Kertas Rancangan Digunakan Sebagai Objek Yang Akan Dilukis Pada?

Kertas Rancangan Digunakan Sebagai Objek Yang Akan Dilukis Pada
kertas yg akan digunakan sbg obyek yg akan dilukis pada kaca disebut kertas?Prakarya kurtilas kls KERTAS RANCANGANKertas rancangan digunakan sebagai obyek yang akan dilukis pada kaca. maaf kalo salah:) : kertas yg akan digunakan sbg obyek yg akan dilukis pada kaca disebut kertas?Prakarya kurtilas kls

Apa Fungsi kertas rancangan?

Rangkuman Materi Prakarya Kelas 9 BAB 1 Kerajinan Bahan Keras Kherysuryawan.id – Materi prakarya kelas 9 SMP BAB 1 Kerajinan Bahan Keras pada pembelajaran di semester 1. Sahabat Pendidikan, pada postingan kali ini saya akan menyajikan rangkuman materi khususnya pada mata pelajaran prakarya.

Adapun rangkuman materinya yaitu materi prakarya kelas 9 BAB 1 Kerajinan Bahan Keras. Jika anda yang membaca postingan ini sedang membutuhkan rangkuman materi sesuai judul diatas, maka anda bisa mendapatkannya melalui postingan ini. Untuk memudahkan siswa dan guru dalam melakukan proses pembelajaran maka di butuhkan suatau ringkasan materi dari apa yang di pelajari.

Di dalam sebuah rangkuman materi tentunya yang akan di ambil hanya materi inti atau point-point pentingnya saja sehingga akan memudahkan bagi para pelajara dalam menggunakannya sebagai bahan pembelajaran. Dengan mempelajari rangkuman materi maka akan menghemat waktu belajar dan juga inti dari materi akan lebh cepat untuk di pahami jika dibandingkan dengan mempelajari seluruh isi materi yang ada pada buku pelajaran.

Bagi anda yang terbiasa belajar dari rangkuman materi maka anda bisa berkreasi sendiri untuk membuat rangkuman materi sesuai kebutuhan masing-masing. Di kesempatan ini saya akan membantu para pelajar dalam membuat rangkuman materi untuk mata pelajaran prakarya kelas 9 BAB 1 Kerajinan Bahan Keras. Adapun isi rangkuman yang saya sajikan pada postingan ini ialah bersumber dari buku siswa prakarya kelas 9 SMP kurikulum 2013 edisi revisi terbaru.

Bagi anda yang ingin mengetahui isi dari rangkuman materi tersebut maka silahkan di simak rangkuman materinya di bawah ini :

  • BAB I KERAJINAN BAHAN KERAS
  • A. Prinsip Kerajinan Bahan Keras
  • Pengetahuan dalam keragaman bahan dan alat serta teknik yang digunakan dalam pembuatan kerajinan bahan keras merupakan cermin dari kepiawaian perajin dalam penciptaan karyanya.
  • Adapun prinsip pembuatan kerajinan bahan keras meliputi:
  • 1. Keunikan Bahan Kerajinan

Bahan dasar yang dapat digunakan sebagai kerajinan yaitu dapat dibuat dari bahan alam, bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik. Semua bahan dapat diperoleh dari alam, maupun diolah sendiri, bahkan hingga memanfaatkan bahan limbah yang ada di lingkungan sekitar.

Seorang perajin hanya memerlukan ketekunan untuk dapat menciptakan sebuah produk kerajinan yang dapat dinikmati banyak orang dan bernilai jual.2. Keragaman Muatan Nilai dalam Produk Kerajinan Banyaknya bentuk produk kerajinan tidak lepas dari gagasan ataupun ide manusia yang dapat berawal dari suatu pikiran dan kehendak melalui tindak cipta karsa.

Apa yang selanjutnya dihasilkan dapat merupakan seperangkat karya dengan muatan pesan tertentu yang sangat ditentukan oleh penciptaan kreatif manusia. Oleh sebab itu pesan yang dapat kita peroleh berdasarkan proses berkarya ini dapat kita pilah sebagai berikut: 1.

  1. Produk dengan nilai fungsional.2.
  2. Produk dengan nilai informatif.3.
  3. Produk dengan nilai simbolik.4.
  4. Produk dengan nilai prestise (wibawa).3.
  5. Aspek Rancangan dalam Produk Kerajinan Proses pembuatan sebuah produk kerajinan tidak terlepas dari salah satu unsur penting yaitu bagaimana melakukan pertimbangan saat membuat rancangan yang dapat melibatkan berbagai aspek teknologi serta mengandung tanggung jawab terhadap budaya bangsa Indonesia.

Produk kerajinan mengandung banyak faktor yang perlu menjadi bahan acuan dan pertimbangan.

  1. Adapun faktor-faktor permasalahan obyektif yang diperlukan untuk diketahui sebelum perancangan adalah sebagai berikut:
  2. 1. Faktor Teknis
  3. • metode produksi yang handal
  4. • penerapan daya mesin atau manual, dan,
  5. • tingkat kemahiran sumber daya manusianya.
  6. 2. Faktor Ekonomis
  7. • pemasaran yang tahan persaingan,
  8. • sistem pemasokan atau distribusi,
  9. • kebijakan penciptaan (hak cipta),
  10. • nilai jual dan keberadaan suku cadang (sumber daya bahan dan alat), serta
  11. • selera masyarakat terhadap produk tersebut.
  12. 3. Faktor Ergonomis
  13. • kenyamanan
  14. • keamanan
  15. • kesesuaian
  16. • kepraktisan
  17. 4. Faktor Sains dan Teknologi
  18. • terdapat unsur kebaruan atau temuan baru (inovasi atau modifi kasi)
  19. • selalu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi
  20. 5. Faktor Estetika
  21. • menampilkan bentuk keindahan
  22. • memiliki daya pikat
  23. • terjadi keserasian
  24. • penggarapan yang rinci/detail
  25. • perupaan atau pewarnaan
  26. • kesan atau gugahan yang ditampilkan
  27. 6. Faktor Kondisi Lingkungan
  28. • nilai budaya
  29. • kondisi lingkungan atau wilayah setempat
  30. B. Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Keras
  31. Beberapa bahan keras yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan terbagi dalam dua jenis, yaitu:
  32. 1. Bahan Keras Alam

Bahan keras alam adalah bahan untuk karya kerajinan yang dipereloh dari alam sekitar dan merupakan sumber daya alam baik hutan, bumi, maupun perairan Indonesia. Sifatnya pejal, solid, kuat, padat, dan tidak mudah berubah bentuk. Contoh bahan keras alam yang kita kenal adalah kayu, bambu, rotan dan sebagainya.

  • Berikut ini Aneka bahan keras alam;
  • a. kayu
  • b. bambu, dan

c. rotan. 2. Bahan Keras Buatan Bahan keras buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan bahan tertentu sehingga menjadi keras, dan memiliki sifat kuat dan tahan lama. Beragam karya kerajinan dari bahan keras buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan.

  1. Berikut ini yang merupakan ciri-ciri dari bahan keras, yaitu:
  2. 1. Bahan Keras Alam
  3. Bahan keras alam adalah bahan yang berasal dari sumber daya alam hutan, bumi, dan laut yang bersifat keras.
  4. a. Kayu
  5. • Kayu terdiri dari berbagai macam jenis, diantaranya; mahoni, pinus, jati, hitam, nangka, kelapa, lame, albasia, sungkai, kamper, meranti, dan sebagainya.

• Masing-masing kayu memiliki ciri yang berbeda. Tetapi selain keras rata-rata memiliki serat atau urat kayu yang indah.

  • • Memiliki lingkaran tahun.
  • • Tahan lama dan dapat dibentuk dengan diukir.
  • • Ada yang memiliki beban ringan seperti lame dan albasia, ada pula yang berat seperti jati.
  • • Sebagian dapat memuai karena perubahan suhu, tidak demikian untuk kayu jati.
  • b. Bambu
  • • Batangnya kuat, namun akan terjadi pelapukan jika terkena air terus menerus.

• Memiliki rongga dari ukuran 1 cm hingga 20 cm. Sehingga dapat dibuat sebagai wadah dalam kerajinan. • Memiliki ruas batang. Ruas inilah yang unik. Terkadang dalam pembuatan kerajinan sangat ditonjolkan.

  1. • Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.
  2. • Dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.
  3. c. Rotan

• Batangnya kuat, lebih kuat dari bambu. Terutama serat batangnya sangat kokoh. • Rotan yang dimanfaatkan sebagai kerajinan ada yang berongga dan ada yang tidak. Yang berongga mempunyai ukuran ½ cm hingga 1 cm. Sedangkan yang tidak berongga merupakan bagian dalam dari rotan.

  • • Memiliki ruas batang namun lebih samar dibanding bambu.
  • • Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.
  • • Dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.
  • • Rotan memiliki bentuk yang panjang bisa mencapai 10 meter karena hidupnya menjalar dan melilit, sedangkan panjangnya selalu bertambah.
  • 2. Bahan Keras Buatan
  • Bahan keras buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari beberapa bahan dan bersifat keras.
  • a. Kaca
  • • Kaca wujudnya transparan dan bening.
  • • Ketebalannya bervariasi antara 1 mm – 2cm tergantung pada kebutuhan.

• Permukaannya licin dan kilap. Jika dilukis harus menggunakan cat khusus yang dapat menempel pada permukaan kaca.

  1. • Kaca dapat dilebur dan dibentuk dalam kondisi panas.
  2. b. Logam
  3. • Logam terdiri dari berbagai warna, ada yang perak, emas, ada yang kemerahan/kecoklatan, dan juga berwarna perak keabu-abuan.
  4. • Bentuknya ada yang tebal dan berat, ada pula yang pipih dan tipis lagi ringan.

• Logam mudah terkorosi oleh udara, maka kadang dilapisi dengan krom atau lapisan emas murni. Ada pula yang melapisinya dengan cat. Oleh sebab itu perawatan pada produk kerajinan logam cukup membutuhkan perhatian agar tidak pudar.

  • C. Proses Produksi Kerajinan Bahan Keras
  • 1. Kerajinan Bahan Keras Alam
  • Berikut ini Beberapa kerajinan bahan keras :
  • a. Kerajinan Kayu
  • Kayu-kayu yang tergolong keras dapat dibuat karya kerajinan dengan teknik ukir atau pahat, selain itu juga dapat dengan teknik tempel atau sambung baik dengan perekat maupun dengan paku.
  • 1) Bahan Produksi Pembuatan Kerajinan Bahan Kayu

Bahan utama yang digunakan dalam membuat kerajinan ini adalah kayu. Jenis kayu dapat dipilih dan disesuaikan dengan rancangan.

  1. Berikut ini contoh Bahan pembuatan kerajinan kayu;
  2. a. aneka kayu,
  3. b. lem kayu, dan

c. cat kayu.

  • 2) Alat Produksi Pembuatan Kerajinan Bahan Kayu
  • Peralatan kerajinan bahan kayu diataranya; gergaji, pahat, cukil, palu, kuas, amplas, dan beberapa mesin seperti; mesin bubut, mesin pemotong kayu, dan sebagainya.
  • Berikut ini Alat pembuatan kerajinan bahan kayu;
  • a. gergaji,
  • b. pahat,
  • c. palu,
  • d. cukil,
  • e. amplas,
  • f. kuas,
  • g. mesin bubut, dan

h. mesin potong. 3) Produk Kerajinan Kayu Bahan keras kayu telah banyak diproduksi perajin dan seniman di berbagai daerah menjadi kerajinan yang kreatif dan berkualitas tinggi serta telah menjadi unggulan produk Indonesia. Dunia sudah mengakui keanekaragaman ukiran kayu buatan tangan-tangan terampil masyarakat Indonesia. Baik dari teknik manual hingga cetak, semua dibuat sangat apik dan unik.

  1. Berikut ini adalah beberapa contoh Produk kerajinan kayu dengan berbagai teknik ukir dan bubut;
  2. a. bingkai foto ukir,
  3. b. vas bubut dan ukir,
  4. c. aneka rumah adat dan kendaraan, dan

d. miniatur kendaraan. 4) Proses Pembuatan Kerajinan Kayu Membuat kerajinan kayu dapat dilakukan dengan berbagai teknik. Dalam bahasa Inggris biasa disebut dengan woodcraft. Teknik yang dapat dilakukan dalam pembuatan kerajinan dari kayu diantaranya adalah teknik ukir, teknik bubut, teknik potong sambung, teknik bor, dan beberapa teknik lainnya. 5) Ragam Hias dalam Produk Kerajinan Kayu Setiap ragam hias mempunyai makna simbol tertentu. Ragam hias dapat diperoleh pada benda-benda seperti kain, ukiran kayu, rumah adat, pakaian adat beserta asesorisnya, senjata daerah, musik daerah, dan lainnya. Berikut ini contoh ragam hias dari beberapa daerah : b. Kerajinan Bambu Bambu merupakan sumber bahan bangunan yang dapat diperbaharui dan banyak tersedia di Indonesia. Dari sekitar 1.500 spesies bambu di dunia, 125 spesies asli tumbuh di Indonesia. Bambu yang dipanen dengan benar dan diawetkan merupakan bahan yang kuat, fl eksibel, dan murah, yang dapat dijadikan bahan alternatif pengganti kayu yang kian langka dan mahal.

  • Bahan pembuatan kerajinan bambu;
  • a. aneka bambu,
  • b. pewarna politur,
  • c. lem kayu, dan

d. paku.

  1. 2) Alat Pembuatan Kerajinan Bambu
  2. Alat yang digunakan untuk membuat kerajinan bambu adalah parang, palu, gergaji, pisau raut, tang, tatah, meteran, kuas, bor, dan sebagainya.
  3. Alat pembuatan kerajinan bambu;
  4. a. parang,
  5. b. palu,
  6. c. gergaji,
  7. d. pisau raut,
  8. e. tang,
  9. f. pahat,
  10. g. meteran,
  11. h. kuas, dan
  12. i. bor

3) Produk Kerajinan Bambu Produk kerajinan dari bahan bambu sudah banyak dibuat orang sejak dahulu kala. Keberadaaan sumber daya alamnya yang melimpah membuat kerajinan dari bahan bambu menduduki nilai jual yang relatif rendah, kecuali produk-produk berkualitas tinggi seperti interior rumah.

  • Berikut ini contoh Produk kerajinan dari bambu,
  • a. sandal,
  • b. aneka alat rumah tangga
  1. 4) Proses Pembuatan Kerajinan Bambu
  2. Berikut ini cara memilih bambu yang baik untuk digunakan adalah:
  3. • Pilihlah bambu yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.
  4. • Setelah ditebang, lalu potong sepanjang dua atau sampai tiga ruas.
  5. • Simpan di tempat yang sejuk dan tegakan hingga 5 sampai 6 hari.
  6. • Pilihlah bambu yang memiliki ruas paling panjang agar mudah dibentuk kerajinan apa saja.
  7. c. Kerajinan Rotan

Rotan atau dalam Bahasa Inggrisnya adalah rattan merupakan sejenis tanaman akar-akaran liar yang banyak tumbuh di daerah hutan hujan tropis. Penghasil rotan mentah terbesar di Indonesia adalah Pulau Sulawesi dan Kalimantan, namun tumbuh juga di hutan hutan Sumatera, Jawa dan daerah lainnya.1) Bahan Pembuatan Kerajinan Rotan Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan kerajinan rotan adalah rotan, yang terbagi dalam 3 bagian; rotan kupasan/ kulit luar (pell) sebagai pengikat atau bahan anyaman, rotan batang yang langsung dipoles, dan rotan isi yang biasa disebut dengan fi trit/petrik.

  • Berikut ini contoh gambar rotan:
  • a. rotan batang,
  • b.rotan kupasan/kulit luar,
  • c. rotan isi / fi trit
  1. 2) Alat Pembuatan Kerajinan Rotan
  2. Alat yang digunakan untuk membuat kerajinan rotan adalah gunting rotan, palu, alat pembengkok, bor, amplas, gergaji, kompor, kuas cat, dan sebagainya.
  3. 3) Produk Kerajinan Rotan
  4. Produk kerajinan rotan banyak dibuat perajin di berbagai daerah dengan beraneka bentuk.

Kerajinan rotan dibuat dalam bentuk benda pakai hingga benda hias. Diantaranya adalah kursi meja, lemari/rak, pembatas ruang, kuda-kudaan, lampit, tempat tidur bayi, aneka perabotan rumah tangga, tas wanita, hiasan dinding, dan masih banyak lagi.

  • 4) Proses Kerajinan Rotan
  • Secara garis besar terdapat dua proses pengolahan bahan baku rotan, yaitu; pemasakan dengan minyak tanah untuk rotan berukuran sedang/besar dan pengasapan dengan belerang untuk rotan berukuran kecil.
  • Proses pembuatan anyaman rotan dilakukan beberapa tahapan antara lain:

a. Pembuatan kerangka. Untuk produk ukuran besar seperti kursi, meja, lemari, rak, dan sebagainya dibentuk kerangka menggunakan rotan dengan diameter besar. Dimana dalam proses pembuatan kerangka menggunakan alat pembengkok agar rotan tersebut bisa dilekukkan sesuai dengan model desainnya.b.

  • Penganyaman.
  • Tujuannya untuk membentuk produk sesuai desain.
  • Rotan yang digunakan dapat berupa rotan polis yang sudah dibersihkan kulitnya berwarna putih atau kulit rotan.c.
  • Pengecatan.
  • Yaitu memberikan warna dasar pada produk tesebut dengan menggunakan kuas.d.
  • Proses finishing.
  • Adalah proses yang merupakan tahap terakhir dalam proses pembuatan produk.

Dimana dalam prosesnya yaitu antara lain dengan pengamplasan untuk menghilangkan bulu-bulu rotan. Baru kemudian rotan di vernis atau dipolitur.2. Kerajinan Bahan Keras Buatan a. Kerajinan Kaca Kaca dapat dibentuk dengan cara dilukis. Lukis kaca adalah jenis kerajinan yang menampilkan gaya lukisan di atas media kaca.

  1. 1) Bahan Pembuatan Lukis Kaca
  2. Bahan yang diperlukan dalam pembuatan lukis kaca adalah kaca, cat, dan tiner.
  3. 2) Alat Pembuatan Lukis Kaca
  4. Dalam pembuatan produk kerajinan lukis kaca diperlukan alat utama yaitu pena khusus yang berfungsi untuk mengeluarkan tinta outline pada obyek hias pada lukis kaca.
  5. Berikut alat pembuat lukis kaca :
  6. • Pena, digunakan untuk membuat outline obyek gambar sesuai desain.
  7. • Kertas rancangan, digunakan sebagai obyek yang akan dilukis pada kaca.
  8. • Pisau kertas, digunakan untuk mengerok gambar yang salah.

• Kuas, digunakan untuk mengecat. Kuas memiliki beberapa bentuk bulu/rambutnya, ada yang ujungnya terlihat rata dan ada yang terlihat lancip. Semua dipakai sesuai dengan kebutuhan saat melukis obyeknya. • Meja, digunakan untuk alas pembuatan hiasan lukis kaca.

  • Diperlukan meja dengan permukaan rata.
  • Lap Lap digunakan untuk membersihkan sisa cat pada ujung pena ataupun pada kaca.3) Produk Kerajinan Lukis Kaca Kerajinan lukis kaca tidak hanya dibuat pada kaca dengan bentuk datar saja melainkan juga dalam bentuk cembung atau cekung.
  • Banyak pula yang dilukis di permukaan gelas, piring atau botol.

Dengan menggunakan teknik yang berbeda, hasilnya pun unik dan berbeda.4) Proses Pembuatan Lukis Kaca Di bawah ini ditampilkan proses pembuatan kerajinan lukis kaca. Tema yang diambil adalah wayang. Tahap-tahapnya sebagai berikut Tampak pada gambar : b.

  1. Erajinan Logam Bahan logam banyak dibuat sebagai perhiasan atau asesoris, berkembang pula sebagai benda hias dan fungsional lainnya, seperti gelas, teko, nampan, wadah serbaguna bahkan sampai piala sebagai simbol kejuaraan.
  2. Bahan logam diolah dengan teknik bakar/ pemanasan, dan tempa.1) Bahan Pembuatan Kerajinan Logam Bahan utama pembuatan kerajinan logam (besi, aluminium, perunggu, perak, emas, dan timah), biasanya berupa lembaran atau batangan, dan cat warna untuk logam yang tahan lama.2) Alat Pembuatan Kerajinan Logam Alat pembuatan kerajinan logam di antaranya gunting, seng, cetakan, dan kuas.3) Produk Kerajinan Logam Produk kerajinan logam yang dihasilkan para perajin dibuat dengan cara-cara tradisional.

Produk yang dibuat biasanya sebagai asesoris, hiasan interior, perabotan rumah tangga dan sebagainya.4) Proses Pembuatan Kerajinan Logam Pembuatan kerajinan logam dilakukan dengan cara tradisional yaitu dibentuk dengan tangan dan bantuan alat seadanya.

  • D. Kemasan Produk Kerajinan Bahan Keras
  • Kemasan secara umum dimaksudkan adalah sebagai bagian terluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi produk dari cuaca, guncangan dan benturan-benturan terhadap benda lain.
  • Untuk menampilkan kesan dan pandangan terhadap suatu isi produk, maka packaging biasanya dibentuk atau di desain sedemikian rupa, sehingga pesan yang akan disampaikan akan dapat ditangkap oleh pemakai produk dengan baik.
  • E. Berkarya Kerajinan Bahan Keras
  • Dalam melakukan atau membuat karya kerajinan bahan keras, maka ada beberapa hal yang harus di perhatikan yaitu sebagai berikut :
  • a. Perencanaan
  • Meliputi : identifikasi kebutuhan, ide/gagasan
  • b. Pelaksanaan
  • meliputi : Menyiapkan bahan pembuatan kerajinan, Menyiapkan alat pembuatan kerajinan, Proses pembuatan kerajinan.
  • Dari ringkasan materi diatas, maka dapat diambil inti materi yaitu sebagai berikut :
  • – Kerajinan dari bahan keras merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat keras yaitu bersifat pejal, solid, kuat, padat, dan tidak mudah berubah bentuk.
  • – Bahan keras terbagi dua yaitu bahan keras alam dan buatan.
  • – Bahan keras alam adalah bahan untuk karya kerajinan yang diperoleh dari alam sekitar dan merupakan sumber daya alam baik hutan, bumi, maupun perairan Indonesia.
  • – Bahan keras buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan bahan tertentu sehingga menjadi keras, dan memiliki sifat kuat dan tahan lama.
You might be interested:  Apa Saja Yang Meliputi Rancangan Proses?

– Beragam benda kerajinan dari bahan keras alam dan buatan dapat diciptakan dan dibuat berdasarkan bentuk dan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa kayu, bambu, rotan, kaleng, kaca dan sebagainya.

  1. – Teknik yang digunakan juga sangat bervariasi, diantaranya bisa berupa teknik pahat/ukir, cukil, anyam, potong sambung, lukis, batik, tatah, dan sebagainya.
  2. – Kemasan merupakan wadah sebuah produk kerajinan yang dapat melindungi produk, memudahkan penggunaan produk, memperindah penampilan produk, dan meningkatkan nilai jual sebuah produk.
  3. UNTUK RANGKUMAN MATERI PRAKARYA KELAS 9 BAB 2, 3, 4 SEMESTER 1 SILAHKAN LIHAT DI BAWAH INI :
  4. Demikianlah rangkuman materi prakarya kelas 9 BAB 1 Kerajinan Bahan Keras pada semester 1 yang bisa saya sajikan melalui postingan ini, kiranya materi pelajaran prakarya yang telah saya sajikan diatas bisa bermanfaat bagi para siswa maupun guru yang akan menggunakannya sebagai bahan pembelajaran.
  5. Sekian dan Terimakasih.

: Rangkuman Materi Prakarya Kelas 9 BAB 1 Kerajinan Bahan Keras

Bagaimana proses pembuatan kertas?

Pembuatan kertas – Pada tahun 1799, seorang Prancis bernama Nicholas Louis Robert menemukan proses untuk membuat lembaran-lembaran kertas dalam satu wire screen yang bergerak, dengan melalui perbaikan-perbaikan alat ini kini dikenal sebagai mesin Fourdrinier.

Penemuan mesin silinder oleh John Dickinson pada tahun 1809 telah menyebabkan meningkatnya penggunaan mesin Fourdrinier dalam pembuatan kertas-kertas tipis. Tahun 1826, steam cylinder untuk pertama kalinya digunakan dalam pengeringan dan pada tahun 1927 Amerika Serikat mulai menggunakan mesin Fourdrinier.

Peningkatan produksi oleh mesin Fourdrinier dan mesin silinder telah menyebabkan meningkatnya kebutuhan bahan baku kain bekas yang makin lama makin berkurang. Tahun 1814, Friedrich Gottlob Keller menemukan proses mekanik pembuatan pulp dari kayu, tetapi kualitas kertas yang dihasilkan masih rendah.

Sekitar tahun 1853-1854, Charles Watt dan Hugh Burgess mengembangkan pembuatan kertas dengan menggunakan proses soda. Tahun 1857, seorang kimiawan dari Amerika bernama Benjamin Chew Tilghman mendapatkan British Patent untuk proses sulfit. Pulp yang dihasilkan dari proses sulfit ini bagus dan siap diputihkan.

Proses kraft dihasilkan dari eksperimen dasar oleh Carl Dahl pada tahun 1884 di Danzig. Proses ini biasa disebut proses sulfat, karena Na 2 SO 4 digunakan sebagai make-up kimia untuk sisa larutan pemasak.

Apa yang dimaksud dengan kertas?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Kertas adalah bahan tipis yang dihasilkan dari kompresi serat yang berasal dari pulp, Serat yang digunakan biasanya berbahan alami dan mengandung selulosa dan hemiselulosa, Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak, melukis, dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas; misalnya kertas pembersih (tissue) yang digunakan untuk hidangan, kebersihan.

Apakah Kerajinan Kaca dapat dibentuk dengan cara dilukis?

BUKU PRAKARYA KELAS 9 REVISI 2018 SEMESTER 1 Hak Cipta © 2018 pada Kementerian Pendidikan dan KebudayaanDilindungi Undang-UndangDisklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangkaimplementasi Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak dibawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahapawal penerapan Kurikulum 2013.

Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasadiperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan danperubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada penulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Prakarya / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-, Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018. viii, 232 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk SMP/MTs Kelas IX Semester 1 ISBN 978-602-427-031-5 (jilid lengkap) ISBN 978-602-427-036-0 (jilid 3a)1.

  1. Prakarya – Studi dan Pengajaran I. JudulII.
  2. Ementerian Pendidikan dan Kebudayaan 600Penulis : Dewi Sri Handayani Nuswantari, Sukri Faroki, Yenti Rokhmulyenti dan Sri Sarmini.Penelaah : Caecilia Tridjata Suprabanindya, Djoko Adi Widodo, Ana, Latif Sahubawa, Wahyu Prihatini, Rozmita Dewi Yuniarti dan Suci Rahayu.Pe-review : Riada NainggolanPenyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.Cetakan Ke-1, 2015 (ISBN 978-602-282-771-9)Cetakan Ke-2, 2018 (Edisi Revisi)Disusun dengan huruf Arial, 12 pt.KATA PENGANTAR Mata pelajaran Prakarya bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan,keterampilan dan sikap percaya diri siswa melalui produk yang dihasilkan sendiridengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di lingkungansekitar.

Prakarya juga merupakan ilmu terapan yang mengaplikasikan pelbagaibidang ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan masalah praktis yang secaralangsung mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Ruang lingkup mata pelajaran prakarya untuk SMP kelas IX meliputi empataspek, yaitu Kerajinan, Rekayasa, Budi daya, dan Pengolahan.

Dari empataspek prakarya tersebut, siswa diharapkan mampu untuk membuat produkprakarya dengan memanfaatkan potensi dari alam sekitar. Buku Prakaryakelas IX ini merupakan edisi revisi yang disusun dengan mengacu kepadakurikulum 2013 yang telah disempurnakan, baik kompetensi inti maupunkompetensi dasar.

Untuk membantu siswa memahami materi Prakarya padasetiap pembahasan disertai dengan gambar dan penugasan yang mengajaksiswa untuk aktif bereksplorasi dengan lingkungannya maupun media belajarlainnya. Harapan penulis buku ini dapat memotivasi siswa untuk lebih kreatif daninovatif dalam memecahkan masalah praktis dengan memanfaatkan potensisumber daya alam yang ada di daerah masing-masing.

Penulis juga berharapbuku ini dapat memberikan sumbangsih dalam upaya meningkatkan kualitashasil belajar siswa serta turut melestarikan kerajinan, budaya, dan teknologibangsa Indonesia. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam upaya penyusunanbuku ini. Untuk itu, saran dan kritik sebagai bahan perbaikan buku siswa inisangat penulis nantikan.Tim Penulis Prakarya iiiDAFTAR ISI 3 iiiKata Pengantar,

ivDaftar Isi,2KERAJINAN 3PETA MATERI I,7BAB I Kerajinan Bahan Keras,12 16 A.

Prinsip Kerajinan Bahan Keras,16 B. Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Keras,16 23 C. Proses Produksi Kerajinan Bahan Keras,28 1. Kerajinan Bahan Keras Alam,32 a.

Kerajinan Kayu,33 b. Kerajinan Bambu,37 c. Kerajinan Rotan,40 2.

  1. Erajinan Bahan Keras Buatan,41 a.
  2. Erajinan Kaca,b.
  3. Erajinan Logam,D.
  4. Emasan Produk Kerajinan Bahan Keras,E.

Berkarya Kerajinan Bahan Keras,REKAYASA 48PETA MATERI II,49BAB II Prinsip Kelistrikan dan Sistem Instalasi Listrik,49 50 1.

Wawasan Kelistrikan,50 a. Pengertian,53 b. Jenis dan Manfaat,53 62 2. Instalasi Listrik Rumah Tangga,a.

Komponen Instalasi Listrik,b. Pembuatan Produk Instalasi Listrik.iv Kelas IX SMP/MTs Semester 1BUDI DAYAPETA MATERI III,78BAB III Budi Daya Ikan Konsumsi,79A.

  1. Omoditas Ikan Konsumsi.80 1.
  2. Ikan Air Tawar,81 2.
  3. Ikan Air Payau,84 3.
  4. Ikan Air Laut,85B.

Sarana dan Peralatan Budi Daya (Pembesaran) Ikan Konsumsi 87 1. Bahan,88 2. Peralatan,93 3.

Wadah Budi Daya Ikan Konsumsi,93C. Persiapan Wadah Budi Daya Ikan Konsumsi,102 1. Pembuatan Wadah Budi Daya (Kolam Terpal) Ikan Konsumsi,102 2.

Wadah Budi Daya Ikan Konsumsi,107D. Pemeliharaan Ikan Konsumsi,109 1. Perencanaan,109 2.

  • Menyiapkan Sarana Produksi,109 3.
  • Proses Budi Daya Pembesaran Ikan Konsumsi,110PENGOLAHANPETA MATERI IV,118BAB IV Pengolahan Hasil Peternakan dan Perikanan,119 A.

Pengolahan Hasil Peternakan dan Perikanan Menjadi Makanan Siap Saji,122 1. Jenis Ikan, Udang, Cumi-cumi, Rumput Laut, Daging, Telur, dan Susu,122 2.

  • Manfaat Ikan, Udang, Cumi-cumi, Rumput Laut, Daging, Telur, dan Susu,136 3.
  • Metode Pengolahan,144 4.
  • Tahapan Pengolahan.148 5.

Penyajian dan Pengemasan,168Prakarya vB. Pengolahan Hasil Peternakan dan Perikanan Menjadi Olahan 176 Pangan Setengah Jadi,180 1.

  1. Jenis Olahan Pangan Setengah Jadi,186 2.
  2. Manfaat Olahan Pangan Setengah Jadi,186 3.
  3. Metode Pengolahan,189 4.
  4. Tahapan Pengolahan.197 5.

Penyajian dan Pengemasan,Daftar Pustaka,203Glosarium,207Profil Penulis,215Profil Penelaah,221Profil Editor,231vi Kelas IX SMP/MTs Semester 1Prakarya vii”Pembangunan nasionaldiperoleh melalui pajakyang dibayarkan olehwarga negara”.viii Kelas IX SMP/MTs Semester 1KERAJINANPETA MATERI Kerajinan Bahan KerasPrinsip Kerajinan Jenis dan Proses Produksi Bahan Keras Karakteristik Kerajinan Bahan Kerajinan Bahan Keras Keras Bahan Kerajinan1.

  1. Erajinan Bahan 2.
  2. Erajinan Bahan Bahan Keras Keras Alam: Keras Buatan Alat Produksi a. Kayu a.
  3. Aca Kerajinan Bahan Keras b. Bambu b. Logam c.
  4. Rotan Produk Kerajinan Bahan Keras K3 (Keamanan dan Keselamatan Proses Kerajinan Kerja, serta Bahan Keras Kebersihan) Kemasan Kerajinan Bahan Keras Contoh Proyek Kerajinan Bahan Tujuan Pembelajaran:Setelah mempelajari Bab I siswa mampu:• menyatakan pendapat tentang keragaman karya kerajinan bahan keras sebagai ungkapan rasa bangga sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan dan bangsa,• memahami pengertian, sejarah, jenis, sifat, dari karakteristik kerajinan bahan keras berdasarkan rasa ingin tahu dan peduli lingkungan,• memahami teknik pengolahan, prinsip perancangan, prosedur pembuatan dan penyajian/kemasan kerajinan bahan keras berdasarkan karakter yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan wilayah setempat,• merancang, membuat, menguji dan mengkomunikasikan produk kerajinan bahan keras daerah setempat berdasarkan teknik dan prosedur yang tepat berdasarkan orisinalitas ide dan cita rasa estetis diri sendiri, dengan disiplin dan tanggung jawab.2 Kelas IX SMP/MTs Semester 1Kerajinan dihasilkan manusia untuk memenuhi kebutuhan keseharian,namun juga dapat digunakan sebagai kepentingan ritual.

Namun tidaksedikit pula kerajinan yang diperuntukkan sebagai pelengkap interior. Jenisproduk kerajinan yang tergolong karya pelengkap interior ini adalah semuabenda yang sengaja dibuat sebagai bagian interior yang bermanfaatuntuk menambah keindahan. Benda kerajinan jenis ini diperlakukansecara khusus menjadi benda yang sangat bernilai, diproduksi terbatas,dan bahkan memiliki kekhasan yang terlihat sebagai kearifan lokal.

  1. Padakelompok masyarakat tertentu; seperti Bali, Sumbawa, Flores, Toraja,Batak, Dayak atau bahkan di beberapa kawasan di Jawa; perwujudan bendapelengkap ini merupakan kerajinan yang sangat unik dan memerlukancara penggarapan tersendiri yang juga khas dari masing-masing daerah.
  2. Sifat kerajinan yang berfungsi untuk memenuhi kepentingantertentu ini maka kerajinan dibuat secara sengaja guna melengkapiatau menghias sebuah ruang.

Walaupun demikian, saat pembuatannyatidak terlepas dari norma yang berlaku sebagai kearifan lokal. Hal inikita dapatkan hampir di seluruh wilayah Nusantara dengan jenis danbentuk yang sangat beragam, begitu pula dengan aneka bahan yangdisesuaikan dengan sumber daya alam dan buatan yang ada di setiapwilayah.

Produk kerajinan sebagai pelengkap ini secara umum dapat kitakelompokkan berdasarkan kegunaannya, yakni untuk memperindahstruktur bangunan, sebagai nilai tambah dari penampilan sebuahbenda, merupakan pelengkap busana, dan sebagainya. Kerajinanpelengkap ini disebut juga sebagai kerajinan yang memiliki fungsi hias.Sedangkan kerajinan yang memiliki fungsi pakai adalah dibuat untukmemenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Keragaman jenis kerajinan bahan keras alam dan buatan terlihatmelalui produk-produk yang tersebar di berbagai daerah perkotaandan pelosok desa. Sebut saja jenis bahan keras kayu, bambu, rotan,kaleng, kaca, dan sebagainya. Pasar lokal maupun impor telahmendominasi penggunaan bahan keras tersebut sebagai bahankerajinan.

  • Ehadirannya membangkitkan pesona, daya pikat dankeunggulan, terutama untuk konsumen yang mengejar keindahan nanklasik.
  • Misalnya saja Jepara, wilayah ini banyak menghasilkan kerajinanukir kayu.
  • Dunia telah mengakui keunggulan ukiran Jepara sebagaimahakarya yang luar biasa indah dengan segala kerumitannya.

Karakter dan ciri khas bahan keras masing-masing tercermin jelasdari corak dan bentuknya dengan budaya yang melatarbelakanginya.Hasil karya kerajinan terwujud dalam berbagai bentuk dan gaya,4 Kelas IX SMP/MTs Semester 1guna memenuhi berbagai kebutuhan jangka panjang seperti interiordan eksterior rumah, kebutuhan rumah tangga, kebutuhan sehari-hari, bahkan hingga penampilan dan sebagainya.

Budaya ini orisinalberasal dari nenek moyang yang demi kelestarian kearifan lokalbentuk dan gaya tetap dipertahankan, namun terkadang ada juga yangmenyesuaikannya demi kepentingan kemajuan jaman. Pada kelas VIII telah dipelajari produk kerajinan yang terbuatdari bahan limbah keras organik dan anorganik.

Apakah kamu telahmendapatkan pengalaman yang banyak mengenai kerajinan dari bahanlimbah keras? Kali ini kita akan mengetahui lebih banyak mengenaibahan keras yang bukan berasal dari limbah. Tingkatkan wawasan danpengetahuan berdasarkan sumber bacaan atau seringlah mengunjungisentra kerajinan atau pameran kerajinan di daerah kamu tinggal, kamuakan mendapatkan lebih dari sekedar yang kamu inginkan.

  1. Pada kelas IX ini kamu akan mempelajari produk kerajinan bahankeras alam dan buatan.
  2. Bahan alam adalah bahan yang berasaldari kekayaan alam yang ada di daratan dan lautan.
  3. Bahan materialalam untuk kerajinan ini merupakan sumber daya alam yang berasaldari hutan Indonesia.
  4. Sedangkan bahan material buatan yang bisadimanfaatkan adalah kaleng dan kaca.

Kaleng berasal dari besi tipisyang dilapisi oleh timah. Sedangkan kaca berasal dari pasir silikadan oksida serta material anorganik lainnya. Diskusikanlah bersamakawan-kawanmu dalam kelompok, agar kamu dapat memahami secarabersama tentang produk kerajinan yang terbuat dari bahan keras alamdan buatan.

Indonesia kaya akan budaya, benda-benda kerajinan sebagaihasil budaya daerah dapat menjadi alat untuk memperkenalkankeragaman budaya Nusantara. Daya tarik dari benda kerajinan setiapdaerah ini memiliki corak dan bentuk yang berbeda-beda dan memilikiciri khas, sehingga kita dapat mengenal suatu daerah di tanah airmelalui benda kerajinannya.

Sebagai contoh bahwa produk kerajinananyaman wilayah Cirebon berbeda dengan anyaman wilayah Kapuas,begitu juga dengan anyaman Bali atau pun Kudus. Perbedaan yangmendasar ini bukan pada teknik menenunnya melainkan berdasarkanwarna dan corak/motifnya dimana semua itu menggambarkan kearifanlokal tiap wilayah.

Berbagai macam jenis produk kerajinan dari bahan keras alamsangat banyak dan bervariasi, namun kerajinan yang terbuat daribahan keras buatan jumlahnya masih terbatas. Setelah mempelajarikerajinan bahan keras alam dan buatan ini, diharapkan Kamu dapatPrakarya 5menghasilkan produk kerajinan yang berciri khas Nusantara danterutama sekali mewakili kekhasan dari daerah dimana kamu berasal.Perhatikan gambar 1.1! Apakah ada produk lain yang dihasilkan darimaterial yang serupa berasal dari daerah tempat tinggalmu? Cari tahulebih banyak potensi daerahmu dan lestarikan budaya Nusantara! TUGAS 1 Observasi Kerajinan Bahan Keras Nusantara • Amatilah jenis kerajinan bahan keras yang ada di beberapa wilayah Nusantara.

(Contohnya; Ukiran kayu.) Cari jenis kerajinan lainnya! • Amatilah hal apa yang membedakan dari masing-masing wilayah! • Ungkapkan perasaan yang timbul terhadap karunia Tuhan berdasarkan produk kerajinan bahan keras yang ada di negara tercinta Indonesia (Lihat LK-1)LEMBAR KERJA -1 (LK-1)Nama Anggota Kelompok :,Kelas :,Observasi Kerajinan Bahan Keras Nusantara.

Jenis Daerah Kerajinan bahan keras Ragam Perbedaankerajinan Asal Bentuk Warna Tekstur Hias yang menonjolUngkapan perasaan tentang hasil pengamatan bahan keras pada produkkerajinan:.6 Kelas IX SMP/MTs Semester 1Beragam benda kerajinan dari bahan keras alam dan buatan dapatdiciptakan dan dibuat berdasarkan bentuk dan bahan yang digunakan.Teknik yang digunakan juga sangat bervariasi, diantaranya bisa berupateknik ukir, teknik anyam, teknik potong sambung, teknik lukis, danberbagai teknik lainnya.

Kesesuaian dengan desain dan jenis bahanyang digunakan perlu menjadi perhatian. Karena bahan-bahan yangdigunakan memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda-beda satudengan lainnya. Adakah produk kerajinan bahan keras yang ada di sekitarmu, disekolah, di rumah atau di suatu tempat di daerahmu? Cobalah amatilebih jauh lagi, agar pengetahuanmu semakin berkembang.A.

  1. Prinsip Kerajinan Bahan Keras Pengetahuan dalam keragaman bahan dan alat serta teknik yangdigunakan dalam pembuatan kerajinan bahan keras merupakan cermindari kepiawaian perajin dalam penciptaan karyanya.
  2. Perkembangandari pemanfaatan bahan, cara pembuatan, maupun penampilanbentuk sebuah karya yang muncul, menunjukkan adanya kemampuandaya cerap perajin untuk mengadaptasi segala perubahan sosialbudaya yang terjadi dalam masyarakat.

Meskipun tidak dilakukansecara menyeluruh, baik secara langsung maupun coba-coba, tanpadisadari mereka mampu melakukan perubahan-perubahan kreatif.Karena sesungguhnya pembuatan peralatan dan bahan terutamabahan keras alam dan buatan merupakan pekerjaan manual denganteknologi sederhana dan tidak mudah untuk diterapkan sebagaikelangsungan gaya tradisional.

Perubahan-perubahan efisiensi danpraktis yang terjadi semua karena adanya permintaan pasar. Adapunprinsip pembuatan kerajinan bahan keras meliputi:1. Keunikan Bahan Kerajinan Bahan dasar yang dapat digunakan sebagai kerajinan sudah Kamupelajari sejak semester kelas VII, yaitu dapat dibuat dari bahan alam,bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik.Semua bahan dapat diperoleh dari alam, maupun diolah sendiri,bahkan hingga memanfaatkan bahan limbah yang ada di lingkungansekitar.

Seorang perajin hanya memerlukan ketekunan untuk dapatmenciptakan sebuah produk kerajinan yang dapat dinikmati banyakorang dan bernilai jual.Prakarya 7Beragam bahan dasar untuk memproduksi kerajinan seperti bahanlunak, bahan limbah dan yang sekarang dipelajari yaitu bahan keras.Beragam pula teknik yang digunakan untuk membuat kerajinan tersebut.Masing-masing teknik memiliki kekhasan sesuai dengan karakteristikbahan dasar yang digunakan juga sesuai fungsi dari kerajinan yangdibuat.

  1. Teknik pengerjaan sebuah kerajinan pun dipengaruhi oleh alatyang dipakainya.
  2. Sebuah alat dapat mempercepat dan mempermudahproduksi kerajinan.
  3. Ita harus mengenal berbagai teknik dan alat yangdigunakan sesuai dengan bahan dasar yang digunakan.
  4. Ekayaanbahan dan alat produksi ini membuat hasil produk kerajinan Indonesiamenjadi sangat bervariasi.

Kita perlu mensyukuri karunia Tuhan YangMaha Esa terhadap bangsa ini. Bahan kayu memiliki keunikan tekstur urat/serat kayu yangsangat unik dan tidak dapat ditemui pada bahan lainnya. Urat kayuini yang menjadi penilaian tersendiri mengapa orang masih tetapmempertahankan kayu sebagai produk kerajinan dengan berbagaiolahan bentuk baik sebagai karya fungsi pakai maupun fungsi hias.Sumber: Dokumen KemdikbudGambar 1.2 Keunikan bahan kayu menjadi perabot kursimeja yang dijadikan keunggulan produk kerajinan.2.

  1. Eragaman Muatan Nilai dalam Produk Kerajinan Banyaknya bentuk produk kerajinan tidak lepas dari gagasanataupun ide manusia yang dapat berawal dari suatu pikiran dankehendak melalui tindak cipta karsa.
  2. Apa yang selanjutnya dihasilkandapat merupakan seperangkat karya dengan muatan pesan tertentuyang sangat ditentukan oleh penciptaan kreatif manusia.
You might be interested:  Bagaimana Tahap Melakukan Gerakan Meluncur Pada Renang Gaya Bebas?

Oleh sebabitu pesan yang dapat kita peroleh berdasarkan proses berkarya inidapat kita pilah sebagai berikut:8 Kelas IX SMP/MTs Semester 11. Produk dengan nilai fungsional.2. Produk dengan nilai informatif.3. Produk dengan nilai simbolik.4. Produk dengan nilai prestise (wibawa).Kerajinan keranjang rotan dengan Kerajinan pin kaleng dengan nilainilai fungsional.

informatif.Kerajinan lukis kaca cerita mahabarata Kerajinan tas kulit dengan nilai prestise.dengan nilai simbolik.Sumber: Dokumen KemdikbudGambar 1.3. Unsur pesan pada produk kerajinan bahan keras.3. Aspek Rancangan dalam Produk Kerajinan Proses pembuatan sebuah produk kerajinan tidak terlepas darisalah satu unsur penting yaitu bagaimana melakukan pertimbangansaat membuat rancangan yang dapat melibatkan berbagai aspekteknologi serta mengandung tanggung jawab terhadap budaya bangsaIndonesia.

Produk kerajinan mengandung banyak faktor yang perlumenjadi bahan acuan dan pertimbangan. Prakarya 9Adapun faktor-faktor permasalahan obyektif yang diperlukan untukdiketahui sebelum perancangan adalah sebagai berikut: 1. Faktor Teknis • metode produksi yang handal • penerapan daya mesin atau manual, dan, • tingkat kemahiran sumber daya manusianya.2.

Faktor Ekonomis • pemasaran yang tahan persaingan, • sistem pemasokan atau distribusi, • kebijakan penciptaan (hak cipta), • nilai jual dan keberadaan suku cadang (sumber daya bahan dan alat), serta • selera masyarakat terhadap produk tersebut.3. Faktor Ergonomis • kenyamanan • keamanan • kesesuaian • kepraktisan 4.

Faktor Sains dan Teknologi • terdapat unsur kebaruan atau temuan baru (inovasi atau modifikasi) • selalu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi 5. Faktor Estetika • menampilkan bentuk keindahan • memiliki daya pikat • terjadi keserasian • penggarapan yang rinci/detail • perupaan atau pewarnaan • kesan atau gugahan yang ditampilkan 6.

Faktor Kondisi Lingkungan • nilai budaya • kondisi lingkungan atau wilayah setempat10 Kelas IX SMP/MTs Semester 1Pengetahuan dan wawasan yang telah kamu peroleh mengenaibahan dan proses dalam berkarya kerajinan yang telah dipelajari sebe-lumnya, kemudian dilengkapi dengan pengetahuan dalam perancan-gan produk, maka akan dapat menghasilkan penciptaan karya yanglebih berkualitas.

Apa yang telah menjadi pengalaman hidup tentunyamerupakan bagian yang tidak dapat diabaikan maupun dilupakan be-gitu saja. Tingkatkanlah pemahamanmu untuk melakukan penciptaanproduk kerajinan bahan keras alam dan buatan. Perajin bahan keras alam meski produktif dan menghasilkanproduk yang bermutu, namun keberadaannya semakin menipis.

  1. Halini dikarenakan bahan alam lebih sulit untuk didapat.
  2. Sementarabahan keras buatan lebih dapat berkembang, mengingat daya jualnyatinggi, dikarenakan lebih praktis dan ekonomis.
  3. Tentunya jika dipelajaridengan baik, maka akan dapat dihasilkan pekarya baru yang dapatmeningkatkan mutu kerajinan yang berciri khas Indonesia.

TUGAS 3 Observasi Kerajinan Nilai Pada Produk Kerajinan Bahan Keras • Carilah Produk Kerajinan bahan keras, tempelkan gambarnya atau gambarkan bentuknya! • Amati bahan dasar kerajinan bahan keras! • Amati bentuk kerajinan bahan keras! • Amati nilai produk kerajinan bahan keras! • Ungkapkan perasaan yang dirasakan! (Lihat LK-2) Prakarya 11LEMBAR KERJA -2 (LK-2)Nama Anggota Kelompok:,Kelas:,Mengobservasi keragaman nilai pada produk kerajinan bahankeras.

Produk Bahan Dasar Bentuk Muatan Nilai Kerajinan Kerajinan Kerajinan yang terkandung padaBahan Keras Bahan Keras Produk Kerajinan Bahan KerasUngkapan perasaan tentang hasil pengamatan bahan keras padaproduk kerajinan:.B.

Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Keras Beberapa bahan keras yang digunakan dalam pembuatan produkkerajinan terbagi dalam dua jenis, yaitu:1. Bahan Keras Alam Bahan keras alam adalah bahan untuk karya kerajinan yang dipereloh dari alam sekitar dan merupakan sumber daya alam12 Kelas IX SMP/MTs Semester 1baik hutan, bumi, maupun perairan Indonesia.

Sifatnya pejal, solid, kuat, padat, dan tidak mudah berubah bentuk. Contoh bahan keras alam yang kita kenal adalah kayu, bambu, rotan dan sebagainya. ab c Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.4. Aneka bahan keras alam; a. kayu, b. bambu, dan c. rotan. Kerajinan yang terbuat dari benda keras memiliki kecenderungan kuat dan tahan lama bahkan bertahun-tahun lamanya.

Apalagi jika dirawat dengan baik, kualitasnya tidak berubah seperti pada awalnya. Kebanyakan orang memilih benda keras untuk produk fungsional yang membutuhkan penggunaan dalam waktu jangka panjang.Tentunya nilai produk kerajinan bahan keras juga mengikuti kualitasnya.2.

  1. Bahan Keras Buatan Bahan keras buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan bahan tertentu sehingga menjadi keras, dan memiliki sifat kuat dan tahan lama.
  2. Beragam karya kerajinan dari bahan keras buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan.
  3. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa kaleng, kaca, dan sebagainya.

Kaleng berasal dari logam besi tipis yang dilapisi timah, sifatnya ringan tapi kuat. Sedangkan kaca berasal dari pasir silika dan beberapa oksida, sifatnya transparan tembus pandang, rentan, dan mudah pecah. Prakarya 13ab Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.5.

  • Bahan keras buatan; a.
  • Kaleng, b.
  • Kaca.Keragaman bahan keras tentunya memiliki karakteristik yang berbedasatu sama lainnya.
  • Di bawah ini merupakan ciri-ciri dari bahan keras,yaitu:1.
  • Bahan Keras Alam Bahan keras alam adalah bahan yang berasal dari sumber daya alam hutan, bumi, dan laut yang bersifat keras.a.

Kayu • Kayu terdiri dari berbagai macam jenis, diantaranya; mahoni, pinus, jati, hitam, nangka, kelapa, lame, albasia, sungkai, kamper, meranti, dan sebagainya. • Masing-masing kayu memiliki ciri yang berbeda. Tetapi selain keras rata-rata memiliki serat atau urat kayu yang indah.

  • Memiliki lingkaran tahun.
  • Tahan lama dan dapat dibentuk dengan diukir.
  • Ada yang memiliki beban ringan seperti lame dan albasia, ada pula yang berat seperti jati.
  • Sebagian dapat memuai karena perubahan suhu, tidak demikian untuk kayu jati.b.
  • Bambu • Batangnya kuat, namun akan terjadi pelapukan jika terkena air terus menerus.

• Memiliki rongga dari ukuran 1 cm hingga 20 cm. Sehingga dapat dibuat sebagai wadah dalam kerajinan. • Memiliki ruas batang. Ruas inilah yang unik. Terkadang dalam pembuatan kerajinan sangat ditonjolkan.14 Kelas IX SMP/MTs Semester 1• Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.

  • Dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.c.
  • Rotan • Batangnya kuat, lebih kuat dari bambu.
  • Terutama serat batangnya sangat kokoh.
  • Rotan yang dimanfaatkan sebagai kerajinan ada yang berongga dan ada yang tidak.
  • Yang berongga mempunyai ukuran ½ cm hingga 1 cm.
  • Sedangkan yang tidak berongga merupakan bagian dalam dari rotan.

• Memiliki ruas batang namun lebih samar dibanding bambu. • Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas. • Dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan. • Rotan memiliki bentuk yang panjang bisa mencapai 10 meter karena hidupnya menjalar dan melilit, sedangkan panjangnya selalu bertambah.2.

Bahan Keras Buatan Bahan keras buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari beberapa bahan dan bersifat keras.a. Kaca • Kaca wujudnya transparan dan bening. • Ketebalannya bervariasi antara 1 mm – 2cm tergantung pada kebutuhan. • Permukaannya licin dan kilap. Jika dilukis harus menggunakan cat khusus yang dapat menempel pada permukaan kaca.

• Kaca dapat dilebur dan dibentuk dalam kondisi panas.b. Logam • Logam terdiri dari berbagai warna, ada yang perak, emas, ada yang kemerahan/kecoklatan, dan juga berwarna perak keabu-abuan. • Bentuknya ada yang tebal dan berat, ada pula yang pipih dan tipis lagi ringan.

Logam mudah terkorosi oleh udara, maka kadang dilapisi dengan krom atau lapisan emas murni. Ada pula yang melapisinya dengan cat. Oleh sebab itu perawatan pada produk kerajinan logam cukup membutuhkan perhatian agar tidak pudar. Prakarya 15C. Proses Produksi Kerajinan Bahan Keras Beragam benda kerajinan dari bahan keras alam dan buatandapat diciptakan dan dibuat berdasarkan bentuk dan bahan yangdigunakan.

Bahan-bahan yang digunakan dapat dipilih berdasarkanjenis dan karakteristik masing-masing seperti yang telah dijelaskandi atas. Teknik yang digunakan juga sangat bervariasi, diantaranyabisa berupa ukir, pahat, cukil, anyam, potong sambung, lukis, tiup,tatah, dan sebagainya.

  1. Semua disesuaikan dengan jenis bahan yangdigunakan, kemanfaatan, dan rancangan produk kerajinan.
  2. Mari kitapelajari bersama-sama.1.
  3. Erajinan Bahan Keras Alam Pembuatan produk kerajinan bahan keras alam di setiap wilayahtentunya berbeda dengan wilayah lainnya.
  4. Masing-masing daerahmemiliki jenis kerajinan lokal bahan keras yang menjadi unggulandaerahnya.

Hal ini dikarenakan sumber daya alam dari masing-masing daerah berbeda. Misalnya Palu (Sulawesi Tengah), daerahini dikenal sebagai penghasil kayu hitam. Hal ini dikarenakan sumberdaya alaminya banyak tersedia kayu hitam. Kerajinan yang dihasilkandari kayu hitam diantaranya aksesoris seperti gelang, kalung, cincin,ada pula gantungan kunci, kotak perhiasan, patung, bingkai foto,wadah-wadah serbaguna, dan sebagainya.

  • Banyak daerah lain yangmenunjukkan potensi sumber daya alam berbahan keras.
  • Dari daerahmanakah Kamu berasal? Cari tahu lebih banyak apa potensi daerahmu.
  • Beberapa kerajinan bahan keras alam akan diuraikan secarasingkat pada penjelasan berikut.
  • Namun kerajinan bahan keras alamini merupakan contoh saja, kamu dapat mempelajarinya sebagaipengetahuan.

Mari kita pelajari bersama!a. Kerajinan Kayu Indonesia memiliki hutan tropis yang banyak menyimpan kekayaanalam kayu terbesar di dunia. Kayu-kayu yang dihasilkan pun banyakmacamnya. Diantaranya adalah kayu jati, kayu mahoni, kayu pinus,kayu sawo, kayu hitam, kayu nangka, kayu kelapa, dan sebagainya.Produk kerajinan yang dihasilkan dari kayu juga bervariasi, mengikutiteknik pembuatan dan tekstur kayunya.

  • Erajinan ukir dari beberapa daerah di Indonesia sudah dikenal dimancanegara sejak jaman dahulu.
  • Masing-masing daerah memiliki motifatau corak ukir yang berbeda.
  • Setiap motif mempunyai nilai keindahan16 Kelas IX SMP/MTs Semester 1dan keunikan serta makna simbolis yang penuh perlambangan danjuga nasehat.

Beberapa daerah yang dikenal ukiran atau pahatannyaadalah Jepara, Yogyakarta, Cirebon, Bali, Toraja, Palembang,Kalimantan, dan masih ada daerah lainnya. Kita perlu mengenal danmelestarikan motif ukir Nusantara. Kekayaan kreasi bangsa Indonesiaperlu kita syukuri sebagai kekayaan budaya yang tak dapat hilang olehwaktu.

Kayu-kayu yang tergolong keras dapat dibuat karya kerajinandengan teknik ukir atau pahat, selain itu juga dapat dengan tekniktempel atau sambung baik dengan perekat maupun dengan paku.Proses mengukir dan memahat diawali dengan yang biasa dilakukanyaitu: membuat skets terlebih dahulu di atas kayu, lalu kayu dipahatdengan menggunakan alat pahat dan pemukul yang terbuat dari kayu.1) Bahan Produksi Pembuatan Kerajinan Bahan Kayu Bahan utama yang digunakan dalam membuat kerajinan ini adalah kayu.

Jenis kayu dapat dipilih dan disesuaikan dengan rancangan. ab cSumber: Dokumen KemdikbudGambar 1.6. Bahan pembuatan kerajinan kayu;a. aneka kayu, b. lem kayu, dan cat kayu.2) Alat Produksi Pembuatan Kerajinan Bahan Kayu Peralatan kerajinan bahan kayu diataranya; gergaji, pahat, cukil, palu, kuas, amplas, dan beberapa mesin seperti; mesin bubut, mesin pemotong kayu, dan sebagainya.

Prakarya 17a bc d ef gh Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.7. Alat pembuatan kerajinan bahan kayu; a. gergaji, b. pahat, c. palu, d. cukil, e. amplas, f. kuas, g. mesin bubut, dan h. mesin potong.3) Produk Kerajinan Kayu Bahan keras kayu telah banyak diproduksi perajin dan seniman di berbagai daerah menjadi kerajinan yang kreatif dan berkualitas tinggi serta telah menjadi unggulan produk Indonesia.

Dunia sudah mengakui keanekaragaman ukiran kayu buatan tangan-tangan terampil masyarakat Indonesia. Baik dari teknik manual hingga cetak, semua dibuat sangat apik dan unik. Berikut ini adalah beberapa contoh kerajinan kayu yang selalu menjadi raja carft di setiap event pameran art and craft.

Ab Semester 118 Kelas IX SMP/MTscd Sumber: hargajepara.com, aliexpress.com, Dokumen Kemdikbud Gambar 1.8. Produk kerajinan kayu dengan berbagai teknik ukir dan bubut; a. bingkai foto ukir, b. vas bubut dan ukir, c. aneka rumah adat dan kendaraan, dan d. miniatur kendaraan.4) Proses Pembuatan Kerajinan Kayu Membuat kerajinan kayu dapat dilakukan dengan berbagai teknik.

Dalam bahasa Inggris biasa disebut dengan woodcraft. Bagi masyarakat Indonesia produk kerajinan kayu sudah lama ditekuni dan menjadi salah satu kekayaan seni kriya yang dikenal hingga ke mancanegara. Setiap daerah di Nusantara memiliki teknik dan finishing yang berbeda dalam pengerjaan kerajinan kayu ini, hal ini menambah keragaman budaya Indonesia.

Teknik yang dapat dilakukan dalam pembuatan kerajinan dari kayu diantaranya adalah teknik ukir, teknik bubut, teknik potong sambung, teknik bor, dan beberapa teknik lainnya. Dari sekian teknik tentunya yang paling sulit adalah teknik ukir, karena mengukir tidak sembarang orang bisa, diperlukan keterampilan yang baik agar hasilnya juga berkualitas dan tidak boros bahan dasar.Cetak huruf yang akan Kayu yang dicetakdibuat di atas kayu.

dipotong dengan gergaji scroll. Prakarya 19Potongan huruf diberi Susun huruf membentuk pajanganwarna dengan cat kayu papan nama sesuai keinginan. Beriglosi atau dof. lubang dan gantungan tali. Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.9. Proses pembuatan kerajinan dari kayu dalam bentuk papan nama.TIPSYang perlu diperhatikan dalam mengukir adalah mengenai keadaankayu.

Ita harus mengetahui keadaan dari serat kayu tersebut. Arahserat kayu harus dapat dilihat oleh setiap orang yang hendak mengukir.5) Ragam Hias dalam Produk Kerajinan Kayu Indonesia memiliki kekayaan budaya, begitu juga ragam hias Nusantara. Setiap daerah mempunyai ragam hias yang berbeda ciri khas yang satu dengan lainnya.

Ragam hias Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang belum dapat disaingi oleh bangsa lain di dunia. Oleh karenanya kamu perlu mempelajarinya agar kamu memperoleh pengetahuan. Setiap ragam hias mempunyai makna simbol tertentu. Ragam hias dapat diperoleh pada benda-benda seperti kain, ukiran kayu, rumah adat, pakaian adat beserta asesorisnya, senjata daerah, musik daerah, dan lainnya.

Amatilah ragam hias Nusantara yang ada di bawah ini! Untuk selanjutnya kalian dapat mencari sendiri mengenai ragam hias yang ada di daerahmu masing- masing, agar kamu dapat mengenal lebih jauh ragam hias daerah asalmu.20 Kelas IX SMP/MTs Semester 1Sumber: mr.nyariadi.blogspot.comGambar 1.10. Ragam hias Toraja(Sulawesi Selatan), masing-masingmemiliki nama dan makna simbolis,jika diartikan semua melambangkannilai-nilai budaya dalam kehidupanwarga Toraja yang harus mematuhilarangan adat dan mencintai alamtempat tinggal.Sumber: Dokumen KemdikbudGambar 1.11.

Ragam hias Jepara(Jawa Tengah), arah gerak garisukiran yang pasti, mencerminkanadanya keteraturan, kepastianyang sejalan dengan landasanpola berfikir yang tumbuh didalammasyarakatnya yang mentaatiajaran-ajaran agama.Sumber: Dokumen KemdikbudGambar 1.12.

Ragam hias Padang(Sumatera Barat), ungkapan pepa-tah Minangkabau “alam takambangjadi guru”, bahwa alam memilikimakna yang mendalam dengan se-gala bentuk, sifat, serta segala yangterjadi di dalamnya, merupakan se-suatu yang dapat dijadikan sebagaipedoman, ajaran, dan guru. Prakarya 21Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.13.

Ragam hias Papua, Bagi penduduk asli suku asmat, seni ukir kayu lebih merupakan sebuah perwujudan dari cara mereka dalam melakukan ritual untuk mengenang arwah para leluhurnya yang selalu berjuang dalam kehidupan yang akan membawanya ke alam kematian.TUGAS 4Motif Ragam Hias Pada Kerajinan Kayu• Carilah motif ragam hias daerahmu yang terdapat pada kerajinan kayu.• Gambarlah motifnya Tanyakan pada penduduk di wilayah sekitar: – Nama motif masing – masing ragam hias.

Makna dari masing – masing motif ragam hias.• Buatlah dalam lembar tersendiri agar lebih maksimal.(Lihat LK-3)22 Kelas IX SMP/MTs Semester 1LEMBAR KERJA -3 (LK-3)Nama Anggota Kelompok:,Kelas:,Mengobservasi motif ragam hias daerah.Gambar Motif Nama Motif Makna Simbolis Ungkapan perasaan saat melakukan kegiatan observasi dan wawan- cara terhadap masyarakat wilayah sekitar mengenai motif ragam hias dan maknanya pada kerajinan kayu:,b.

Kerajinan Bambu Tanaman bambu sejak dahulu telah dibudidayakan di Indonesia,India, dan Bangladesh. Istilah lain untuk bambu adalah buluh, aur, ataueru. Dalam bahasa Makassar, bambu disebut Bulo. Leluhur merekasudah sejak lama memanfaatkan bambu ini sebagai bahan bangunan.Dalam istilah klasik suku makassar, bahkan bambu sudah lama dikenal.Terbukti dengan prinsip mereka diambil dari kata bambu yakni Abbulosibatang, artinya: berbatang bambu; dan maknanya adalah persatuan.

Prakarya 23Bambu merupakan sumber bahan bangunan yang dapatdiperbaharui dan banyak tersedia di Indonesia. Dari sekitar 1.500spesies bambu di dunia, 125 spesies asli tumbuh di Indonesia. OrangIndonesia sudah lama memanfaatkan bambu untuk bangunan rumah,perabotan, alat pertanian, kerajinan, alat musik, dan makanan.

Namun,dari dulu hingga saat ini bambu belum menjadi prioritas pengembangandalam pembangunan Indonesia dan masih dilihat sebagai bahan milikkaum ekonomi lemah yang cepat rusak. Bambu yang dipanen dengan benar dan diawetkan merupakanbahan yang kuat, fleksibel, dan murah, yang dapat dijadikan bahanalternatif pengganti kayu yang kian langka dan mahal.

  • Bambudapat dijadikan berbagai produk kerajinan yang bernilai estetis danekonomi tinggi, di antara jenis bambu tersebut adalah bambu andong,bambu atter, bambu tali, bambu talang, bambu tutul, bambu cendani,bambu cengkoreh, dan sebagainya.
  • Masyarakat Indonesia telahmenggunakan bambu untuk berbagai kebutuhan, mulai dari yangpaling sederhana seperti tempat jemur baju, tikar hingga produkanyaman yang rumit.

Sampai saat ini bambu masih digunakan untukkeperluan tersebut. Sejak adanya kerjasama para desainer-desainermuda yang mengembangkan mutu produk dari bambu, kini produkkerajinan bambu tampil dengan desain yang berkualitas dan artistiksehingga kini banyak digunakan di hotel-hotal berbintang, cottages,spa, butik, bank, toko serta interior bangunan modern.

Saat ini Tasikmalaya sebagai salah satu kota penghasil bambuterbesar di Jawa Barat telah menjadi salah satu sentra perajin-perajinbambu. Beberapa produk yang telah dihasilkan sangat beragam dariperalatan dapur, peralatan makan, mebel hingga ke elemen estetisdalam interior. Produk yang dihasilkan sudah dikenal di berbagainegara.

You might be interested:  Sebutkan Salah Satu Tokoh Yang Menyebutkan Rancangan Dasar Pancasila?

Beberapa teknik dalam pembuatan kerajinan bahan kerasdari bambu adalah teknik anyaman dan teknik tempel atau sambung.Anyaman Indonesia sangat dikenal di mancanegara dengan berbagaimotif dan bentuk yang menarik.1) Bahan Pembuatan Kerajinan Bambu Bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan bambu adalah bambu batangan atau pun yang sudah disayat, dan sebagainya.

Adapun beberapa jenis tanaman bambu yang dapat dijadikan produk kerajinan adalah; bambu andong, bambu tali, bambu atter, bambu talang, bambu tutul, bambu cendani, bambu cengkoreh, dan lainnya. Jenis tanaman bambu apakah yang terdapat di daerah tempat tinggalmu?24 Kelas IX SMP/MTs Semester 1ad bcSumber: Dokumen KemdikbudGambar 1.14.

Bahan pembuatan kerajinan bambu; a. aneka bambu, b. pewarna politur,c. lem kayu, dan d. paku.2) Alat Pembuatan Kerajinan Bambu Alat yang digunakan untuk membuat kerajinan bambu adalah parang, palu, gergaji, pisau raut, tang, tatah, meteran, kuas, bor, dan sebagainya.a bcde fg hiSumber: Dokumen KemdikbudGambar 1.15.

Alat pembuatan kerajinan bambu; a. parang, b. palu, c. gergaji, d. pisau raut,e. tang, f. pahat, g. meteran, h. kuas, dan i. bor. Prakarya 253) Produk Kerajinan Bambu Produk kerajinan dari bahan bambu sudah banyak dibuat orang sejak dahulu kala. Keberadaaan sumber daya alamnya yang melimpah membuat kerajinan dari bahan bambu menduduki nilai jual yang relatif rendah, kecuali produk-produk berkualitas tinggi seperti interior rumah.

Di bawah ini merupakan beberapa contoh dari kerajinan bambu, yaitu:ab cdSumber: Dokumen KemdikbudGambar 1.16. Produk kerajinan dari bambu, a. sandal, b. aneka alat rumah tangga,c. kap lampu, dan d. tempat tidur.26 Kelas IX SMP/MTs Semester 14) Proses Pembuatan Kerajinan Bambu Proses pembuatan kerajinan bambu perlu pengetahuan yang tidak terlalu sulit.

Kenali bambu dengan baik, agar ketika dibuat kerajinan, bambu tidak mudah pecah. Adapun cara memilih bambu yang baik untuk digunakan adalah: • Pilihlah bambu yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. • Setelah ditebang, lalu potong sepanjang dua atau sampai tiga ruas. • Simpan di tempat yang sejuk dan tegakan hingga 5 sampai 6 hari.

• Pilihlah bambu yang memiliki ruas paling panjang agar mudah dibentuk kerajinan apa saja. Di bawah ini merupakan proses pembuatan kerajinan bambu untuk dibuat menjadi kopyah, perhatikan langkahnya. a bPilih bambu, potong, buat Selipkan bambu sayat yangiratan.

Bambu iratan 0,3cm sudah diberi warna lainnya– 1,5cm dianyam. Anyam ke bagian tengah segi enammenyilang. saling silang. c dPotong kopyah persegi panjang, Kopyah dapat dipadukandisambungkan satu sama lain- dengan berbagai warna. Dinya. Buat potongan oval untuk dalamnya bisa dimasukkantutup. Sambung dengan lem.

kopyah hitam dari kain agarberi hiasan pinggir. lebih nyaman.Sumber: Dokumen KemdikbudGambar 1.17. Proses pembuatan kerajinan dari bambu. Prakarya 27c. Kerajinan Rotan Rotan atau dalam Bahasa Inggrisnya adalah rattan merupakansejenis tanaman akar-akaran liar yang banyak tumbuh di daerahhutan hujan tropis.

Indonesia dapat dikatakan sebagai penghasilrotan terbesar di dunia karena hampir 30 % rotan mentah di duniadapat dihasilkan oleh Indonesia. Luar biasa hutan Indonesia, kayaakan keanekaragaman hayati. Mari kita lestarikan bersama. Tanamanrotan adalah sejenis tanaman palm yang merambat dan dapat tumbuhmencapai panjang 100 meter lebih.

Kulit rotan dapat menghasilkananyaman yang sangat kuat. Bagian dalam rotan jika dibelah akanmenghasilkan tali rotan yang tipis yang disebut fitrit/petrik. Penghasil rotan mentah terbesar di Indonesia adalah PulauSulawesi dan Kalimantan, namun tumbuh juga di hutan hutan Sumatera,Jawa dan daerah lainnya.

  • Selain memenuhi kebutuhan ekspor, saatini kerajinan rotan diproduksi untuk kebutuhan masyarakat.
  • Jikadiperhatikan di sepanjang ruas jalan tertentu, seperti di daerah PasarMinggu jakarta, atau Tegalwangi Cirebon, dan daerah lainnya banyakruko-ruko dan beberapa show room menjajakan produk kerajinan rotanyang unik dan menarik.

Selama keberadaan rotan mentah masih dapat diexplore dan tidakdiekspor, maka daerah-daerah penghasil kerajinan rotan tersebut akanterus berkarya menghasilkan barang-barang kebutuhan masyarakatdan mebel rotan yang berkualitas. Berbagai kerajinan rotan tersebutbukan hanya berupa alat-alat perabotan rumah tangga seperti meja,kursi, tutup lampu, tutup makanan, tempat payung, almari, dan tempattidur saja melainkan juga mainan seperti kuda-kudaan bahkan boksayunan tempat tidur bayi.

Produk-produk kerajinan rotan tersebutharganya cukup terjangkau bagi semua kalangan.1) Bahan Pembuatan Kerajinan Rotan Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan kerajinan rotan adalah rotan, yang terbagi dalam 3 bagian; a. rotan kupasan/ kulit luar (pell) sebagai pengikat atau bahan anyaman, b. rotan batang yang langsung dipoles, dan c.

rotan isi yang biasa disebut dengan fitrit/petrik. Selain rotan bahan lainnya adalah miyak tanah atau belerang untuk pemasakan. Politur dan cat warna.28 Kelas IX SMP/MTs Semester 1abc d e fgSumber: Dokumen KemdikbudGambar 1.18. Bahan pembuatan kerajinan rotan; a.

  • Rotan batang, b.rotan kupasan/kulit luar,c.
  • Rotan isi / fitrit, d.
  • Minyak tanah, e.
  • Belerang, f.
  • Paku, dan g.
  • Politur 2) Alat Pembuatan Kerajinan Rotan Alat yang digunakan untuk membuat kerajinan rotan adalah gunting rotan, palu, alat pembengkok, bor, amplas, gergaji, kompor, kuas cat, dan sebagainya.bc dae f Prakarya 29gh Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.19.

Alat pembuatan kerajinan rotan; a. bor meja, b. gunting rotan, c. palu, d. papan penekuk, e. amplas, f. gergaji, g. kompor, dan h. kuas.3) Produk Kerajinan Rotan Produk kerajinan rotan banyak dibuat perajin di berbagai daerah dengan beraneka bentuk. Kerajinan rotan dibuat dalam bentuk benda pakai hingga benda hias.

Diantaranya adalah kursi meja, lemari/rak, pembatas ruang, kuda-kudaan, lampit, tempat tidur bayi, aneka perabotan rumah tangga, tas wanita, hiasan dinding, dan masih banyak lagi. Rotan memiliki warna khas yaitu putih kekuningan, coklat, dan hitam. Perajin mengabadikan warna natural rotan agar terlihat keasliannya.

Namun ada juga beberapa desain yang diberi warna warni seperti hijau, biru, merah, dan sebagainya mengikuti selera pembeli. Harga kerajinan rotan ini pun relatif terjangkau bergantung pada bentuk dan ukurannya. a bc dSumber: Dokumen Kemdikbud, solusiproperti.com, manfaat.co.id.Gambar 1.20.

Produk kerajinan rotan; a. hiasan gerobak becak, b. aneka tasKalimantan, c. tas rotan masa kini, dan d. aneka produk kebutuhan rumah tangga.30 Kelas IX SMP/MTs Semester 14) Proses Kerajinan Rotan Setelah dibersihkan dari pelepah yang berduri, rotan harus dilakukan pengawetan dan terlindung dari jamur blue stain.

Secara garis besar terdapat dua proses pengolahan bahan baku rotan, yaitu; pemasakan dengan minyak tanah untuk rotan berukuran sedang/besar dan pengasapan dengan belerang untuk rotan berukuran kecil. Selanjutnya rotan dapat diolah menjadi berbagai macam bahan baku, misalnya dibuat peel (kupasan), polis, dan fitrit.

  1. Proses pembuatan anyaman rotan dilakukan beberapa tahapan antara lain: a.
  2. Pembuatan kerangka.
  3. Untuk produk ukuran besar seperti kursi, meja, lemari, rak, dan sebagainya dibentuk kerangka menggunakan rotan dengan diameter besar.
  4. Dimana dalam proses pembuatan kerangka menggunakan alat pembengkok agar rotan tersebut bisa dilekukkan sesuai dengan model desainnya.b.

Penganyaman. Tujuannya untuk membentuk produk sesuai desain. Rotan yang digunakan dapat berupa rotan polis yang sudah dibersihkan kulitnya berwarna putih atau kulit rotan.c. Pengecatan, yaitu memberikan warna dasar pada produk tesebut dengan menggunakan kuas.d.

Proses finishing, adalah proses yang merupakan tahap terakhir dalam proses pembuatan produk. Dimana dalam prosesnya yaitu antara lain dengan pengamplasan untuk menghilangkan bulu-bulu rotan. Baru kemudian rotan di vernis atau dipolitur. Dalam pembuatan rotan dengan ukuran kecil menggunakan rotan fitrit, sebelum digunakan sebaiknya rotan direndam terlebih dahulu di dalam air selama 1-2 menit agar rotan lentur dan mudah dibentuk.

Jika rotan direndam air, maka air akan menyerap ke dalam rotan, sehingga rotan tidak mudah patah jika dibentuk. Teknik pembentukan rotan adalah dengan dianyam dan ditempel. Prakarya 31a bRotan di steam dengan Rotan disusun dibentukpemanas selama 1-2 jam, rangka kursi.lalu rotan dilengkungkandengan catok.

  1. C dRotan dianyam mengikuti Rotan disusun dibentukbentuk rangka.
  2. Rangka kursi.Sumber: Dokumen KemdikbudGambar 1.21.
  3. Proses pembuatan kerajinan rotan2.
  4. Erajinan Bahan Keras Buatan Beragam benda kerajinan dari bahan buatan dapat diciptakan dandibuat berdasarkan bentuk dan bahan yang digunakan.
  5. Bahan-bahanyang digunakan bisa berupa kaleng, kaca, logam, dan sebagainya.Teknik yang digunakan juga sangat bervariasi, diantaranya bisa berupalukis ataupun dipotong dan dirakit, dicor dan teknik lainnya.

Semuadisesuaikan dengan desain dan jenis bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda-beda. Mari kita pelajari bersama-sama.32 Kelas IX SMP/MTs Semester 1a. Kerajinan Kaca Kaca dapat dibentuk dengan cara dilukis.

  • Lukis kaca adalah jeniskerajinan yang menampilkan gaya lukisan di atas media kaca.
  • Gayalukisan yang sering digunakan adalah dekoratif, karena lukisan dibuatdengan banyak elemen hiasan pada setiap ornamen yang digunakan.Dilihat dari pewarnaan yang sering digunakan, lukis kaca memilikikecenderungan transparan.

Sehingga jika digunakan sebagai penghiasruangan nampak tembus pandang. Lukis kaca berkembang di berbagai wilayah Indonesia. Wilayahyang masyarakatnya dikenal sebagai penghasil lukis kaca adalahCirebon, Jepara, dan daerah yang tersebar di kepulauan Jawa.

Sejakdahulu masyarakat Indonesia sudah mengenal lukis kaca. Lukiskaca sejak dahulu banyak dipakai di bangunan gereja, masjid, danjuga rumah-rumah tinggal. Tujuannya adalah sebagai memperindahruangan. Selain lukis kaca, ada juga kaca patri. Meskipun terkadang memilikiefek yang sama, namun teknik pembuatannya berbeda.

Lukis kacadibuat dengan cara melukis kaca sesuai pola yang diletakkan di bawahkaca. Sedangkan kaca patri menggunakan teknik mematri pada bagiansambungan kaca. Baik lukis kaca maupun kaca patri terdapat garisluar (out line) yang dibuat dengan warna yang tegas seperti hitam,emas dan perak.1) Bahan Pembuatan Lukis Kaca Bahan yang diperlukan dalam pembuatan lukis kaca adalah kaca, cat, dan tiner.

a bc Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.22. Bahan pembuatan lukis kaca; a. kaca, b. cat, dan c. pengencer cat 2) Alat Pembuatan Lukis Kaca Dalam pembuatan produk kerajinan lukis kaca diperlukan alat utama yaitu pena khusus yang berfungsi untuk mengeluarkan tinta outline pada obyek hias pada lukis kaca. Prakarya 33• Pena Pena digunakan untuk membuat outline obyek gambar sesuai desain.

Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.23. Pena lukis kaca• Kertas rancangan Kertas rancangan digunakan sebagai obyek yang akan dilukis pada kaca. Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.24. Kertas rancangan• Pisau kertas Pisau digunakan untuk mengerok gambar yang salah.

Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.25 Pisau kertas• Kuas Kuas digunakan untuk mengecat. Kuas memiliki beberapa bentuk bulu/rambutnya, ada yang ujungnya terlihat rata dan ada yang terlihat lancip. Semua dipakai sesuai dengan kebutuhan saat melukis obyeknya.34 Kelas IX SMP/MTs Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.26 Kuas Semester 1• Meja Meja digunakan untuk alas pembuatan hiasan lukis kaca.

Diperlukan meja dengan permukaan rata. Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.26. Meja • Lap Lap digunakan untuk membersihkan sisa cat pada ujung pena ataupun pada kaca. Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.27. Lap3) Produk Kerajinan Lukis Kaca Kerajinan lukis kaca tidak hanya dibuat pada kaca dengan bentuk datar saja melainkan juga dalam bentuk cembung atau cekung.

Banyak pula yang dilukis di permukaan gelas, piring atau botol. Dengan menggunakan teknik yang berbeda, hasilnya pun unik dan berbeda.a bGajah di atas awan. Pemandangan sunrise. Prakarya 35Bunga pada botol. Bunga pada jendela kaca. Sumber: Dokumen Kemdikbud, ningsari.wordpress.com, aliexpress.com Gambar 1.28.

Kertas Inovatif Ini Bisa Digunakan Berkali-Kali

Produk kerajinan lukis kaca.4) Proses Pembuatan Lukis Kaca Di bawah ini ditampilkan proses pembuatan kerajinan lukis kaca. Tema yang diambil adalah wayang. Tahap-tahapnya sebagai berikut:Membuat gambar Menebalkan gambar Gambar ditaruh disebagai pola. dengan spidol.

bawah kaca dan ditebalkan dengan pena.Memberi warna pada Menutup seluruh per- Lukisan kacagambar dengan cat. mukaan kaca dengan selesai dan dapat cat. dibingkai.Sumber: Dokumen Kemdikbud Semester 1Gambar 1.29 Proses pembuatan lukis kaca.36 Kelas IX SMP/MTsb. Kerajinan Logam Sebagai pengetahuan kalian perlu mengetahui bahwa bahan alamyang termasuk dalam kategori logam juga banyak macamnya, sepertiemas, perak, perunggu, aluminium, besi, dan kuningan.

Kamu perluuntuk mengetahuinya. Daerah penghasil kerajinan emas terdapat diKalimantan Selatan dan Jawa. Kerajinan perak terdapat di daerahYogyakarta, Sumatera Barat, dan Bali. Sedangkan jenis logam lainnyagunakan rasa keingintahuan kalian untuk dapat memperoleh informasidari berbagai sumber tentang daerah asal penghasil logam tersebut.

  • Bahan logam banyak dibuat sebagai perhiasan atau asesoris,berkembang pula sebagai benda hias dan fungsional lainnya, sepertigelas, teko, nampan, wadah serbaguna bahkan sampai pialasebagai simbol kejuaraan.
  • Bahan logam diolah dengan teknik bakar/pemanasan, dan tempa.
  • Logam yang digunakan sebagai kerajinan ada juga dalam bentukkaleng.

Kaleng dibentuk sedemikian rupa menjadi kerajinan yangfungsi hias dan fungsi pakai yang menarik untuk dikoleksi.1) Bahan Pembuatan Kerajinan Logam Bahan utama pembuatan kerajinan logam (besi, aluminium, perunggu, perak, emas, dan timah), biasanya berupa lembaran atau batangan, dan cat warna untuk logam yang tahan lama.

  • Ab cSumber: Dokumen KemdikbudGambar 1.30.
  • Bahan pembuatan kerajinan kaleng;a.
  • Kaleng lembaran, b.
  • Cat warna, dan c.
  • Lem power2) Alat Pembuatan Kerajinan Logam Alat pembuatan kerajinan logam di antaranya gunting, seng, cetakan, dan kuas.
  • Prakarya 37ab Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.31.
  • Alat pembuatan kerajinan c kaleng; a.

gunting kaleng, b.cetakan, dan c. kuas3) Produk Kerajinan Logam Produk kerajinan logam yang dihasilkan para perajin dibuat dengan cara-cara tradisional. Produk yang dibuat biasanya sebagai asesoris, hiasan interior, perabotan rumah tangga dan sebagainya.

  • Produk dari logam awalnya hanya menonjolkan warna aslinya namun ada juga yang diberi cat agar terlihat lebih berbeda.ab Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.32.
  • Produk kerajinan logam; a. bros, b.
  • Hiasan gajah, dan c.
  • Teko dan c cangkir.4) Proses Pembuatan Kerajinan Logam Pembuatan kerajinan logam dilakukan dengan cara tradisional yaitu dibentuk dengan tangan dan bantuan alat seadanya.

Di bawah ini disajikan pembuatan kaleng wadah kerupuk yang dibuat dengan desain sederhana dan sudah sejak lama desain tidak berubah namun menjadi unik dan masih banyak dicari orang karena klasiknya.38 Kelas IX SMP/MTs Semester 1Kaleng lembaran di- Kaleng dibentuk kotak Kaleng disusun den-gunting sesuai pola.

Dengan bantuan besi gan dipatri membentuk atau kayu dan dipukul- kotak. pukul.Selipkan kaca dan Buat tutupnya. Lukis wadah denganpatri bagian pinggir. cat sesuai selera.Sumber: Dokumen KemdikbudGambar 1.33. Proses pembuatan kerajinan logam wadah kerupukTUGAS 5Observasi Ke Sentra Kerajinan • Kunjungilah sebuah sentra kerajinan bahan keras alam yang terdapat di daerah tempat tinggalmu.

• Carilah produk kerajinan yang terbuat dari bahan keras alam. • Jika tidak ada, carilah dari buku sumber atau media. • Lalu, tulislah sebuah laporan. • Presentasikan di muka kelas.(Lihat LK-4) Prakarya 39LEMBAR KERJA -4 (LK-4)Nama Anggota Kelompok:,Kelas:,Mengobservasi produk kerajinan bahan keras alam atau buatan didaerah setempat.Nama usaha: Alamat lokasi:Nama perajin:Jenis bahan keras alam atau Proses pembuatan bahan men-buatan: tah menjadi bahan baku:Alat: Teknik pengerjaan:Proses kerja: Sketsa produk/foto:Ungkapkan perasaanmu tentang pengamatan produk kerajinan bahankeras alam atau buatan yang kamu ditemui:.D.

  1. Emasan Produk Kerajinan Bahan Keras Kemasan secara umum dimaksudkan adalah sebagai bagianterluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungiproduk dari cuaca, guncangan dan benturan-benturan terhadap bendalain.
  2. Setiap bentuk barang benda yang membungkus suatu benda didalamnya dapat disebut dengan kemasan sejauh hal tersebut memangbermanfaat untuk melindungi isinya.

Untuk menampilkan kesan danpandangan terhadap suatu isi produk, maka packaging biasanyadibentuk atau di desain sedemikian rupa, sehingga pesan yang akandisampaikan akan dapat ditangkap oleh pemakai produk dengan baik.40 Kelas IX SMP/MTs Semester 1Untuk membuat kemasan tidak hanya tergantung dari beberapamaterial saja, tetapi banyak berbagai jenis material yang bisa digunakan.Asahlah imajinasimu untuk membuat kemasan yang menarik danberbeda dari waktu ke waktu.

AbSumber: Dokumen KemdikbudGambar 1.33.Kemasan kerajinan bahan keras ; a. kemasan bentuk hati, b. kemasanbentuk kotak persegi.E. Berkarya Kerajinan Bahan Keras Pada kali ini kita akan membuat kerajinan bahan keras dari rotan.Perhatikan langkah langkahnya: Pembuatan Tempat Alat Tulisa. Perencanaan Identifikasi Kebutuhan Diumpamakan pada saat ini yang sangat dibutuhkan oleh siswa adalah wadah untuk alat tulis atau vas bunga yang diletakkan di meja kelas.

Ide/Gagasan Siswa akan membuat karya kerajinan wadah pensil dari bahan keras alam yang ringan, namun kuat serta tahan lama. Hasil penggalian ide/ gagasan dari berbagai media, siswa tertarik pada kerajinan yang terbuat dari bahan dasar rotan. Prakarya 411) Menentukan bahan dan fungsi karya kerajinan dari bahan alam.2) Menggali ide dari berbagai sumber.3) Membuat sketsa karya dan menentukan sebuah karya terbaik dari sketsa.

  1. Ab Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.33.
  2. Perencanaan berkarya; a.
  3. Sketsa dan b.
  4. Pemilihan sketsa terbaik.b.
  5. Pelaksanaan Diumpamakan pada saat ini yang sangat dibutuhkan oleh siswa adalah wadah untuk alat tulis atau vas bunga yang diletakkan di meja kelas.1) Menyiapkan bahan pembuatan kerajinan rotan.
  6. Ab Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.34.

Bahan pembuatan kerajinan rotan; a. rotan, dan b. cat warna2) Menyiapkan alat pembuatan kerajinan rotan.ab cSumber: Dokumen KemdikbudGambar 1.35. Alat pembuatan kerajinan rotan; a.gunting, b. kuas, dan c. cetakanbentuk botol.42 Kelas IX SMP/MTs Semester 1