menjadi seorang perantauan

Yang Ngaku Anak Perantauan Pasti Pernah Merasakan 5 Hal ini Yang Membuatmu Pantang Untuk Pulang

pamit untuk perantauan
[email protected]

Ibu … Jika aku belum juga pulang dari perantauan untuk menemuimu, Bukan Berarti Aku Tak Rindu Padamu”.

Hal inilah yang selalu membuat sedih bagi anak perantauan. Ketika kita jauh berada diperantauan, pasti rasa rindu terhadap seorang ibu akan selalu ada. Karena ibu merupakan seseorang yang telah melahirkan kita dengan begitu perihnya dan bertaruh nyawa.

Ketika kita di perantauan pasti akan sangat rindu dengan kasih sayangnya, masakannya, dan pasti itu bakal membuat sangat rindu pada sosok seorang raja kedua di dunia ini setelah Allah. Siapa sih ibu yang tidak rindu dengan anaknya? Apalagi jika kamu seorang anak satu-satunya, anak yang paling dimanja selama hidupnya.

Akan tetapi jika kamu pergi merantau, pastinya kamu mempunyai beberapa alasan kenapa kamu lama tidak pulang ke rumah yang kamu cintai beserta isinya. Karena sebagian dari kita, banyak sekali orang yang masih bertempat tinggal di sebuah kota yang masih rendah sistem perekonomiannya. Dengan cara merantaulah ia bisa mendapatkan apa yang menjadi kebutuhannya.

Merantau untuk bekerja ataupun melanjutkan pendidikan, bukanlah perkara sederhana. Banyak hal yang harus dipikirkan secara matang-matang sebelum akhirnya mantap memilih pergi. Di tempat perantauan, berbagai tantangan pun sudah menanti untuk dihadapi. Dan keputusan inilah yang dapat mengubah arah hidupmu. Membuat berbagai perubahan di setiap sisi kehidupanmu.

Berikut ini adalah 5 hal yang membuat seorang anak perantauan tidak pulang ke kampung halamannya:

1. Takkan Pulang Sebelum Jadi Orang Sukses (Sukses di Tanah Rantauan)

anak perantauan harus pulang dengan kesuksesan
Tanah rantau lebih banyak menawarkan kesempatan [email protected]

Wajar untuk berat hati jika selama ini kamu tak pernah tinggal sendiri. Tapi ingat sekali lagi: sehangat-hangatnya rumah, kamu lahir untuk dunia yang lebih megah.

Yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa sebagian kota tempat tinggalnya masih rendah perekonomiannya membuatnya merasa tidak akan cukup untuk dan tidak akan sukses jika hanya bekerja di kota tempat tinggalnya.
Karena memang benar, banyak sekali orang yang mempunyai prinsip seperti ini.

Memang masih menjadi sebuah keraguan karena tentu kita tidak tahu dari mana datangnya rezeki kita. bisa jadi rezeki kita bukan dengan cara merantau. Pasti dalam hati sering terucap pertanyaan “ bagaimana kalau disini gak suskses ya?’ Sesampainya di rantau.

Pergi merantau juga bukanlah pilihan yang luar biasa. Toh di luar sana ada banyak orang yang melakukan hal yang sama. Misalkan seorang temanmu yang berasal dari Medan sengaja merantau ke Jogja demi untuk bisa kuliah di kampus impiannya. Sementara, temanmu yang lain lebih memilih bekerja di Arab lantaran berharap gaji yang tinggi dan kehidupan yang lebih baik.

Tanah perantauan memang belum tentu memberikan rasa nyaman. Namun bukankah kesuksesan selalu bermula dari keraguan dan ketidaknyamanan?

Yang pasti dengan semangat tinggi karena ingin membahagiakan orang tua sendiri terutama seorang ibu, yang membuat optimis dalam perjalanan panjang perantauan.

2. Karena ongkos pulangnya sangat mahal, lebih baik aku kirimkan ke kampung saja buat buka usaha di kampung, untuk melepas rindu dengan ayah dan ibu, kan, bisa video call sekarang

anak yang menyenangkan orang tua
Bertatap muka melepas rindu dengan video call [email protected]

Merantaulah agar kau tau betapa berharganya waktu bersama keluargamu tercintamu

Pasti banyak anak yang merantau mengalami hal ini. Karena masalah ekonomi, seperti tempat perantauan yang sangat jauh membuat uang habis. Itupun untuk satu kali perjalanan. Misalnya saja dari Medan ke Bandung. Jika mereka pulang akan mengjhabiskan uang berjuta-juta. Mending dipake buat modal bikin usaha kan.

Untuk orang yang merantau dijaman sekarang sudah harus bersyukur, karena jaman sekarang teknologi yang begitu moderennya. Jika kamu merantau ke luar negeripun akan sangat mudah untuk berkomunikasi dan bertatap wajah dengan keluarga tercinta di rumah.

Nah, untuk itu kita bisa melepas rindu kita dengan cara video call yang sudah mudah untuk digunakan. Karena yang terpenting adalah melihat sosok ibu dan ayah sehat dan tertawa. 😀 😀

3. Maunya sih Pulang Sambil Bawa Calon Tapi Malu ah Masih Jomblo, Atau Emang Karena Takut Dijodohin Kalau Pulang

anak yang masih jomblo
[email protected]

hehehe, ayo siapa yang pernah ngalamin ini, nggak bisa dipungkiri, ketika para perantau pulang kampung, tetapi masih jomblo, dia akan ditanya soal jodoh. Apalagi, jika diketahui bahwa dia sudah punya uang cukup untuk menikah.

Akan tetapi, jika jawabannya ‘belum ada jodoh’, besar kemungkinan akan dijodohkan oleh orang tuanya. Perjodohan ini tentu tidak semua orang bisa diterima bagi para perantau, entah itu dengan berbagai alasan.

Salah satu alasannya, mungkin dia sudah punya calon tetapi bukan dari sesama sukunya sendiri seperti khususnya untuk orang Batak. Dan juga karena belum berani bicara ke orangtua, jadi si calon itu disembunyikan.

Begitulah salah satu alasan dia tidak mau dijodohkan membuat para perantau lama untuk pulang kampung. Tetapi beda lagi kalau si perantau ini memang benar-benar jomblo tetapi dijodohin sama orang yang cantik, bukan tidak mungkin dia bakal langsung pulang tuh. Jhahaha

4. Meski jauh dari kampung halaman, perantauan bisa menjadi tempatmu menemukan teman dan keluarga baru

mendapat keluarga baru di perantauan
Keluarga TKJ [email protected]

Manusia memang tak bisa lepas dari kehidupan sosial. Meski akhirnya akan meninggalkan keluarga dan teman-teman di kampung halaman tercinta, bukan berarti kamu harus hidup sendiri dan kesepian. Tempat perantauan lebih banyak menawarkan kesempatan untukmu dalam menemukan teman-teman dan keluarga baru. Mereka yang kamu jumpai di kantor, di kampus, atau di tempat kos pun bisa jadi teman atau bahkan jadi keluargamu.

Hal ini sangat masuk akal bagi para perantau dan sudah banyak orang yang merantau betah dan tetap ingin tinggal bersama keluarga kecil mereka yang baru. Dan sebagian ada juga yang sudah menikah, sehingga mereka tidak pulang dan menginginkan orang tua nya yang datang ke tempat perantauannya.

sesekali jalan jalan untuk melepaskan penat dan rasa rindu. Walaupun begitu, semua orang tua pasti menginginkan anaknya bahagia. Asalkan jangan sampai putus silaturahminya dengan orang tuanya.

5. Tidak Pulang Karena Tidak Punya Ongkos Pulang

rasanya menjadi anak rantau
[email protected]

Jika kesuksesan yang membuat para perantau berani pulang kampung, maka masalah ekonomi karena kurangnya materi juga yang membuat mereka tidak mau/bisa pulang kampung. Karena sudah kita tahu ongkos pulang kampung itu tidaklah murah, apalagi jika merantaunya ke luar pulau, seperti Jawa atau bahkan ke luar negeri.

Karena biaya untuk pulang kampung itu bukan hanya soal ongkos transportasi saja, tetapi juga pastinya kita ingin memberi sedikit hasil dari jerih payah kita kepada orangtua dan sanak saudara.

“Merantaulah kalian sesering mungkin. Tersesat akan membantumu menemukan jati dirimu.”

Merantau akan membuka matamu diberbagai hal-hal baru. Menuntunmu menuju sesuatu yang benar-benar kamu inginkan selama ini. Menemukan apa yang sebenarnya jadi panggilan hidupmu.

Pekerjaan atau sebuah profesi seperti apa yang kamu inginkan, bidang apa yang ingin kamu tekuni, atau hidup seperti apa yang ingin kamu jalani? Pertanyaan-pertanyaan ini akan terbayar lunas, dan terjawab tuntas ketika kamu berani melangkahkan kaki jauh dari rumahmu.

Apa kabar kalian yang sedang berjuang di perantauan? Apakah saat ini kesuksesan sudah berhasil digenggam, ataukah kalian masih harus jatuh bangun melanjutkan perjuangan? Apapun itu, semoga kamu tetap semangat menjalani hidupmu di perantauan, ya!

Selamat Berjuang Untukmu Para Perantau

1 thought on “Yang Ngaku Anak Perantauan Pasti Pernah Merasakan 5 Hal ini Yang Membuatmu Pantang Untuk Pulang

Leave a Comment