Macam-Macam Najis Beserta Cara Mensucikannya

Macam-macam najis – Kaum muslimin yang berbahagia, tentunya kita pernah belajar thaharah kan? Insyaallah dalam kesempatan kali ini, penulis akan membahas tentang bab bersuci dari najis. Hendaknya kita sebagai umat muslim yang taat harus selalu memperhatikan segala kegiatan di sekitar kita.

Mengapa demikian? Sebab, ketika kita melakukan suatu ibadah, badan kita harus bersih dari segala macam najis dan kotoran yang terlihat ataupun yang tidak terlihat, begitupun dengan rohani/hati kita. Supaya ibadah tersebut sah dan mendapat pahala.

Di dalam Al-Quran, ada beberapa surat yang menjelaskan pentingnya kebersihan dalam segala kegiatan ibadah kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Al-Mudatsir ayat 4. “Dan pakaianmu bersihkanlah”. Di dalam (masjid) terdapat orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri” (QS. At-Taubat:108).

Hendaknya kita sadari, bahwa sering kali kita tidak sadar keberadaan najis-najis tersebut. Kita tidak mau kan, kalau ibadah kita tidak diterima gara-gara ada najis yang pada pakaian yang kita pakai. Untuk itu mari kita kenali apa saja sih macam-macam najis tersebut dan bagaimana mensucikannya.

 

Pengertian Najis

Apa sih najis? Najis menurut bahasa berarti al qadzarah yang artinya kotoran. Sedangkan menurut istilah, najis menurut Asy-Syafi’iyah yaitu sesuatu yang dianggap kotor dan dapat mencegah sahnya shalat tanpa ada hal-hal yang meringankan.

Dan najis menurut Al Malikiyah, najis merupkan sifat atau hukum suatu benda yang mengharuskannya seseorang tercegah dari kebolehan melakukan ibadah shalat jika terkena atau berada di dalamnya.

 

Macam-Macam Najis

Di dalam islam terdapat suatu benda atau hal yang tergolong masuk ke dalam najis. Untuk itu, sangat perlu untuk diperhatikan dan diketahui hal- hal yang termasuk ke dalam najis, agar ibadah kita terutama shalat diterima dan syah. Berikut macam-macam najis tersebut.

 

Kotoran (tinja) dan Kencing Manusia

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, “Apabila salah seorang diantara kalian menginjak kotoran (al adza) oleh alas kakinya, maka tanahlah yang akan menyucikannya.”

Al adza (kotoran) merupakan segala sesuatu yang mengganggu yakni benda najis, kotoran, duri, batu dan sebagainya. Jadi yang dimaksud al adza dalam hadits tersebut merupakan benda najis, dan kotoran manusia juga termasuk al adza.

 

Wadi dan Madzi

Wadi merupakan sesuatu yang keluar setelah kencing. Umumnya berwarna putih, tebal seperti air mani, tetapi berbeda kekeruhannya dengan air mani. Juga air wadi ini tidak mempunyai bau yang khas.

Sedangkan madzi adalah cairan yang berwarna putih, lengket, tipis, dan keluar saat bercumbu rayu atau saat membayangkan jima’ (bersetubuh) dan berkeinginan untuk jima’. Ciri-ciri air madzi ketika keluar tidak menyebabkan lemas, terkadang juga keluar tanpa terasa yaitu pada saat pembukaan syahwat.

Hukum madi yaitu najis, sebagaimana dalam hadits, Ali bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu berkata,

macam macam najis

Kotoran Hewan Yang Dagingnya Haram Untuk Dimakan

Contohnya yaitu kotoran keledai jinak, kotoran babi, dan kotoran anjing. Hal ini sebagaimana Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bermaksud bersuci setelah buang hajat. Kemudian Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Carikanlah 3 buah batu untukku.” Lalu aku mendapatkan dua batu dan kotoran keledai. Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengambil dua batu dan membuang kotoran keledai tadi. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lantas bersabda, “Kotoran ini termasuk najis.”

4. Darah haidh

5. Jilatan anjing

6. Bangkai (kecuali bangkai ikan dan belalang)

Pembagian Najis Dalam Islam

Terdapat tiga golongan najis yang harus kita pahami. Karena jikalau kita sudah tahu, kita akan tahu juga bagaimana cara membersihkannya. Pembagian najis tersebut dibagi menjadi tiga bagian atau golongan, diantaranya sebagai berikut.

 

1. Najis Mukhaffafah

Najis mukhaffafah merupakan najis yang tergolong najis ringan. Contoh yaitu air kencing anak laki-laki yang umurnya masih di bawah dua tahun juga masih minum air susu ibunya (belum makan apa-apa selain ASI ibunya).

Cara Membersihkan Najis Mukhaffafah

najis mukhaffafah
ustazahzulia.blogspot.co.id

Karena najis mukhaffafah termasuk ke dalam najis yang tergolong ringan, maka cara membersihkannya yaitu dengan cara menyiramkan atau memercikkan air bersih pada benda/pakaian yang terkena najis tersebut hingga bersih.

Sebagaimana dalam hadits,
“Barangsiapa yang terkena air kencing anak perempuan, harus dicuci. Dan apabila terkena air kencing anak laki-laki, cukup dengan memercikkan air padanya.” (HR. Abu Daud dan An-Nasa’iy)

 

2. Najis Mughallazhah

Najis Mughallazhah merupakan najis yang tergolong najis berat. Najis tersebut berasal dari najis anjing dan babi. Sebagaimana dalam Al Quran Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Al-An’am ayat 145.

Artinya: “Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi — karena sesungguhnya semua itu kotor — atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

“Jika seekor anjing menjilat bejana salah satu dari pada kamu sekalian, maka hendaknya kamu menuangkan bejana itu (mengosongkan isinya) lalu membasuhnya 7x (HR. Muslim)

Cara Membersihkan Najis Mughallazhah

mensucikan najis mughallazah
slidesharecdn.com

Ada tiga cara yang harus diperhatikan,

  • Menghilangkan bentuk najisnya
  • Membasuh tujuh kali basuhan
  • Salah satu dari basuhan tersebut harus dicampur dengan debu yang bisa digunakan untuk tayammum. Bagusnya (sunnahnya) dibasuhan pertama, kedua, asal jangan yang terakhir karena jika najisnya terkena pakaian, pakaian tersebut akan kotor.

 

3. Najis Mutawasitah

Najis mutawasitah merupakan najis yang tergolong najis sedang atau najis tengah-tengah. Contoh najis mutawasitah yaitu, kotoran manusia / hewan, darah, nanah, air seni (bayi perempuan), bangkai (kecuali ikan dan belalang), minuman keras dan yang lainnya selain dari najis mukhaffafah dan mughallazah.

Cara Membersihkan Najis Mutawasitah

najis mutawasitah
slidesharecdn.com

Diantara cara membersihkan najis mutawasitah yaitu;

  • Dihilangkan bentuk najisnya
  • Membasuh dengan air yang suci dan mensucikan ketempat yang terkena najis tadi
  • Sekali basuhan (yang diwajibkan) dua sampai tiga kali basuhan adalah sunnah

Terakhir, para ulama membagi najis menjadi dua, najis ainiyyah dan najis hukmiyyah.

1. Najis ainiyyah (berwujud)

Adalah najis yang bisa dijangkau oleh indra kita, bisa dilihat oleh mata, atau bisa dicium oleh hidung atau bisa dirasakan oleh lidah kita. Tetapi tidak disunnahkan untuk dirasakan oleh lidah kita, artinya dikira-kira saja kalau tidak kelihatan oleh biasanya sudah tidak ada.

Cara mensucikannya yaitu dengan cara menghilangkan zatnya, sehingga bau, rasa serta warnanya hilang, lalu menyiramnya dengan menggunakan air bersih.

2. Najis Hukmiyyah (tidak berwujud)

Adalah najis yang tidak terlihat oleh mata (tidak berwujud). Biasanya najis yang sudah lama tidak diketahui. Akan tetapi walaupun tidak terlihat, jika ada yang shalat di tempat tersebut shalatnya tidak sah karena najis cuma tidak terlihat.

Cara mensucikannya yaitu dengan cara mengaliri air pada tempat atau benda yang terkena najis.


Demikianlah pembahasan lengkap mengenai pengertian, macam-macam dan cara membersihkan najis yang banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, kita harus selalu memperhatikan segala macam kegiatan kita. Apalagi jika antum punya anak kecil di rumah. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjadi wasilah buat penulis dalam kebaikan.

 

Macam-macam najis

Leave a Comment