Apa Saja Yang Ditetapkan Dalam Rancangan Percobaan Pengaruh Faktor Luar?

Rancangan yang melakukan pengendalian lingkungan – Jika satuan percobaan heterogen, ada beberapa rancangan yang dapat mengendalikan faktor penganggu tersebut. Rancangan yang dipakai tergantung jumlah arah keragaman, yang sama saja dengan jumlah faktor penganggu yang dapat dikontrol,

  • Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) – keragaman satu arah
    • Perlakuan diacak di tiap kelompok
    • Syarat: setiap perlakuan muncul sekali dalam setiap kelompok
  • Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) – keragaman dua arah
    • Pengelompokan per baris dan kolom
    • Syarat: setiap perlakuan hanya muncul sekali pada arah baris dan hanya muncul sekali pada arah kolom
  • Rancangan Greko Latin – keragaman tiga arah
    • Dua Bujur Sangkar Latin digabung: bujur sangkar pertama memiliki perlakuan berhuruf Latin, bujur sangkar kedua memiliki huruf Yunani
    • Syarat: tiap huruf Yunani hanya muncul sekali bersama dengan tiap huruf Latin.
  • Rancangan lain yang lebih kompleks, tetapi rancangan tersebut di luar cakupan mata kuliah ini.

Bagaimana cara melakukan percobaan pengaruh faktor luar pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan?

Percobaan Faktor Luar (Eksternal) Terhadap Pertumbuhan Pada Tumbuhan – Pernahkah kamu melakukan percobaan pertumbuhan pada tumbuhan? Cobalah kamu melakukan percobaan pertumbuhan tanaman dengan merencanakan percobaan pertumbuhan pada tumbuhan terlebih dahulu.

  1. Mengumpuulkan data mengenai faktor-faktor luar yang bisa memengaruhi pertumbuhan, data tersebut bisa diperoleh secara mencari literatur di perpustakaan. Anda pun bisa melakukan percobaan sendiri dengan meletakkan kacambah pada tempat gelap VS kacambah di tempat yang kena sinar matahari, dan lihat mana yang lebih cepat tumbuhnya?
  2. Merumuskan persoalan. Ciri-ciri sebuah rumusan persoalan yang bagus antara lain dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, isinya padat & jelas, serta bisa memberi petunjuk mengenai kemungkinan mengumpulkan data guna menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkandung dalam rumusan persoalan.
  3. Membuat hipotesis. Hipotesis merupakan sebuah dugaan yang merupakan jawaban sementara kepada sebuah rumusan persoalan sebelum dibuktikan kebenarannya.
  4. Mendesain percobaan. Rancangan percobaan meliputi menetapkan variabel penelitian, alat & bahan, cara kerja, & bentuk format tabel data. Di samping itu, penting pula menetapkan waktu & tempat percobaan. Ada tiga macam variabel penelitian yaitu variabel bebas, variabel terikat, & variabel kontrol. Untuk lebih jelasnya mengenai variabel penelitian bisa dilihat disini.

Dalam melakukan percobaan fase pertumbuhan tanaman, kamu haruslah bisa menguji kebenaran dari hipotesis yang dibuat. Jadi bagaimana tahapan/langkah-langkah dalam melakukan percobaan pengaruh faktor luar kepada pertumbuhan pada tumbuhan?

  1. Meyiapkan bahan & perlakuan.
  2. Memberikan perlakuan & mengukur hasil perlakuan.
  3. Mencatat kondisi lingkungan.
  4. Mengumpulkan & menganalisis data dalam bentuk tabel & grafik.
  5. Sesudah melakukan percobaan, agar orang lain mengenal percobaan yang telah anda perbuat maka anda harus mengomunikasikan hasil percobaan nada. Bagaiman cara mengomunikasikan hasil percobaan yang telah anda buat?

Cara mengomunikasikan hasil percobaan yaitu dengan membuat laporan percobaan atau biasa disebut dengan laporan penelitian ilmiah. Berikut contoh format laporan penelitian ilmiah.1. Bagian Depan Bagian depan ini terdiri dari halaman judul, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar ilustrasi & abstrak.2. Bagian Isi

  • Pendahuluan, berisi uraian pendek mengenai latar belakang persoalan, rumusan persoalan, tujuan penelitian, & fungsi penelitian.
  • Tinjauan pustaka, berisi mengenai teori & hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian tersebut, serta berisi rumusan hipotesis.
  • Metode penelitian, berisi mengenai alat & bahan, tempat & waktu penelitian, serta cara kerja.
  • Hasil & pembahasan, berisi mengenai data-data yang diperoleh, uji hipotesis, & pembahasan.
  • Kesimpulan & saran, berisi mengenai kesimpulan & saran dari penelitian yang dibuat & haruslah mengacu pada tujuan penelitian.
  • Daftar pustaka, berisi seluruh literatur yang digunakan sebagai rujukan.
  • Lampiran, berisi tabel-tabel & info pendukung lainnya.

Nah itulah postingan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan pada tumbuhan. Semoga PR percobaan faktor luar terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kamu bisa terlesaikan dengan melihat percobaan pertumbuhan tumbuhan diatas. Apabila ingin bertanya mengenai pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan atau hormon pertumbuhan pada tumbuhan, silakan ketik di komentar dibawah.

Pertumbuhan Tumbuhan : 6 Faktor Eksternal + 2 Faktor Internal

Bagi sahabat yang ingin copas isi postingan percobaan biologi tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan ini, maka diinginkan untuk cantumkan sumber dengan “Link Aktif Menuju ke Postingan Ini”, apabila tidak dicantumkan, maka blog sahabat bakal saya laporkan ke DMCA.

Apakah percobaan yang perlakuannya atau taraf faktornya ditetapkan sebelum penelitian oleh peneliti?

1. Model Tetap. – Percobaan yang perlakuannya atau taraf faktornya ditetapkan sebelum penelitian oleh peneliti, dalam hal ini peneliti tentunya mempunyai suatu alasan berdasarkan bidang ilmunya menetapkan bahwa, taraf-taraf faktor tersebut mempunyai suatu ciri tertentu yang dapat membedakan dengan taraf yang lain.

  • Jadi tiap taraf dapat mewakili populasi yang dihipotesiskan atau dibayangkan ada.
  • Sebagai teladan, penelitian pengaruh pejantan sapi Bali terhadap berat lahir anak dari induk yang dikawini.
  • Misalnya digunakan 4 ekor pejantan yang masing-masing dikawinkan dengan 5 ekor sapi betina yang seragam, maka faktor pejantan bisa model tetap bisa juga model acak.
You might be interested:  Bagaimana Cara Melakukan Gerakan Menari Menirukan Burung Kutilang?

Pejantan sapi Bali dikatakan model tetap, jika tiap-tiap pejantan dapat diidentifikasi mempunyai ciri-ciri tertentu yang dapat ditetapkan oleh peneliti sebelum penelitian dilakukan. Misalnya pejantan pertama umur 2 tahun, pejantan kedua umur 2,5 tahun,pejantan ketiga umur 3 tahun dan pejantan keempat umur 3,5 tahun.

  • Bisa juga diidentifikasi berdasarkan bobot tubuhnya pada umur yang sama, misalkan bobotnya masing-masing 250, 300, 350, dan 400 kg.
  • Jadi tiap-tiap pejantan dapat mewakili himpunan populasi yang dihipotesiskan atau dibayangkan oleh peneliti.
  • Sebaliknya pejantan sapi Bali dikatakan model acak, jika peneliti tidak menetapkan ciri-ciri tertentu dari pejantan yang digunakan sebelum penelitian dilakukan.

Peneliti menambil 4 ekor pejantan secara acak dari suatu populasi sapi jantan. Jadi, tiap pejantan tidak dapat mewakili suatu populasi hipotetik, melainkan mewakili populasi sapi jantan. Dalam penelitian ini peneliti ingin menguji apakah ada variasi dari pejantan dalam memberikan berat lahir anak sapi dari induk yang dikawininya.

  • Esimpulan ditunjukkan kepada populasi pejantan, bukan himpunan dari sapi jantan dengan ciri tertentu.
  • Pada model tetap, peneliti sebenarnya telah mendefinisikan T=t populasi inferensinya, dalam hal ini dibayangkan ada T=t populasi.
  • Secara statistika suatu faktor model tetap dicirikan sebagai berikut.

Misalkan αi (i=1,2,3,.t) melambangkan pengaruh tetap taraf ke-I factor A. Karena αi dianggap konstan, maka E(αi)= αi, yaitu rataan sebenarnya αi.

Apa itu rancangan percobaan?

Prinsip-prinsip Dasar dalam Perancangan Percobaan – Rancangan Percobaan yang baik adalah yang efektif, terkelola dan efesien serta dapat dipantau, dikendalikan dan dievaluasi. Pengertian efektif adalah berkaitan dengan kemampuan mencapai tujuan, sasaran dan kegunaan yang direncanakan atau digariskan.

  • Terkelola adalah berkenaan dengan kenyataan adanya berbagai keterbatasan atau kendala yang terdapat dalam pelaksanaan percobaan maupun dalam menganalisis data.
  • Sedangkan efesien adalah bersangkut-paut dengan pengrasionalan dalam penggunaan sumber daya, dana dan waktu dalam memperoleh keterangan dari percobaan.

Rancangan Percobaan dibuat berkenaan dengan teknik-teknik dalam mengatasi dan mengendalikan keragaman/peubah-peubah yang mengganggu pengaruh sebenarnya dari perlakuan atau faktor yang kita teliti atau tetapkan disebut Rancangan Lingkungan ( Enviromental Design ).

Faktor utama yaitu faktor-faktor yang akan diteliti dan sengaja diberikan Di luar faktor-faktor yang akan diteliti (faktor eksternal). Faktor-faktor ini diharapkan pengaruhnya sekecil mungkin. Faktor-faktor ini terdiri dari :

Faktor yang dapat diidentifikasi dan diperkirakan pengaruhnya sebelum percobaan. Misal dalam kasus ingin diketahuinya perbedaan kedua varietas jagung di atas, jika ternyata kedua varietas tersebut memberikan hasil yang berbeda, maka berbedaan hasil tersebut selain disebabkan oleh perbedaan varietas mungkin juga disebabkan oleh perbedaan kesuburan tanah. Untuk mengatasi hal ini biasanya dilakukan pengelompokan, sehingga keragaman di antara kelompok dapat diukur dan dikeluarkan dari galat percobaan. Faktor yang dapat diidentifikasi tetapi pengaruhnya tidak dapat diduga. Misalnya dalam kasus point di atas, Apabila lahan mempunyai arah kesuburan secara bertahap dari kiri ke kanan sehingga hasil akan berkurang dari kiri ke kanan, jika varietas A selalu ditanam di sebelah kanan varietas B, maka dalam hal ini varietas B akan diuntungkan karena secara relatif dia berada pada lahan yang lebih subur daripada varietas A. Jadi dalam hal ini penampilan hasil varietas A dan B akan berbias dan lebih menguntungkan B dan jika kita ingin membandingkan varietas A dan B, berbedaan yang terjadi bukan semata-mata disebabkan oleh perbedaan varietas akan tetapi juga disebabkan oleh perbedaan kesuburan tanah. Untuk mengatasi hal ini dilakukan pengacakan, Faktor yang tidak dapat diidentifikasi. Untuk mengatasi hal ini dilakukan pengulangan,

Berdasarkan uraian di atas untuk meminimumkan galat percobaan ( experimental error ) guna meningkatkan ketelitian percobaan diperlukan adanya Pengulangan ( replication ), pengacakan ( randomization ) dan Pengedalian lingkungan setempat ( Local control ) yang merupakan asas pokok dalam perancangan percobaan. Asas keortogonalan, pemuatan ( confounding ) dan keefisienan merupakan asas tambahan.

Pengedalian lingkungan setempat ( Local control ), pengendalian kondisi-kondisi lingkungan yang berpotensi mempengaruhi respon dari perlakuan. Hal ini dapat dilakukan dengan perancangan percobaan, penggunaan peubah pengiring dan memperbesar ukuran satuan percobaan.

Perancangan percobaan, Hal ini biasanya dilakukan untuk mengatasi kondisi lingkungan satuan percobaan yang heterogen. Kondisi tersebut diatasi dengan cara mengelompokkan satuan-satuan percoban dan pada setiap kelompok yang berisi semua perlakuan sehingga keragaman di dalam kelompok dibuat minimum dan keragaman antar kelompok dibuat maksimum.

Gambar 1.1 Contoh pengelompokan petak percobaan

Penggunaan peubah pengiring, Hal ini dilakukan apabila terdapat keragaman diantara satuan-satuan percobaan. Misalnya ingin diketahui perbedaan pengaruh jenis pakan tertentu terhadap pertambahan bobot ayam. Dalam hal ini sifat yang diukur adalah bobot ayam setelah diberi pakan. Sebelum diberi pakan, ayam-ayam tersebut sudah memiliki bobot yang berbeda, sehingga untuk meningkatkan tingkat ketelitian digunakan peubah pengiring dalam hal ini adalah bobot ayam sebelum diberi pakan. Analisis dengan menggunakan peubah ini dalam statistika dikenal dengan analisis peragam ( analysis of covariance ). Memperbesar satuan percobaan, Informasi yang diperoleh dari suatu percobaan berbanding terbalik dengan galat percobaan, atau, Dengan kata lain semakin kecil galat percobaan ( ) maka informasi yang diperoleh ( I ) akan semakin besar atau semakin besar ukuran satuan percobaan ( n ) maka galat percobaan semakin kecil dan informasi semakin besar.

You might be interested:  Jelaskan Siapa Saja Tokoh Yang Menyampaikan Rancangan Rumusan Pancasila?

Pengacakan. Hal ini dilakukan dengan memberikan kesempatan yang sama pada tiap satuan percobaan untuk dikenakan perlakuan Terkadang konsep pengacakan ini dilakukan untuk menghilangkan bias. Pada contoh kasus percobaan dua varietas jagung seperti yang dikemukakan di depan dengan penempatan satuan percoban sebagai berikut :

Gambar 1.2 Contoh penempatan petak secara sistematik /tidak acak Penempatan petak yang tidak acak tersebut tidak memberikan penduga galat percobaan yang sah dan akan memberikan hasil yang berbias. Pada contoh diatas, lahan mempunyai arah kesuburan secara bertahap dari kiri ke kanan sehingga hasil akan berkurang dari kiri ke kanan.

  1. Jika varietas A selalu ditanam di sebelah kiri varietas B, maka dalam hal ini varietas A akan diuntungkan karena secara relatif perlakuan A berada pada lahan yang lebih subur dibandingkan dengan varietas B.
  2. Jadi dalam hal ini penampilan hasil varietas A dan B akan berbias dan lebih menguntungkan A dan jika kita ingin membandingkan varietas A dan B, perbedaan yang terjadi bukan semata-mata disebabkan oleh perbedaan varietas akan tetapi juga disebabkan oleh perbedaan kesuburan tanah.

Untuk menghindari hal tersebut petakan harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak ada varietas yang diuntungkan atau dirugikan. Hal ini dapat dilakukan dengan menempatkan varietas-varietas secara acak pada petak percobaan.

Pengulangan, Ulangan dilakukan dengan memberikan perlakuan yang sama pada satuan percobaan lebih dari satu kali. Fungsi dari ulangan :

Pendugaan galat.Jika suatu percobaan tidak mengandung ulangan, maka galat percobaan tidak dapat diduga. Kita tidak dapat menjelaskan secara tepat apakah perbedaan yang timbul disebabkan oleh perbedaan diantara perlakuan atau perbedaan di antara satuan-satuan percobaan Meningkatkan ketelitian percobaanPengguaan teknik-teknik yang kurang teliti atau pegnggunaan satuan percobaan yang kurang homogen dapat diatasi dengan menambah jumlah ulangan. Dengan bertambahnya ulangan, dugaan mean populasi akan semakin teliti. Memperluas cakupan kesimpulan. Hal ini dilakukan melalui pemilihan satuan percobaan yang lebih bervariasi, misalnya ulangan yang dilakukan dalam waktu yang berbeda. Mengendalikan ragam galat. Dengan membuat kelompok sebagai ulangan, maka satuan percobaan di dalam kelompok mempunyai keragaman minimum dan satuan percobaan antar kelompok mempunyai keragaman maksimum, sehingga usaha untuk melihat perbedaan perlakuan di dalam kelompok akan lebih teliti. Dengan cara ini keragaman galat dapat dikendalikan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan jumlah ulangan (1) keragaman alat, bahan, media, dan lingkungan percobaan. Untuk bahan yg sudah terdeskripsi secara jelas seperti pupuk buatan, pestisida, benih varietas unggul, maka diperlukan ulangan yang kecil.

Untuk bahan yg belum terdeskripsi seperti pupuk kandang, pupuk alami, benih varietas lokal, maka perlu jumlah ulangan yang besar, (2) biaya dan tenaga yang tersedia. Penentuan suatu faktor apakah termasuk model tetap atau model acak sangat berkaitan atau tergantung dari penguasaan bidang ilmu yang sedang diteliti.

Namun demikian pengetahuan tentang klasifikasi model tetap dan model acak sangat penting untuk memberikan gambaran kepada para peneliti sehingga dapat memberikan keseragaman definisi dan persepsi.

Apa yang dimaksud dengan variabel dalam percobaan?

Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Untuk membuktikan pengaruh aktor eksternal harus dilakukan dengan percobaan. Sebelum melakukan percobaan, harus membuat rancangan percobaan terlebih dahulu.

Selanjutnya, rancangan percobaan tersebut direaslisasikan dalam sebuaha percobaan dan hasil percobaan ditulis dalam laporan ilmiah. Dalam membuat laporan ilmiah harus dilakukan dengaan langkah kerja ilmiah. Komponen-komponen yang terdapat dalam sebuah laporan percobaan ilmiah yaitu – Judul – Kata pengantar – Daftar isi – Pendahuluan – Tinjauan pustaka – Metoda penelitian – Hasil dan pembahasan – Penutup – Daftar pustaka – Lampiran Langkah-langkah penyusunan laporan ilmiah tersebut harus disusun secara urut.

Rancangan percobaan dan laporan percobaan Contoh, untuk membuktikan faktor eksternal dengan tema tingkat keasaman (pH) terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.1. Rancangan percobaan a. Menentukan alat dan bahan Sebelum percobaan dilakukan, perlu ditentukan alat dan bahan yang digunakan.

Alat merupakan semua benda yang digunakan unuk melakukan percobaan. Sementara itu, bahan merupakan semua benda atau zat yang dibutuhkan dalam suatu percobaan.1) Alat a) Tiga buah cawan petri ukuran besar b) Gelas ukur c) Pipet tetes d) Tabung reaksi e) Penggaris f) Alat tulis g) Kertas label 2) Bahan a) Biji kacang hijau b) Kapas sebagai media c) Air d) Asam cuka 5% dan 10% e) pH meter untukmengukur derajat keasaman b.

You might be interested:  Rancangan Pembelajaran Abad 21 Yang Harus Disiapkan Guru Mencakup Tiga Hal Pokok?

menentukan variabel variabel adalah faktor-faktor yang berpengaruh dalam suatu percobaan dan memiliki nilai yang dapat diubah. Ada tiga macam variabel sebagai berikut: 1) variabel bebas, yaitu variabel yang memengaruhi variabel terikat dengan sengaja dibuat berbeda.

Misalnya tingkat keasaman.2) Variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Misalnya parameter perkecambahan, pertumbuhan dan perkembangan, 3) Variabel kontrol yaitu variabel yang dibuat sama untuk semua perlakuan. Misalnya faktor-faktor lingkungan seperti intensitas cahaya, dan jumlah air penyiraman.c.

Menentukan teknik atau cara percobaan yang akan dilakukan Ada dua kelompok dalam percobaan biologi yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok kontrol merupakan kelompok yang tidak diberi perlakuan. Sementara itu, kelompok perlakuan merupakan kelompok yang diberi perlakuan tertentu.

  • Dalam suatu percobaan hanya ada satu kelompok kontrol dan beberapa kelompok perlakuan.
  • Misal : Kelompok I (kontrol),tidak diberi asam cuka Kelompok II (perlakuan) diberi asam cuka 5% Kelompom III (perlakuan) diberi asam cuka 10% d.
  • Menentukan waktu percobaan Lamanya waktu penelitian tergantung pada data pengamatan yang ingin diperoleh.

Misalnya percobaan dilakukan selamam 14 hari. Tujuh hari pertama dilakukan untuk mengamati perkecambahan biji kacang hijau, sementara itu, tujuh hari berikutnya untuk mengamati pertumbuhan dan perkembangan kecambah kacang hijau.2. Melakukan Percobaan Setelah selesai merancang percobaan, dapat dimulai melakukan percobaan.

Percobaan dilakukan sesuai prosedur cara kerja pada rancangan percobaan. Pada tema tersebut diatas percobaan dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut: a. Berilah label pada tiap-tiap cawan petri (label I, II, dan III). Letakkan kapas secukupnya secara merata. Siram kapas dengan larutan yang berbeda.

Cawan petri I disiram 10 mL air tanpa dicampur asam cuka, cawan petri II disiram 10 mL larutan cuka 5%, dan cawan petri III disiram 10 mL larutan 10%. Setelah itu, letakkan masing-masing 5 biji kacang hijau diatas kapas pada ketiga cawan petri. Ukur pH media pada setiap cawan petri menggunakan pH meter.b.

  1. Lakukan penyiraman biji pada cawan petri setiap hari selama 7 hari dengan jumlah air yang sama.c.
  2. Lakukan pengamatan selama 7 hari dan parameter yang diamati sebagai berikut.1) Perkecambahan 2) Pertumbuhan, meliputi tinggi batang, panjang daun, dan jumlah daun yang muncul.3) Perkembangan, meliputi warna daun, warna batang, keadaan daun (permukaan rata atau keriting), keadaan batang (kukuh atau roboh, keadaan akar (ujung akar meruncing atau menebal) dan keadaan tanaman (hidup atau mati) d.

Data hasil pengamatan selanjutnya dicatat dalam tiga tabel seperti berikut Tabel 1.1 Perkecambahan biji kacang hijau

Kelompok Biji kacang hijau Biji berkecambah pada hari ke
1 2 3 4 5 6 7
I 1 2 3 4 5
II 1 2 3 4 5
III 1 2 3 4 5

Tabel 1.2 Pertumbuha tanaman kacang hijau

Hal yang diamati Rata-rata panjang akar, panjang batang, dan jumlah daun
Kelompok I pada hari ke (cm) Kelompok I pada hari ke (cm) Kelompok I pada hari ke (cm)
8 9 10 11 12 13 14 8 9 10 11 12 13 14 8 9 10 11 12 13 14
Panjang akar
Panjang batang
Jumlah daun

Tabel 1.3 Perkembangan tanaman kacang hijau

Hal yang diamati Deskripsi
Kelompok I Kelompok II Kelompok III
Warna daun
Warna batang
Keadaan daun (permukaan rata/keriting)
Keadaan batang (kukuh/roboh)
Keadaan akar (ujung meruncing atau menebal)
Keadaan tanaman (hidup/mati)

3. Menganalisis data dan menarik kesimpulan Data diperoleh dari hasil eksperimen atau hasil percobaan.data hasil prcobaan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.a. Data kualitatif Data kualitatif merupakan data yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata(deskripsi) atau bukan dalam bentuk angka.

  • Data ini biasanya menjelaskan sifat atau karakteristik dari suatu percobaan.
  • Contoh, warna daun dan batang tanaman kacang hijua.b.
  • Data kuantitatif Data kuantitatif merupakan data yang dinyatakan dalam bentuk angka.
  • Contoh pengukuran tinggi batang.
  • Selanjutnya hasil olahan data tersebut dibandingkan dengan teori, fakta, konsep yang ada dalam referensi.

Hasil analisis data digunakan untuk menarik kesimpulan.4. Menyusun laporan percobaan Setelah selesai melakukan percobaan, buatlah laporan untuk mengomunikasikan hasil percobaan yang anda lakukan. Dengan demikian, hasil percobaan tersebut dapat diketahui dan bermanfaat bagi orang lian.

Contoh format laporan a. Judul laporan b. Prakata; berisi ucapan rasa sykur penulis serta ucapan terima kasih c. Daftar isi d. Pendahuluan; berisi latab belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.e. Tinjauan pustaka; berisi teori, konsep, fakta-fakta, penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan topik penelitian, dan hipotesis.f.

Metode penelitian berisi unsur-unsur: 1) Alat dan bahan 2) Waktu dan tempat penelitian 3) Cara kerja penelitian 4) Cara pengambilan data g. Hasil dan pembahasan berisi unsur-unsur: 1) Data dan fakta yang diperoleh selama penelitian 2) Pengolahan data dan analisis hasil penelitian h. Salah Satu Pendidik MAN 1 Banyumas dan warga masyarakat Desa Pageralang-Kemranjen-Banyumas-Jateng yang ingin berbagi informasi dan berbagi sedikit pengetahuan. Jangan lupa jadilah Follower