalikan pikirannya dalam memahami sesuatu. Misalnya saja kita tengah menonton sebuah video mengenai Fisika teoritis dari, pada satu menit pertama kita menghentikan video untuk memberi kesempatan pada pikiran kita untuk mempertanyakan konsep yang tengah ia bicarakan.

Tujuan kognitifnya adalah memahami video, proses metakognisinya adalah bertanya kepada diri sendiri tentang proses dia memahaminya. Mulai dari mencari tahu makna dari setiap teori atau memugar pengertian-pengertian dari berbagai ahli tentang masalah tersebut. Metakognisi adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills), di sekolah, metakognisi juga masuk dalam daftar kemampuan yang harus dikuasai.

Namun, pada kurikulum 2013, pengertian metakognisi berbeda dengan yang sudah saya jelaskan di atas. Metakognisi diartikan sebagai kemampuan mengaitkan satu pengetahuan dengan pengetahuan yang lain. Seperti misalnya siswa mengerti bahwa alat penanak nasi menghasilkan panas yang bisa mematangkan nasi, atas dasar itu kita juga bisa memasak mie instan di dalam alat penanak nasi memanfaatkan panas yang sama.

Mengapa metakognisi penting? Bagi seorang pembelajar, yang terpenting bukan hanya memahami apa yang terserak di luar pikirannya, tetapi juga apa yang terhimpun di dalam kepala. Mempertanyakan kebenaran yang didapat sendiri, memikirkan ulang, dan merekonstruksi pemikiran akan membangun dan melatih daya pikir seseorang.

Kita mungkin sering belajar untuk bertanya, tapi kurang sering untuk belajar mempertanyakan. Bersikap skeptis dan berusaha untuk menemukan sendiri pemahaman melalui usaha sendiri, inilah yang disebut — meminjam istilah Iwan Pranoto — kasmaran dalam belajar.

  1. Seseorang tidak hanya belajar untuk mendapat prestasi kognitif, tapi memandangnya sebagai sebuah petualangan yang hidup.
  2. Learning is a journey.
  3. Sebagai bagian dari proses berpikir kritis, metakognisi merupakan salah satu tahapan dalam melatih pikiran kita sendiri.
  4. Gunanya tak lebih dan tak kurang adalah menyaring carut marutnya limpahan informasi yang membanjiri pemandangan kita sehari-hari.

Setidaknya kita bisa selamat dari fabrikasi informasi yang ngawur dan salah. Jika merasa tulisan ini bermanfaat, boleh sekali untuk mentraktir saya kopi dengan klik tombol di bawah ini. Tapi kalau tidak juga yaaa tidak apa-apa. : Apa Itu Metakognisi?